July 22, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Kebakaran Besar di Kemayoran Hanguskan 250 Rumah dan Usir 620 Jiwa dari Tempat Tinggal, 33 Armada Damkar Berjuang Semalaman

Baru Pulang Ngojek Api Sudah Besar dan Istri Sedang Sakit di Dalam Rumah, Kisah Paling Menyentuh dari Malam Kebakaran Kemayoran

JAKARTA, incaberita.co.id – Kebakaran besar di Kemayoran menjadi bencana yang menghancurkan ratusan keluarga dalam satu malam. Api berkobar di kawasan Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat pada Senin malam 1 Juni 2026. Korsleting listrik diduga jadi pemicunya. Dalam waktu singkat, kobaran api melahap 250 rumah warga yang berhimpit rapat di sepanjang gang. Hasilnya sangat menyakitkan — 620 jiwa atau 330 kepala keluarga kehilangan atap di atas kepala mereka sebelum fajar tiba. Tiga warga mengalami luka dan harus dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, kebakaran besar di Kemayoran ini membutuhkan penanganan yang sangat besar. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 33 armada pemadam kebakaran dan 100 personel untuk melawan api. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, Brimob, dan pemerintah daerah juga turut dikerahkan sebanyak 200 personel untuk membantu evakuasi warga.

Kebakaran Besar di Kemayoran, Ini Kronologi Kejadiannya

Kebakaran-besar-melanda-kawasan-permukiman-padat-penduduk-di-Kemayoran_upscayl_2x_upscayl-standard-4x

Sumber gambar : prohaba.tribunnews.com

Senin malam 1 Juni 2026, warga RT 002 RW 04 Kelurahan Kebon Kosong sedang beraktivitas seperti biasa ketika tiba-tiba api mulai berkobar dari salah satu rumah di kawasan Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat dari satu rumah ke rumah lainnya dibantu angin malam dan kepadatan bangunan yang sangat tinggi di kawasan itu.

Kepala Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 20.55 WIB. Tim pertama langsung bergerak menuju lokasi begitu sinyal diterima. Namun jarak dan padatnya lalu lintas malam menjadi hambatan tersendiri sebelum armada bisa masuk ke dalam gang-gang sempit.

Akibatnya, situasi di lapangan jauh lebih buruk dari yang diperkirakan. Saat petugas tiba, api sudah menjalar luas. Bangunan yang berhimpit rapat satu sama lain menjadi jalan tol bagi kobaran api. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan langit Kemayoran berwarna jingga terang ditembus lidah api yang sangat besar.

Kesaksian Warga: Baru Pulang Ngojek, Api Sudah Besar

Di balik angka yang tertulis di laporan, ada kisah nyata yang jauh lebih menyentuh. Supriatin, warga yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gabungan RT di RW 04 Kebon Kosong, mengungkap betapa mencekamnya malam itu.

Ia baru tiba di rumah setelah seharian menarik ojek online. Langkah pertama yang ia lakukan saat turun dari motor bukan masuk ke dalam, melainkan menatap ke arah langit yang sudah memerah. Api sudah menjalar besar. Yang langsung terlintas di benaknya bukan barang berharga, melainkan istrinya yang sedang terbaring sakit di dalam rumah. Ia menerobos masuk, menggotong istrinya keluar melewati kepulan asap. Tiga anggota keluarganya selamat, tapi rumah tempat mereka berlindung selama bertahun-tahun tidak bisa diselamatkan.

Ratusan orang mengalami kepanikan serupa malam itu. Banyak yang keluar hanya dengan pakaian di badan. Foto keluarga, sertifikat, dan kenangan panjang ludes tanpa sisa bersama kobaran api yang tidak mengenal kompromi.

250 Rumah Hangus, 620 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Skala kerusakan dari kebakaran besar di Kemayoran ini sangat mengejutkan. Hasil pendataan menyebutkan sebanyak 250 rumah hangus terbakar. Seluruh bangunan di kawasan RT 002 RW 04 yang merupakan salah satu permukiman terpadat di Kemayoran praktis rata dengan tanah.

Data terbaru yang dikonfirmasi pada Selasa 2 Juni 2026 menyebutkan sekitar 620 jiwa atau 330 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran ini. Namun angka itu masih terus diverifikasi oleh aparat setempat mengingat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung sebelumnya menyebutkan kawasan yang terbakar itu dihuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga.

Selain itu, tiga warga mengalami luka-luka dalam kebakaran ini. Dua korban bernama Puput dan Dika dirawat di RS Hermina Kemayoran. Satu korban lainnya bernama Suparno mendapat perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Seluruh korban luka sudah mendapat penanganan medis.

33 Armada Damkar dan 200 Personel Gabungan Dikerahkan

Kebakaran besar di Kemayoran ini mendapat respons dari berbagai pihak sekaligus. Gulkarmat DKI mengerahkan 33 unit kendaraan pemadam dan 100 petugasnya ke lokasi. Namun melawan api di gang-gang sempit adalah pekerjaan yang jauh lebih sulit dari memadamkan di area terbuka.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung turut hadir langsung di lokasi. Ia memimpin aparat gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, Polda Metro Jaya, TNI, dan Brimob. Total sekitar 200 personel terjun membantu warga. Mereka tidak hanya membantu evakuasi, tapi juga menjaga keamanan di sekitar lokasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa ruas jalan di sekitar lokasi kebakaran juga ditutup sementara. Langkah itu membuka jalur bagi kendaraan damkar dan ambulans agar bisa bergerak lebih cepat tanpa terganjal kemacetan.

Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab

Penyelidikan awal menyebut korsleting listrik sebagai dugaan pemicu kebakaran besar di Kemayoran ini. Penyebab spesifiknya masih terus ditelusuri oleh penyidik. Namun jika dugaan itu terbukti, ini bukan kabar yang mengejutkan mengingat kondisi instalasi listrik di banyak permukiman padat Jakarta.

Di kawasan seperti Kemayoran Gempol, banyak rumah berdiri saling berhimpit dengan kabel-kabel listrik yang melewati jalur tidak standar. Usia jaringan yang sudah tua ditambah beban pemakaian yang tinggi menjadi kombinasi berbahaya yang tinggal menunggu waktu. Satu loncatan arus di titik yang salah sudah cukup untuk memulai kobaran yang menghancurkan ratusan rumah sebelum pagi.

DPRD DKI Kritik Keras: Mitigasi Lemah, Kebakaran Berulang di Lokasi Sama

Kebakaran besar di Kemayoran ini langsung menuai kritik keras dari DPRD DKI Jakarta. Anggota Fraksi NasDem Riano P Ahmad menyebut kejadian ini sebagai cermin kegagalan sistemik yang sudah berlangsung lama.

Riano menegaskan bahwa bencana ini seharusnya tidak perlu terjadi. Titik yang sama sudah pernah terbakar sebelumnya. Namun tidak ada tindakan nyata yang dilakukan pemerintah untuk memutus siklus kebakaran berulang itu. Ia menyebut kondisi ini memprihatinkan karena ratusan keluarga kembali menjadi korban atas persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak jauh hari.

Oleh karena itu, Riano mendesak pemerintah DKI segera melakukan pemetaan serius kawasan rawan kebakaran. Selain itu, edukasi warga soal bahaya instalasi listrik dan pemeriksaan rutin jaringan listrik di permukiman padat harus menjadi program yang benar-benar berjalan, bukan sekadar wacana yang berulang setiap kali musibah terjadi.

Penutup: 620 Jiwa Menanti Kepastian Tempat Tinggal

Malam ini 620 jiwa tidur di tempat pengungsian, jauh dari rumah yang sudah mereka huni bertahun-tahun. Kebakaran besar di Kemayoran malam 1 Juni 2026 bukan sekadar bencana alam sesaat. Ini adalah cermin dari persoalan yang lebih dalam tentang keamanan permukiman padat, lemahnya mitigasi kebakaran, dan perlunya langkah nyata pemerintah untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang lagi di titik yang sama.

Pemerintah DKI Jakarta kini dihadapkan pada dua tugas sekaligus: memastikan 620 jiwa itu mendapat tempat tinggal sementara yang layak, dan membangun sistem pencegahan yang benar-benar bekerja agar api tidak kembali menelan segalanya di malam yang lain.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Lokal

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved