March 15, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Israel Serang Iran dengan Serangan Pendahuluan, Ledakan Dahsyat Guncang Pusat Kota Teheran

Ledakan Dahsyat Guncang Teheran Dekat Kantor Ayatollah Khamenei Setelah Israel Lancarkan Serangan Pendahuluan

JAKARTA, incaberita.co.id – Israel serang Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, dengan melancarkan serangan pendahuluan yang memicu ledakan dahsyat di pusat kota Teheran. Asap tebal terlihat membubung dari jantung ibu kota Iran, sementara sirene peringatan berbunyi nyaring di seluruh wilayah Israel. Moreover, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara resmi mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan aksi militer untuk menghilangkan ancaman terhadap keamanan Israel. Furthermore, keadaan darurat langsung diberlakukan di seluruh wilayah negara Yahudi tersebut selama 48 jam sejak pukul 10.08 waktu setempat.

Dalih Serangan Pendahuluan di Balik Aksi Israel Serang Iran

Israel Serang Iran dengan Serangan Pendahuluan, Ledakan Dahsyat Guncang Pusat Kota Teheran

Sumber gambar : prokal.co

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa serangan diluncurkan karena pihaknya memperkirakan adanya serangan rudal dan drone dari Iran dalam waktu dekat. In addition, Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut aksi militer ini sebagai langkah pendahuluan yang bertujuan menghilangkan ancaman terhadap negara Israel. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan munculnya asap tebal dari kawasan pusat kota Teheran.

However, Israel tidak merinci secara terbuka apa saja target yang menjadi sasaran serangan kali ini. Furthermore, televisi pemerintah Iran mengakui adanya ledakan di ibu kota namun tidak menyebutkan penyebabnya secara langsung. Therefore, publik masih menunggu keterangan resmi dari kedua belah pihak mengenai skala penuh operasi militer yang sedang berlangsung.

Aksi Israel serang Iran ini bukan kali pertama terjadi. For example, pada Juni 2025 lalu, Tel Aviv pernah melancarkan serangan besar ke berbagai fasilitas militer dan nuklir Iran yang berlangsung selama 12 hari. Additionally, konflik tersebut menelan korban ratusan jiwa di kedua pihak dan menimbulkan kerusakan besar pada prasarana penting di Teheran.

Ledakan Dahsyat Guncang Pusat Kota Teheran Akibat Serangan Israel

Saksi mata di Teheran melaporkan mendengar setidaknya dua hingga tiga ledakan keras pada Sabtu pagi. Moreover, kantor berita Fars melaporkan bahwa beberapa rudal menghantam kawasan Jalan Universitas dan daerah Jomhouri yang berada di jantung kota Teheran. As a result, dua kepulan asap tebal terlihat membubung dari kawasan pusat dan timur ibu kota Iran.

Yang membuat situasi semakin genting, salah satu titik ledakan dilaporkan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. However, belum ada kepastian apakah Khamenei berada di kantornya saat serangan berlangsung. Furthermore, pemimpin tertinggi Iran tersebut dikabarkan tidak terlihat di hadapan publik selama beberapa hari terakhir seiring meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Wartawan kantor berita AFP yang berada di lokasi melaporkan secara langsung suara ledakan dan kepulan asap yang terlihat dari berbagai sudut kota. In addition, koresponden Al Jazeera di Teheran juga mengonfirmasi terjadinya ledakan di beberapa titik di ibu kota Iran. Therefore, meskipun pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi yang lengkap, berbagai laporan media internasional sudah mengonfirmasi bahwa serangan Israel ke Iran benar terjadi dan berdampak nyata di Teheran.

Keadaan Darurat di Seluruh Israel Pasca Serangan ke Iran

Segera setelah melancarkan serangan ke Iran, Israel langsung memberlakukan keadaan darurat di seluruh wilayah negaranya. Moreover, Menteri Pertahanan Katz menandatangani surat perintah khusus berdasarkan Undang Undang Pertahanan Sipil. Deklarasi darurat ini berlaku selama 48 jam terhitung sejak Sabtu pagi.

Berikut sejumlah langkah darurat yang diberlakukan Israel pasca menyerang Iran:

  • Pertama, sirene peringatan dibunyikan di seluruh wilayah Israel termasuk Tel Aviv dan Yerusalem
  • Kedua, seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dan kampus dihentikan tanpa terkecuali
  • Ketiga, perkumpulan warga dan kegiatan kerja di sektor nonpenting dilarang selama masa darurat
  • Keempat, wilayah udara Israel ditutup untuk semua penerbangan sipil
  • Kelima, warga diperintahkan tetap berada di dekat ruang perlindungan dan mematuhi arahan Komando Pertahanan Dalam Negeri
  • Terakhir, peringatan dikirim langsung ke perangkat seluler seluruh warga Israel

Militer Israel menegaskan bahwa langkah darurat ini bersifat proaktif untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan peluncuran rudal balasan dari Teheran. Therefore, pemerintah Israel jelas sudah memperhitungkan bahwa pembalasan dari Iran hanya tinggal menunggu waktu.

Keterlibatan AS dalam Operasi Israel Serang Iran

Salah satu perkembangan paling penting dari peristiwa ini adalah konfirmasi keterlibatan langsung Amerika Serikat. Moreover, sumber keamanan Israel yang dikutip Channel 13 menyebutkan bahwa serangan ke Iran merupakan operasi gabungan Israel dan Amerika yang sudah disiapkan selama berbulan bulan.

Dua pejabat AS mengonfirmasi kepada CNN bahwa militer Amerika juga sedang melancarkan serangan terhadap Iran. Furthermore, salah satu pejabat tersebut menyebut operasi ini “bukan serangan kecil.” However, militer AS awalnya menolak memberikan komentar resmi terkait keterlibatannya.

Berikut urutan peristiwa yang mengarah pada aksi Israel serang Iran bersama AS:

  1. Pada 13 Januari 2026, Presiden Donald Trump menyerukan kepada rakyat Iran untuk terus melakukan protes dan mengambil alih lembaga negara sambil menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan
  2. Pada 23 Januari 2026, Trump mengumumkan pengiriman armada militer besar ke kawasan Timur Tengah
  3. Selama berminggu minggu setelahnya, AS mengerahkan armada pesawat tempur dan kapal perang dalam jumlah besar ke kawasan tersebut
  4. Perundingan nuklir antara AS dan Iran terus berlangsung namun tidak membuahkan hasil yang memuaskan kedua belah pihak
  5. Pada 26 Februari 2026, putaran ketiga perundingan nuklir dijadwalkan di Jenewa namun tidak menghasilkan terobosan
  6. Pada 28 Februari 2026, Israel melancarkan serangan pendahuluan ke Teheran dengan dukungan penuh operasi militer AS

Keterlibatan AS mengubah skala konflik ini secara mendasar. In other words, ini bukan lagi sekadar aksi sepihak Israel melainkan operasi militer gabungan dua kekuatan bersenjata terbesar di kawasan tersebut yang menyasar Iran secara bersamaan.

Ketegangan Nuklir yang Memicu Israel Serang Iran

Aksi Israel serang Iran tidak terjadi tanpa latar belakang yang panjang. Moreover, ketegangan antara kedua negara sudah memuncak selama berminggu minggu terakhir seiring dengan kegagalan perundingan nuklir. Furthermore, tekanan terhadap program nuklir Iran semakin meningkat setelah Badan Energi Atom atau IAEA menyatakan bahwa Teheran melanggar kewajiban nonproliferasi nuklirnya.

Israel dan Amerika Serikat kerap menuding Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir. Namun, Teheran terus menolak tuduhan itu dan menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya semata-mata untuk tujuan sipil. Perbedaan sikap tersebut kemudian memicu ketegangan berkepanjangan yang belum terselesaikan, meski sejumlah ronde negosiasi telah digelar.

Presiden Trump sendiri sebelumnya sudah memberikan sinyal bahwa serangan militer sangat mungkin terjadi. For example, dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Trump menyatakan bahwa meskipun ia lebih memilih jalur diplomasi, serangan terhadap Iran merupakan sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Therefore, ketika Israel akhirnya menyerang Iran pada Sabtu pagi, hal tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan bagi para pengamat keamanan.

Reaksi Dunia dan Langkah Darurat Pasca Israel Serang Iran

Aksi Israel serang Iran langsung memicu reaksi dari berbagai negara. Moreover, Kedutaan Besar AS di Qatar memberlakukan perintah perlindungan di tempat bagi seluruh personelnya dan menghimbau warga Amerika di negara tersebut untuk melakukan hal serupa hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Additionally, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah juga mengambil langkah pencegahan. For example, penutupan wilayah udara dilaporkan terjadi di beberapa negara tetangga yang khawatir akan dampak lanjutan dari konflik ini. Therefore, serangan Israel ke Iran tidak hanya berdampak pada kedua negara yang terlibat langsung tetapi juga mengguncang kestabilan seluruh kawasan.

Pertanyaan terbesar yang menghantui dunia saat ini adalah bagaimana Iran akan merespons serangan tersebut. Furthermore, berdasarkan pengalaman pada Juni 2025, Iran memiliki kapasitas untuk melancarkan ratusan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel. However, skala pembalasan kali ini masih menjadi tanda tanya besar mengingat keterlibatan langsung militer AS yang membuat perhitungan Teheran jauh lebih rumit.

Pelajaran dari Perang Israel Iran Juni 2025

Konflik kali ini tidak bisa dipisahkan dari riwayat perang Israel dan Iran pada Juni 2025 lalu. Moreover, perang 12 hari tersebut menelan korban yang sangat besar di kedua pihak dan memberikan gambaran tentang apa yang mungkin terjadi dalam eskalasi kali ini.

Selama perang Juni 2025, setidaknya 610 orang tewas di Iran akibat serangan militer Israel, termasuk 28 ilmuwan Iran di antaranya 12 pakar nuklir. Additionally, di pihak Israel, 28 orang tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka akibat serangan rudal balistik Iran. Furthermore, Iran tercatat meluncurkan sekitar 550 rudal balistik dan 1.000 drone ke Israel selama periode perang tersebut.

Angka tersebut menjadi peringatan keras tentang potensi korban jika konflik kali ini berkembang menjadi perang terbuka yang berkepanjangan. Therefore, masyarakat dunia berharap bahwa eskalasi dapat dihentikan sebelum menimbulkan bencana kemanusiaan yang lebih besar.

Kesimpulan

Israel serang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, dengan melancarkan serangan pendahuluan yang mengguncang pusat kota Teheran. Moreover, ledakan dahsyat terdengar di beberapa titik di ibu kota Iran termasuk di kawasan dekat kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Furthermore, keadaan darurat langsung diberlakukan di seluruh wilayah Israel selama 48 jam sebagai langkah menghadapi kemungkinan pembalasan dari Teheran.

Finally, keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam operasi gabungan ini mengubah seluruh perhitungan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dunia kini menahan napas menunggu respons Iran yang akan menentukan apakah konflik ini berakhir sebagai serangan terbatas atau menjadi awal perang besar yang mengubah peta keamanan global. Satu hal yang pasti, dampak dari peristiwa hari ini akan terasa jauh melampaui batas wilayah kedua negara yang terlibat langsung.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved