June 3, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Kebakaran Besar di Kemayoran Hanguskan 250 Rumah dan Usir 620 Jiwa dari Tempat Tinggal, 33 Armada Damkar Berjuang Semalaman

Baru Pulang Ngojek Api Sudah Besar dan Istri Sedang Sakit di Dalam Rumah, Kisah Paling Menyentuh dari Malam Kebakaran Kemayoran

JAKARTA, incaberita.co.id – Kebakaran besar di Kemayoran meluluhlantakkan kawasan permukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat pada Senin malam 1 Juni 2026. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu menjalar dengan cepat ke seluruh penjuru gang dan menghanguskan 250 rumah warga. Sebanyak 620 jiwa atau 330 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dalam semalam. Tiga warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Selain itu, kebakaran besar di Kemayoran ini membutuhkan penanganan yang sangat besar. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 33 armada pemadam kebakaran dan 100 personel untuk melawan api. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, Brimob, dan pemerintah daerah juga turut dikerahkan sebanyak 200 personel untuk membantu evakuasi warga.

Kebakaran Besar di Kemayoran, Ini Kronologi Kejadiannya

Kebakaran-besar-melanda-kawasan-permukiman-padat-penduduk-di-Kemayoran_upscayl_2x_upscayl-standard-4x

Sumber gambar : prohaba.tribunnews.com

Senin malam 1 Juni 2026, warga RT 002 RW 04 Kelurahan Kebon Kosong sedang beraktivitas seperti biasa ketika tiba-tiba api mulai berkobar dari salah satu rumah di kawasan Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat dari satu rumah ke rumah lainnya dibantu angin malam dan kepadatan bangunan yang sangat tinggi di kawasan itu.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima petugasnya pada pukul 20.55 WIB. Begitu laporan masuk, pengerahan awal langsung dilakukan dari Kantor Sektor III Kemayoran menggunakan mobil pemadam jenis medium pressure.

Namun kondisi di lapangan jauh lebih berat dari yang dibayangkan. Api sudah sangat besar saat petugas tiba. Kepadatan bangunan dan sempitnya gang-gang permukiman mempersulit manuver armada pemadam. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api yang sangat besar dengan asap hitam tebal membubung tinggi ke langit Jakarta Pusat.

Kesaksian Warga: Baru Pulang Ngojek, Api Sudah Besar

Di balik angka-angka yang mengejutkan, ada kisah nyata warga yang kehilangan segalanya dalam semalam. Supriatin, seorang warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW 04 Kebon Kosong, menceritakan kepanikan yang ia rasakan saat mendapati kebakaran besar di Kemayoran itu sudah menjalar ke dekat rumahnya.

Supriatin mengisahkan bahwa ia baru saja pulang dari bekerja sebagai ojek online ketika melihat api sudah berkobar besar. Yang membuatnya semakin panik adalah kondisi istrinya yang sedang sakit dan masih berada di dalam rumah. Ia bergegas masuk menyelamatkan sang istri. Meski sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal, seluruh anggota keluarga Supriatin yang berjumlah tiga orang akhirnya berhasil selamat.

Kisah Supriatin hanyalah satu dari ratusan cerita serupa yang dialami warga malam itu. Ratusan orang berlarian keluar rumah menyelamatkan diri. Sebagian besar hanya sempat membawa pakaian di badan. Barang berharga, dokumen penting, dan kenangan bertahun-tahun ludes bersama api yang tidak memberi ampun.

250 Rumah Hangus, 620 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Skala kerusakan dari kebakaran besar di Kemayoran ini sangat mengejutkan. Hasil pendataan menyebutkan sebanyak 250 rumah hangus terbakar. Seluruh bangunan di kawasan RT 002 RW 04 yang merupakan salah satu permukiman terpadat di Kemayoran praktis rata dengan tanah.

Data terbaru yang dikonfirmasi pada Selasa 2 Juni 2026 menyebutkan sekitar 620 jiwa atau 330 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran ini. Namun angka itu masih terus diverifikasi oleh aparat setempat mengingat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung sebelumnya menyebutkan kawasan yang terbakar itu dihuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga.

Selain itu, tiga warga mengalami luka-luka dalam kebakaran ini. Dua korban bernama Puput dan Dika dirawat di RS Hermina Kemayoran. Satu korban lainnya bernama Suparno mendapat perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Seluruh korban luka sudah mendapat penanganan medis.

33 Armada Damkar dan 200 Personel Gabungan Dikerahkan

Kebakaran besar di Kemayoran ini mendapat respons masif dari aparat. Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 33 unit armada pemadam kebakaran dan 100 personel untuk memadamkan api yang terus merambat. Kendati begitu, kondisi permukiman yang sangat padat dan sempitnya akses jalan membuat proses pemadaman berlangsung sangat sulit.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung memimpin langsung penanganan di lapangan. Ia menurunkan aparat gabungan dari kepolisian, Polda Metro Jaya, TNI, dan Brimob sebanyak sekitar 200 personel. Tugas mereka bukan hanya membantu evakuasi warga, tapi juga mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dan mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.

Penutupan sejumlah ruas jalan menuju lokasi kebakaran juga dilakukan untuk memperlancar akses keluar masuk armada pemadam dan ambulans. Langkah itu cukup membantu meski tetap tidak mudah mengingat padatnya kawasan tersebut.

Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab

Penyelidikan awal mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran besar di Kemayoran ini. Dugaan itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik. Namun jika dugaan itu terbukti, ini menjadi pengingat keras tentang bahaya instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan di kawasan permukiman padat.

Korsleting listrik memang menjadi penyebab dominan kebakaran di Jakarta dari tahun ke tahun. Di kawasan padat seperti Kemayoran, risiko itu berlipat ganda karena banyak rumah yang berdiri saling menempel dengan instalasi listrik yang sudah tua atau tidak terpasang dengan benar. Satu titik korsleting bisa menjadi awal dari kebakaran yang menghancurkan ratusan rumah dalam hitungan jam.

DPRD DKI Kritik Keras: Mitigasi Lemah, Kebakaran Berulang di Lokasi Sama

Kebakaran besar di Kemayoran ini langsung memantik kritik keras dari legislator DPRD DKI Jakarta. Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI Riano P Ahmad menyebut insiden ini sebagai bukti nyata betapa lemahnya upaya pencegahan kebakaran di wilayah padat penduduk ibu kota.

Yang membuat kritik Riano semakin tajam adalah fakta bahwa kebakaran ini terjadi di lokasi yang sama dengan kejadian serupa sebelumnya. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah preventif yang nyata untuk mencegah kebakaran berulang di titik yang sama. Riano mengaku miris melihat sekitar 330 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah.

Riano meminta pemerintah DKI tidak hanya fokus pada penanganan saat kebakaran terjadi. Pemetaan wilayah rawan kebakaran, edukasi masyarakat tentang keamanan listrik, dan pengawasan instalasi listrik secara rutin harus segera dilakukan terutama di kawasan padat penduduk yang rawan seperti Pasar Jiung Kemayoran.

Penutup: 620 Jiwa Menanti Kepastian Tempat Tinggal

Malam ini 620 jiwa tidur di tempat pengungsian, jauh dari rumah yang sudah mereka huni bertahun-tahun. Kebakaran besar di Kemayoran malam 1 Juni 2026 bukan sekadar bencana alam sesaat. Ini adalah cermin dari persoalan yang lebih dalam tentang keamanan permukiman padat, lemahnya mitigasi kebakaran, dan perlunya langkah nyata pemerintah untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang lagi di titik yang sama.

Pemerintah DKI Jakarta kini dihadapkan pada dua tugas sekaligus: memastikan 620 jiwa itu mendapat tempat tinggal sementara yang layak, dan membangun sistem pencegahan yang benar-benar bekerja agar api tidak kembali menelan segalanya di malam yang lain.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Lokal

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved