April 17, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Gambar Trump AI Yesus Viral, Dihapus Usai Dikecam Pendukung

Trump Posting Gambar AI Bergaya Yesus Tengah Malam, Dunia Guncang, Pendukung Murka, dan Gambar Pun Akhirnya Dihapus

JAKARTA, incaberita.co.id – Gambar Trump AI Yesus mendadak jadi perbincangan dunia. Presiden AS itu mengunggahnya di platform Truth Social pada Minggu malam 12 April 2026. Akibatnya, kecaman langsung mengalir bahkan dari kalangan pendukung setianya sendiri. Gambar itu menampilkan Trump mengenakan jubah putih panjang dengan selempang merah, berpose seperti sosok yang sedang menyembuhkan pria sakit di ranjang rumah sakit. Tidak sampai 13 jam setelah diunggah, gambar itu dihapus.

Selain itu, kontroversi gambar Trump AI Yesus ini muncul tepat di tengah pertengkaran antara Trump dan Paus Leo XIV. Paus yang baru ini mengkritik perang AS-Israel melawan Iran sebagai tidak manusiawi. Oleh karena itu, Trump langsung menyerang Paus di Truth Social dan menyebutnya lemah. Tak lama setelah itu, gambar AI Yesus pun muncul.

Isi Gambar Trump AI Yesus yang Viral di Seluruh Dunia

Gambar Trump AI Yesus Viral, Dihapus Usai Dikecam Pendukung

Sumber gambar : konteks.co.id

Gambar yang diunggah Trump di Truth Social itu dibuat dalam gaya lukisan klasik. Trump tampak mengenakan jubah putih panjang. Pakaian itu identik dengan sosok Yesus dalam banyak lukisan tradisional. Di satu tangannya ada bola cahaya bersinar. Sementara itu, tangan lainnya diletakkan di dahi pria yang berbaring di ranjang. Cahaya memancar dari kepala orang itu seolah sedang disembuhkan.

Selain itu, berbagai simbol kebanggaan Amerika memenuhi latar gambar. Ada elang botak, kembang api, Patung Liberty, dan pesawat tempur. Di sekitar Trump berdiri para dokter dan anggota militer dalam pose penuh kagum. Namun demikian, yang paling menarik perhatian adalah makhluk bertanduk bersayap di sudut gambar. Menurut laporan, makhluk itu tidak ada dalam versi asli yang beredar sebelumnya.

Ternyata gambar itu bukan kreasi baru. Seorang pendukung Trump dari kelompok MAGA sudah membuat gambar serupa beberapa bulan lalu. Bedanya, versi asli itu menampilkan tentara AS, bukan makhluk bersayap. Oleh karena itu, perubahan kecil ini langsung menarik perhatian para pengamat yang teliti.

Trump Dikecam Pendukungnya Sendiri, Disebut Blasfemi

Reaksi paling mengejutkan justru datang dari barisan pendukung Trump sendiri. Para evangelis dan Katolik konservatif yang selama ini setia membela Trump kali ini berbalik arah.

Marjorie Taylor Greene, salah satu pendukung paling vokal Trump, menyatakan keberatan secara terbuka. Ia tidak bisa memahami mengapa Trump memposting gambar itu. Bahkan, ia menyebut gambar tersebut mengandung semangat antikristus, bukan sekadar penistaan biasa.

Selain itu, influencer konservatif Riley Gaines juga angkat suara. Ia bertanya apakah Trump benar-benar sadar dengan dampak dari unggahannya. Oleh karena itu, berbagai tokoh dari komunitas Kristen konservatif pun ramai-ramai mendesak agar gambar itu segera diturunkan.

Sementara itu, organisasi Knight Templars International turut bereaksi. Mereka menyebut gambar itu ofensif dan meminta Trump menghapusnya secara terbuka.

Trump Hapus Gambar dan Klaim Itu Bukan Yesus tapi Dokter

Sekitar 13 jam setelah gambar diunggah, postingan itu hilang dari akun Truth Social Trump. Namun demikian, Trump tidak meminta maaf. Ia justru memberi penjelasan yang mengundang lebih banyak pertanyaan.

Saat ditanya wartawan di luar Oval Office, Trump mengaku memang yang mengunggah gambar itu. Tapi ia membantah gambar itu menampilkannya sebagai Yesus. Menurutnya, itu adalah dirinya sebagai dokter yang berkaitan dengan Palang Merah.

Selain itu, Trump menyalahkan media atas tafsiran yang menurutnya salah. Ia bersikeras gambar itu seharusnya dipahami sebagai dirinya yang menyembuhkan orang. Akibatnya, pernyataan ini justru memicu lebih banyak kritik dari publik yang merasa penjelasannya tidak masuk akal.

Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance mencoba meredam kontroversi. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menyebut unggahan itu hanya lelucon. Menurutnya, Trump menghapusnya karena sadar banyak orang tidak mengerti humornya.

Konteks: Pertengkaran Trump dengan Paus Leo XIV

Untuk memahami mengapa gambar AI Yesus itu muncul, perlu dilihat hubungan Trump dan Paus Leo XIV yang makin memanas.

Paus Leo XIV adalah paus pertama yang lahir di Amerika Serikat. Ia dikenal berani bicara soal isu global termasuk perang. Ketika perang AS-Israel melawan Iran pecah, Leo mengkritik keras dan menyebut konflik itu tidak manusiawi. Akibatnya, Trump merasa tersinggung.

Malam sebelum gambar AI muncul, Trump menulis panjang di Truth Social menyerang Leo. Ia menyebut Paus itu lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Namun demikian, Paus Leo merespons dengan tenang. Ia menyatakan tidak takut pada pemerintahan Trump dan akan terus berbicara sesuai pesan Injil.

Selain itu, Leo menegaskan bahwa Gereja bukan lembaga politik. Oleh karena itu, ia tidak memandang kebijakan luar negeri dengan cara yang sama seperti Trump. Peran Gereja, katanya, adalah membawa damai.

Reaksi Paus Leo dan Tokoh Agama Dunia

Kontroversi gambar AI ini menambah ketegangan antara Trump dan umat Katolik global. Namun demikian, Paus Leo merespons dengan tenang dan jauh dari nada Trump.

Dalam pernyataan kepada wartawan di pesawat kepausan menuju Aljazair, Leo berkata bahwa pesan Injil tidak boleh disalahgunakan. Ia menegaskan bahwa Gereja hadir untuk membawa damai. Oleh karena itu, misi itu tidak akan ia kompromikan demi tekanan politik dari siapapun.

Selain itu, berbagai pemimpin agama Kristen dari seluruh dunia turut angkat suara. Mereka menilai penggunaan citra Yesus untuk tujuan politik adalah penistaan yang serius. Ini berlaku terlepas dari niat si pengunggah.

Bukan Pertama Kali Trump Posting Gambar AI Kontroversial

Insiden ini bukan yang pertama kali. Pada Mei 2025, Trump pernah membagikan gambar AI dirinya mengenakan jubah kepausan mewah lengkap dengan kalung salib emas. Gambar itu juga sempat menuai kritik. Namun demikian, skalanya tidak sebesar kali ini.

Yang membedakan adalah konteksnya. Kali ini gambar muncul tepat saat Trump berkonflik terbuka dengan Paus Leo XIV yang tengah menjabat. Selain itu, pola ini menunjukkan bahwa Trump cenderung menggunakan gambar AI religius saat ia berseteru dengan tokoh agama. Para pengamat menilai ini bukan kebetulan melainkan bagian dari strategi untuk memprovokasi sekaligus menghibur pendukungnya.

Gambar Trump AI Yesus dan Pertanyaan tentang Batas Kebebasan Berekspresi

Kontroversi ini memunculkan perdebatan yang lebih luas. Di satu sisi, Trump dan pendukungnya menyebut ini sebagai humor biasa. Di sisi lain, komunitas Kristen global menilai penggunaan citra Yesus untuk kepentingan politik tidak bisa disamakan dengan lelucon.

Yang jelas dari kontroversi gambar Trump AI Yesus ini adalah bahwa bahkan di antara pendukung paling setianya pun ada batas yang tidak boleh dilampaui. Dan pada 12 April 2026, Trump tampaknya telah menyentuh batas itu.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved