May 31, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Respon Bahlil Lagu MBG Jadi Sorotan, Golkar Malah Sebut Kreativitas Netizen

Respon Bahlil Lagu MBG Viral, Golkar Sebut Kreativitas Netizen

Jakarta, incaberita.co.idRespon Bahlil lagu MBG atau Mas Bahlil Ganteng tengah menjadi perbincangan setelah lagu tersebut ramai digunakan di TikTok, Instagram, hingga berbagai platform media sosial lainnya. Lagu bernuansa humor itu sukses menarik perhatian warganet karena liriknya yang unik, absurd, dan mudah diingat.

Alih-alih tersinggung, Partai Golkar justru memberikan tanggapan santai terhadap fenomena viral tersebut. Sejumlah petinggi partai menyebut lagu itu sebagai bentuk kreativitas masyarakat di era digital.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya internet mampu mengubah potongan komentar warganet menjadi tren nasional yang bahkan ikut menyeret nama tokoh politik ke dalam percakapan publik.

Asal Usul Lagu MBG yang Viral di Media Sosial

Respon Bahlil Lagu MBG Viral

Image Source: INCABERITA

Lagu MBG merupakan singkatan dari Mas Bahlil Ganteng. Lagu tersebut diduga berasal dari rangkaian komentar netizen yang kemudian diolah menggunakan teknologi AI menjadi sebuah lagu dengan nada ringan dan menghibur.

Salah satu bagian yang paling sering dikutip berbunyi:

“Buah apa yang paling manis? Buaahlil.”

Lirik-lirik seperti itu membuat banyak pengguna media sosial menjadikan lagu tersebut sebagai latar video hiburan. Dalam waktu singkat, sound MBG menyebar luas dan memunculkan berbagai versi konten kreatif.

Fenomena ini tidak hanya menunjukkan kekuatan algoritma media sosial, tetapi juga bagaimana humor digital dapat membentuk tren yang sulit diprediksi.

Respon Bahlil Lagu MBG Menurut Golkar

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan lagu yang sedang viral tersebut. Bahkan, Golkar menilai lagu itu cukup lucu dan menghibur.

Menurut Sarmuji, lagu MBG merupakan bagian dari kreativitas netizen yang muncul secara spontan. Ia juga menyebut bahwa jika masyarakat merasa senang dengan lagu tersebut, maka Golkar tidak memiliki alasan untuk mempersoalkannya.

Tidak hanya itu, Golkar juga menilai viralnya lagu tersebut sebagai bentuk perhatian publik terhadap sosok Bahlil Lahadalia yang saat ini menjabat sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

Golkar Bantah Lagu MBG Berisi Sindiran

Di tengah ramainya pembahasan lagu tersebut, muncul pula anggapan bahwa lirik MBG mengandung unsur sindiran atau sarkasme. Namun, Golkar membantah asumsi tersebut.

Sarmuji menyatakan dirinya tidak melihat adanya unsur body shaming maupun ejekan dalam lagu itu. Sebaliknya, ia menganggap kata “ganteng” dalam konteks lagu tersebut lebih dekat dengan bentuk apresiasi dan candaan khas media sosial.

Pandangan ini menunjukkan bahwa Golkar memilih membaca fenomena tersebut dari sisi positif dibanding menganggapnya sebagai serangan politik atau kritik personal.

Bahlil Disebut Hanya Tertawa Menanggapi Lagu Viral

Respons serupa juga datang dari Wakil Ketua Umum Golkar, Idrus Marham. Ia mengatakan Bahlil tidak merasa terganggu dengan viralnya lagu MBG.

Menurut Idrus, Bahlil justru menanggapi fenomena itu dengan santai dan tertawa. Ia menyebut bahwa dalam dunia politik, menjadi viral berarti masih mendapat perhatian dari masyarakat.

Idrus juga menekankan bahwa kreativitas masyarakat tidak perlu dibatasi selama tidak menyentuh isu sensitif seperti rasial atau penghinaan yang berlebihan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Golkar berusaha mengambil pendekatan yang lebih adaptif terhadap budaya digital yang berkembang di kalangan masyarakat.

Fenomena Politik dan Budaya Viral yang Semakin Dekat

Kasus lagu MBG menunjukkan bahwa batas antara politik dan budaya internet semakin tipis. Jika dahulu politisi hanya muncul melalui pemberitaan formal, kini mereka bisa menjadi bagian dari tren hiburan yang lahir dari kreativitas netizen.

Fenomena semacam ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial telah mengubah cara publik berinteraksi dengan figur politik. Tidak selalu melalui kritik atau dukungan formal, tetapi juga melalui meme, lagu viral, hingga konten humor.

Bagi sebagian tokoh, fenomena seperti ini bisa menjadi tantangan. Namun bagi yang mampu merespons dengan santai, tren viral justru dapat menjadi sarana mendekatkan diri dengan publik.

Penutup

Respon Bahlil lagu MBG menjadi perhatian karena berbeda dari respons yang biasanya muncul ketika tokoh publik menjadi bahan candaan di media sosial. Alih-alih marah atau mempermasalahkan, Golkar memilih melihat lagu tersebut sebagai kreativitas netizen yang menghibur.

Sikap santai yang ditunjukkan Golkar dan Bahlil memperlihatkan bahwa fenomena viral tidak selalu harus disikapi secara defensif. Di era digital saat ini, humor, kreativitas, dan budaya internet telah menjadi bagian dari cara masyarakat berkomunikasi, termasuk dengan para tokoh politik.

Baca Juga Konten Dengan Kategori Terkait Tentang: Lokal

Baca Juga Artikel Dari: Usut Kasus Saham Gorengan: Pola Lama, Dampak Baru

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved