June 14, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Bahlil Bantah Kelangkaan Batubara Jadi Pemicu Mati Lampu Bergilir, Penugasan 170 Juta Ton Sudah Terpenuhi

Jika Batubara Tidak Langka dan Mesin Sedang Diperbaiki, Kapan Tepatnya Mati Lampu Akan Berhenti, Pertanyaan yang Paling Ditunggu Warga

JAKARTA, incaberita.co.id – Bahlil bantah kelangkaan batubara menjadi penyebab mati lampu bergilir di berbagai wilayah Indonesia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bantahan itu kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam 11 Juni 2026. Menurutnya pasokan batubara untuk pembangkit listrik nasional masih sangat aman. Penugasan pasokan dalam negeri sudah mencapai 170 juta ton.

Selain itu, Bahlil bantah kelangkaan batubara ini muncul di tengah banyaknya keluhan warga di media sosial. Banyak warga di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, hingga Pulau Madura mengeluh soal mati lampu yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, Bahlil turun langsung memberi klarifikasi agar masyarakat tidak terpancing isu yang tidak benar.

Bahlil Bantah Kelangkaan Batubara, Ini Pernyataan Lengkapnya

Bahlil Bantah Kelangkaan Batubara Jadi Pemicu Mati Lampu Bergilir, Penugasan 170 Juta Ton Sudah Terpenuhi

Sumber gambar : listrikindonesia.com

Bahlil tidak ragu-ragu dalam menyampaikan bantahannya. Pada malam itu ia masih mengikuti rapat bersama direksi PLN di kantor untuk membahas persoalan pemadaman listrik secara mendalam. Di sela-sela agenda itu ia meluangkan waktu untuk memberi penjelasan kepada publik melalui konferensi pers.

Bahlil menyebut penugasan batubara nasional sudah mencapai 170 juta ton. Angka itu adalah jumlah batubara yang sudah ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri termasuk kebutuhan pembangkit PLN. Dengan stok sebesar itu, klaim soal batubara langka sama sekali tidak berdasar.

Selain itu, Bahlil juga membantah isu yang beredar soal kemungkinan pemadaman listrik besar-besaran atau pemadaman bergilir yang lebih luas. Ia meminta masyarakat tidak mempercayai kabar yang tidak bisa diverifikasi kebenarannya tentang krisis listrik yang lebih parah dari yang sesungguhnya terjadi.

Bahlil Bantah Kelangkaan Batubara, Ini Penyebab Sebenarnya Mati Lampu

Lalu apa penyebab sebenarnya? Bahlil memberi penjelasan yang jelas. Gangguan listrik yang menyebabkan mati lampu di sejumlah daerah bukan karena kekurangan bahan bakar. Namun demikian, penyebabnya adalah kerusakan teknis pada beberapa mesin pembangkit listrik milik PLN.

Masalah teknis pada mesin pembangkit berbeda dari masalah bahan bakar. Mesin bisa rusak atau butuh perawatan darurat kapan saja tanpa ada kaitan dengan stok batubara. Akibatnya ketika beberapa mesin bermasalah sekaligus, kapasitas listrik turun dan mati lampu pun terjadi.

Oleh karena itu, Bahlil menegaskan PLN sudah tahu lokasi-lokasi mesin yang bermasalah dan sedang memperbaikinya. Pemerintah bersama PLN juga berkomitmen menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.

Jubir ESDM Perkuat Bantahan Bahlil soal Kelangkaan Batubara

Bantahan tidak hanya datang dari Bahlil. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia lebih dahulu turun berbicara pada Kamis 11 Juni 2026. Ia memastikan stok batubara nasional tidak mengalami tekanan apapun yang mengancam keberlangsungan pasokan ke pembangkit listrik.

Dwi menegaskan semua informasi soal pemadaman luas akibat krisis energi adalah tidak benar. Ia meminta masyarakat tenang dan tidak mudah terpancing narasi yang belum tentu akurat. Menurutnya gangguan yang terjadi murni bersifat teknis dan tidak ada kaitannya dengan ketersediaan bahan bakar pembangkit.

Selain itu, Dwi memastikan koordinasi antara Kementerian ESDM dan PLN sudah berjalan aktif. Langkah-langkah pencegahan juga sudah disiapkan agar situasi serupa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.

Wilayah Terdampak: Dari Jawa Barat hingga Madura

Pemadaman listrik yang menjadi latar belakang ramainya isu kelangkaan batubara ini terjadi di beberapa wilayah sekaligus dalam waktu yang berdekatan. PLN sebelumnya sudah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi.

Pemadaman listrik yang memicu ramainya isu kelangkaan batubara ini tidak terjadi di satu dua tempat. Jawa Barat menjadi wilayah yang paling banyak terdampak. Puluhan kota dan kabupaten di provinsi itu mengalami gangguan secara bergantian dalam beberapa hari. Wilayah-wilayah di koridor barat, tengah, dan selatan Jawa Barat semuanya merasakan dampaknya.

Di kawasan Banten, termasuk area BSD dan Tangerang Selatan, warga juga mengalami situasi serupa. Jawa Timur dan Pulau Madura tidak luput dari gangguan yang sama. PLN sudah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Pihak PLN menjelaskan bahwa penghentian aliran listrik yang terjadi berkaitan dengan kondisi teknis sejumlah unit pembangkit yang memerlukan penanganan segera.

Bahlil Bantah Kelangkaan Batubara Berkat DMO 25 Persen yang Sudah Berjalan

Di balik bantahan Bahlil, ada kebijakan yang menjadi dasar keamanan pasokan batubara dalam negeri. Pemerintah sudah menetapkan aturan Domestic Market Obligation atau DMO batubara sebesar 25 persen dari total hasil tambang nasional.

Aturan itu mewajibkan setiap perusahaan tambang batubara mengalokasikan seperempat produksi mereka untuk kebutuhan dalam negeri. Tujuannya agar pembangkit listrik nasional selalu dapat pasokan batubara yang cukup dengan harga terjaga.

Oleh karena itu, kelangkaan batubara untuk PLN secara struktural memang sangat sulit terjadi. Kecuali ada gangguan logistik besar atau bencana, stok batubara untuk pembangkit seharusnya selalu terjaga. Inilah yang menjadi dasar keyakinan Bahlil saat membantah isu kelangkaan.

PLN Tegaskan Pemulihan Terus Berjalan

PLN sebagai pengelola jaringan listrik nasional sudah angkat bicara. Perusahaan listrik negara itu menyampaikan permohonan maaf kepada semua pelanggan yang mengalami gangguan. Mereka memastikan tim teknis sudah turun ke lapangan untuk menangani setiap titik yang bermasalah.

Namun demikian, PLN menegaskan bahwa penghentian aliran listrik yang terjadi bukan cerminan dari krisis pasokan energi. Semua gangguan berkaitan langsung dengan kondisi teknis unit pembangkit yang membutuhkan penanganan.

Bahlil sendiri membenarkan bahwa proses pemulihan terus berlangsung meski belum sepenuhnya maksimal. Oleh karena itu ia menegaskan pemerintah tidak akan menunggu lama dan akan mempercepat seluruh proses perbaikan agar layanan listrik kembali normal di semua wilayah yang terkena dampak.

Penutup: Bahlil Bantah Kelangkaan Batubara, Masalah Teknis Harus Segera Selesai

Bahlil bantah kelangkaan batubara sudah memberikan klarifikasi yang penting bagi publik. Pasokan batubara aman. Penugasan 170 juta ton sudah terpenuhi. Penyebab pemadaman adalah masalah teknis mesin pembangkit yang sedang dalam perbaikan.

Tapi bantahan itu juga harus diikuti oleh langkah nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selama mesin-mesin pembangkit yang rusak belum sepenuhnya pulih, pemadaman masih berpotensi terjadi. Masyarakat di wilayah yang terdampak tentu berharap perbaikan bisa dilakukan lebih cepat dari yang dijanjikan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Lokal

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved