August 5, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa Jadi Alarm Keselamatan Laut

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa

JAKARTA, incaberita.co.id —  Kebakaran KMP Mutiara Sentosa kembali menyoroti risiko yang masih membayangi perjalanan laut di Indonesia.  Peristiwa itu memicu proses penyelamatan terhadap ratusan orang yang berada di atas kapal. Berdasarkan laporan hingga Minggu pukul 18.00 WIB, sebanyak 227 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Dokumen manifes resmi mencatat bahwa kapal mengangkut total 271 orang. Jumlah itu terdiri atas 232 penumpang, 26 anak buah kapal, serta 13 ABK tambahan yang ikut berada dalam pelayaran tersebut.

Besarnya jumlah penumpang dan awak kapal membuat insiden ini menjadi perhatian serius. Kebakaran di tengah laut memiliki tingkat risiko tinggi karena proses evakuasi sangat bergantung pada kesiapan kru, kondisi peralatan keselamatan, cuaca, dan kecepatan respons petugas.

DPR Menilai Kecelakaan Bukan Sekadar Musibah

Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, menilai terbakarnya kapal tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai kejadian tunggal. Menurutnya, kecelakaan kapal yang terjadi berulang dalam waktu berdekatan menjadi tanda bahwa sistem keselamatan pelayaran membutuhkan pembenahan lebih mendalam.

Ia menekankan bahwa rangkaian kecelakaan laut harus dibaca sebagai peringatan keras bagi pemerintah, regulator, dan operator kapal. Keselamatan penumpang tidak boleh hanya dibicarakan setelah korban berjatuhan atau setelah sebuah kecelakaan besar terjadi.

Sorotan tersebut semakin kuat karena pada pertengahan Juli 2026, KM Nurul Salsa juga dilaporkan tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Kedekatan waktu antara beberapa insiden memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pencegahan kecelakaan laut.

Abdul Hadi menyampaikan bahwa evaluasi tidak cukup dilakukan secara terbatas. Pemeriksaan harus menyentuh seluruh rangkaian operasional pelayaran, mulai dari kelayakan teknis kapal, pelaksanaan prosedur, hingga kemampuan awak menghadapi keadaan darurat.

Pemeriksaan Kapal Tidak Boleh Menjadi Formalitas

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah proses pemeriksaan keselamatan kapal. Sertifikat kelayakan dan dokumen operasional seharusnya menggambarkan kondisi kapal yang sebenarnya, bukan sekadar menjadi persyaratan administratif sebelum kapal diizinkan berlayar.

Inspeksi berkala juga perlu dilakukan dengan standar yang ketat dan transparan. Pemeriksaan harus mampu menemukan kerusakan, kelemahan sistem, atau potensi bahaya sebelum kapal membawa penumpang dalam perjalanan jarak jauh.

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa

Sumber Gambar : Radar Banjarmasin

Menurut Abdul Hadi, nyawa masyarakat tidak boleh dipertaruhkan akibat kelalaian, lemahnya pengawasan, atau pemeriksaan yang dilakukan tanpa ketelitian. Setiap kapal penumpang memiliki tanggung jawab besar karena membawa banyak orang dalam ruang yang terbatas.

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa memperlihatkan bahwa dokumen keselamatan saja belum cukup. Kelayakan kapal perlu dibuktikan melalui kondisi mesin, instalasi listrik, sistem pemadam, jalur evakuasi, serta kesiapan kru ketika menghadapi situasi genting.

Alat Darurat dan Mitigasi Risiko Harus Diperiksa

Evaluasi keselamatan pelayaran perlu mencakup kondisi alat pemadam kebakaran di atas kapal. Peralatan tersebut harus mudah digunakan, ditempatkan pada titik strategis, dan diperiksa secara rutin agar dapat berfungsi ketika muncul api.

Kelengkapan alat keselamatan lainnya juga tidak boleh diabaikan. Pelampung, sekoci, alarm darurat, pencahayaan evakuasi, serta petunjuk penyelamatan harus tersedia dalam jumlah memadai dan dapat dijangkau oleh penumpang.

Selain peralatan, kemampuan kru dalam menjalankan prosedur darurat menjadi unsur yang sangat menentukan. Awak kapal harus memahami pembagian tugas, metode pengendalian api, cara mengarahkan penumpang, serta langkah evakuasi yang aman.

Simulasi keselamatan perlu dilakukan secara berkala, bukan hanya saat akan menghadapi pemeriksaan. Pelatihan yang konsisten dapat membentuk respons cepat dan terkoordinasi ketika keadaan darurat benar-benar terjadi di tengah pelayaran.

Kementerian Perhubungan Didorong Memperkuat Pengawasan

Abdul Hadi meminta Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pengawasan pelayaran nasional. Perhatian khusus dinilai perlu diberikan kepada kapal penumpang yang melayani rute padat dan menempuh perjalanan antarpulau.

Evaluasi tersebut perlu memeriksa tingkat kepatuhan operator terhadap standar keselamatan. Regulator juga harus memastikan bahwa setiap pelanggaran mendapat tindak lanjut yang jelas agar pengawasan tidak kehilangan daya pencegahannya.

Efektivitas inspeksi berkala perlu diuji secara terbuka. Apabila kapal telah dinyatakan layak tetapi kemudian mengalami gangguan serius, penyebabnya harus ditelusuri untuk mengetahui apakah terdapat kelemahan pemeriksaan atau perubahan kondisi kapal setelah inspeksi.

Pengawasan yang kuat membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pengelola pelabuhan, operator kapal, dan awak pelayaran. Keselamatan harus menjadi budaya kerja yang diterapkan setiap hari, bukan sekadar daftar kewajiban yang dipenuhi menjelang keberangkatan.

Momentum Membenahi Transportasi Laut Nasional

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut untuk menghubungkan berbagai daerah. Kapal bukan hanya sarana perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarpulau.

Oleh karena itu, modernisasi transportasi laut perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Pembaruan armada, peningkatan teknologi keselamatan, serta penguatan kompetensi awak kapal dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Sistem pelayaran yang aman juga berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat. Penumpang berhak memperoleh kepastian bahwa kapal yang mereka gunakan telah diperiksa secara ketat dan mampu menghadapi berbagai kemungkinan selama perjalanan.

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa semestinya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pelayaran secara menyeluruh. Pembenahan harus dilakukan sebelum kecelakaan lain terjadi, karena keselamatan manusia jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi target operasional.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  lokal

Simak ulasan mendalam lainnya mengenai Kebakaran Pasar Sandang Tegal Hanguskan Puluhan Lapak

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved