August 2, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Kebakaran Pasar Sandang Tegal Gubug Hanguskan Puluhan Lapak

Kebakaran Pasar Sandang Tegal

incaberita.co.id —   Kebakaran Pasar Sandang Tegal terjadi pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Peristiwa tersebut melanda kawasan pasar yang berada di Desa Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Saat kejadian berlangsung, aktivitas jual beli di dalam kompleks pasar sudah berakhir. Sebagian besar pedagang telah meninggalkan lapak masing-masing sehingga tidak banyak orang berada di area yang pertama kali terbakar.

Api dilaporkan terkonsentrasi di Blok E sebelum menyebar ke beberapa lapak di sekitarnya. Kobaran yang terus membesar membuat kepulan asap terlihat dari berbagai titik di sekitar kawasan pasar.

Meskipun skala kebakaran cukup besar, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi pasar yang sedang tutup diduga membantu mengurangi risiko jatuhnya korban dari kalangan pedagang maupun pengunjung.

Puluhan Lapak di Blok E Ludes Terbakar

Dampak paling besar terjadi di Blok E, tempat puluhan lapak pedagang berdiri saling berdekatan. Sebanyak 45 lapak di kawasan tersebut dilaporkan hangus akibat dilalap api.

Selain membakar Blok E, kobaran api juga mencapai satu lapak yang berada di Blok H. Penyebaran ini menunjukkan bahwa api bergerak cukup cepat sebelum seluruh titik berhasil dikendalikan petugas.

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 540 meter persegi. Besarnya wilayah yang terbakar membuat kerugian material diperkirakan cukup signifikan, khususnya bagi pemilik lapak dan pedagang sandang.

Pasar Tegal Gubug dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan tekstil dan pakaian yang ramai di wilayah Cirebon. Karena itu, kebakaran ini langsung menarik perhatian warga, pedagang, dan masyarakat dari kawasan sekitar.

Dugaan Korsleting Menjadi Pemicu Awal

Berdasarkan pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari instalasi kabel yang terhubung dengan meteran listrik atau kWh. Titik awal tersebut berada di bagian tengah sisi barat Blok E.

Percikan listrik yang muncul diduga menyambar salah satu lapak di sekitar lokasi. Material dagangan yang mudah terbakar kemudian membuat api berkembang dalam waktu singkat.

Kebakaran Pasar Sandang Tegal

Sumber Gambar : DetikNews

Kondisi angin pada malam kejadian turut mempercepat penjalaran api. Tiupan yang cukup kuat membawa panas dan percikan menuju lapak lain yang posisinya saling berdekatan.

Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, penyebab pasti tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Penyelidikan menyeluruh dibutuhkan untuk memastikan sumber kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang.

Warga Berusaha Melawan Api dengan Alat Seadanya

Sebelum petugas pemadam tiba, warga bersama tim keamanan pasar telah berusaha melakukan penanganan awal. Mereka menggunakan perlengkapan yang tersedia untuk menahan kobaran agar tidak meluas.

Upaya tersebut tidak mampu sepenuhnya mengendalikan keadaan karena api membesar dengan cepat. Situasi menjadi semakin sulit ketika kobaran menyambar lapak lain dan menghasilkan asap tebal.

Warga kemudian meminta bantuan anggota Babinsa Tegal Gubug dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran. Laporan itu segera ditindaklanjuti dengan mengirimkan petugas dari sektor Arjawinangun.

Kepanikan sempat muncul di sekitar lokasi karena api terlihat semakin besar. Banyak warga berusaha menyelamatkan barang dan mengamankan area sambil menunggu armada pemadam datang.

Empat Mobil Pemadam Dikerahkan ke Lokasi

Petugas dari sektor Arjawinangun langsung melakukan penyiraman begitu tiba di kawasan pasar. Pada saat itu, api masih berkobar dan membakar sebagian besar lapak di Blok E.

Melihat luasnya kebakaran, bantuan tambahan dari sektor Sumber kemudian diberangkatkan. Penambahan personel dilakukan agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan terarah.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran serta satu kendaraan penyuplai air dikerahkan. Armada tersebut digunakan untuk menjangkau titik api dan menjaga ketersediaan air selama operasi berlangsung.

Setelah melalui proses penanganan intensif, kobaran api akhirnya dapat dipadamkan. Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang kembali memicu kebakaran.

Kerumunan Warga Sempat Menghambat Pemadaman

Kebakaran Pasar Sandang Tegal menjadi tontonan banyak warga yang datang ke sekitar lokasi. Pedagang dari blok lain juga memenuhi kawasan untuk melihat kondisi lapak dan memastikan keamanan barang dagangan.

Kerumunan yang semakin padat membuat ruang gerak petugas sempat terganggu. Mobil pemadam dan personel membutuhkan akses terbuka agar dapat mencapai titik api tanpa hambatan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu menjaga jarak ketika proses pemadaman berlangsung. Kehadiran warga dalam jumlah besar dapat memperlambat penanganan dan meningkatkan risiko keselamatan.

Aparat dan pengelola pasar perlu menyiapkan jalur darurat yang tidak boleh terhalang. Pengaturan akses semacam ini penting, terutama di kawasan perdagangan padat yang memiliki banyak lapak dan barang mudah terbakar.

Evaluasi Kelistrikan Pasar Perlu Segera Dilakukan

Kebakaran ini memperlihatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Kabel yang sudah tua, sambungan tidak standar, atau beban listrik berlebihan dapat menjadi sumber bahaya serius.

Pengelola pasar perlu mengevaluasi seluruh jaringan listrik di setiap blok. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional agar potensi korsleting dapat ditemukan sebelum menimbulkan kebakaran.

Selain kelistrikan, ketersediaan alat pemadam api ringan juga perlu diperhatikan. Setiap blok idealnya memiliki perlengkapan darurat yang mudah dijangkau oleh pedagang dan petugas keamanan.

Pelatihan penanganan kebakaran sederhana dapat membantu warga pasar bertindak lebih tepat. Respons cepat yang terorganisasi dapat mengurangi penyebaran api sambil menunggu petugas pemadam tiba.

Kesimpulan

Kebakaran Pasar Sandang Tegal Gubug menghanguskan 45 lapak di Blok E dan satu lapak di Blok H. Walaupun kerusakan material cukup luas, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa api muncul akibat korsleting listrik. Angin kencang dan jarak antar-lapak yang rapat diduga membuat kobaran menjalar dengan sangat cepat.

Keberhasilan pemadaman tidak lepas dari kerja petugas damkar, warga, tim keamanan, dan unsur terkait. Namun, kerumunan di lokasi menunjukkan perlunya pengaturan masyarakat saat kondisi darurat berlangsung.

Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bersama mengenai sistem kelistrikan, jalur evakuasi, alat pemadam, dan kesiapan petugas pasar. Pencegahan yang matang merupakan benteng pertama agar kejadian serupa tidak kembali membakar harapan para pedagang.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  lokal

Simak ulasan mendalam lainnya mengenai Warga Bekasi Dilanda Kekeringan, Antrean Panjang Warga Cibarusah Demi Air Bersih

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved