Perang Israel dan Iran 2026: Kronologi Lengkap dari Bom Pertama hingga Rudal di Hari Ke-15
JAKARTA, incaberita.co.id – Perang Israel dan Iran 2026 bukan perang biasa. Bukan sekadar pertukaran rudal antar dua negara yang sudah lama bermusuhan. Konflik ini dalam 15 hari berhasil menutup jalur minyak 20 persen dunia, menyeret NATO, menewaskan lebih dari 1.700 orang, dan mengancam daratan Amerika Serikat dengan skenario drone yang belum pernah ada sebelumnya. However, yang paling mengejutkan bukan ledakannya. Yang paling mengejutkan adalah bahwa tiga hari sebelum bom pertama jatuh, kesepakatan damai hampir tercapai.
Ini kronologi perang paling kompleks di abad ke-21 sejauh ini.
Sebelum Perang: Negosiasi yang Hampir Berhasil
Untuk memahami perang Israel dan Iran yang pecah 28 Februari 2026, kita perlu mundur ke awal bulan itu. Situasi memang tegang, tapi harapan belum putus. Indeed, Iran dan AS sedang dalam proses negosiasi nuklir tidak langsung yang dimediasi Oman. Situasi memang tegang, tapi belum putus harapan. In fact, pada 6 Februari 2026, pertemuan pertama berlangsung di Muskat. Specifically, Menlu Iran Abbas Araghchi tampil optimistis usai pertemuan itu. Ia menyebut kesepakatan bersejarah untuk mencegah konflik militer sudah hampir tercapai. Putaran kedua dijadwalkan di Jenewa.
However, di balik meja perundingan, mesin perang sudah berputar. Antara 15 dan 20 Februari, Iran tiba-tiba tingkatkan ekspor minyaknya tiga kali lipat dari biasanya. Cadangan penyimpanan minyak dalam negeri juga dikurangi drastis. Langkah itu belakangan dibaca analis sebagai persiapan menghadapi sanksi perang yang akan datang.
Subsequently, tibalah 23 Februari. Netanyahu menelepon Trump untuk memberitahu lokasi pertemuan Khamenei dengan para penasihat puncaknya. Dan pada 27 Februari pukul 15.38 waktu AS bagian timur, Trump memberi perintah dari dalam Air Force One yang sedang terbang menuju Texas. Operasi Epic Fury resmi dimulai.
Hari Pertama Perang Iran Israel: Ledakan di Teheran, Khamenei Tewas

Sumber gambar : Inca Berita
Pada 28 Februari 2026, dunia terbangun dengan kabar yang sulit dipercaya. Militer AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai target strategis di Iran secara bersamaan. Ratusan serangan udara dalam waktu singkat menghantam fasilitas militer, program rudal, dan kepemimpinan politik Iran.
Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan ke kompleks kediamannya. Moreover, sejumlah pejabat dan komandan militer senior Iran juga dilaporkan tewas. Moreover, Presiden AS Donald Trump merilis pernyataan video dari Mar-a-Lago. Ia menyebut tujuan operasi ini secara efektif adalah pergantian rezim. Additionally, ia meminta anggota IRGC meletakkan senjata dengan imbalan kekebalan hukum.
However, Iran tidak butuh waktu lama untuk merespons. Dalam hitungan jam, gelombang pertama rudal balistik Iran sudah mengudara. Drone-drone Iran menyusul menuju Israel dan pangkalan militer AS di berbagai negara Teluk. As a result, perang Israel dan Iran resmi dimulai sebagai konflik terbuka.
Berikut ini fakta-fakta dari hari pertama perang:
- AS dan Israel meluncurkan ratusan serangan udara ke Iran dalam satu malam
- Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan ke kompleks kediamannya
- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Shamkhani juga tewas
- Iran langsung melancarkan gelombang rudal balasan ke Israel dan pangkalan AS
- Pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, UEA, dan Yordania masuk zona tembak Iran
- Kota pelabuhan Bushehr ikut diserang; nasib reaktor nuklirnya sempat tidak jelas
- Sebuah sekolah dasar di kota Minab, selatan Iran, terkena serangan, menewaskan sedikitnya 150 orang
Latar Belakang: Siapa yang Mendorong Perang Ini?
Perang Israel dan Iran 2026 tidak muncul dari satu keputusan tunggal. Furthermore, ada beberapa pihak yang bekerja keras di balik layar untuk memastikan perang ini terjadi.
Menurut laporan Washington Post, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump beberapa kali. Tujuannya jelas: mendesak AS segera menyerang Iran. Consequently, keputusan Trump menyerang Iran datang setelah lobi berulang dari pemerintah Saudi dan Israel.
Menurut Senator Lindsey Graham dari Partai Republik, ia yang membuat argumen paling meyakinkan kepada Trump untuk menyerang Iran. Notably, Menlu AS Marco Rubio mengungkap alasan utama AS ikut menyerang. Jika AS tidak ikut, posisi pasukan Amerika di kawasan akan terancam. Jika AS tidak ikut, posisi pasukan Amerika di kawasan akan terancam.
Similarly, ada faktor internal Iran yang turut melemahkan posisi Teheran sebelum perang. Specifically, protes besar-besaran meletus sejak Desember 2025. Protes itu menyebar ke lebih dari 100 kota. Ini menjadi gerakan terbesar sejak revolusi 1979. Consequently, pemerintah Iran merespons dengan represi berdarah. Estimasi korban tewas versi LSM internasional mencapai 7.000 orang.
Kronologi Hari ke-2 hingga Hari ke-15
Berikut ini urutan eskalasi perang Israel dan Iran sejak hari kedua hingga 14 Maret 2026:
- Pertama, pada 1 Maret 2026, Iran melancarkan serangan balasan besar. Kapal tanker Skylight menjadi kapal pertama yang ditembak di Selat Hormuz. Dua awak India tewas.
- Kedua, pada 2 Maret 2026, IRGC mengonfirmasi penutupan Selat Hormuz secara resmi. Iran juga menyerang pangkalan AS di Kuwait. Enam tentara AS tewas dalam satu serangan.
- Ketiga, pada 3 Maret 2026, Israel mengebom gedung tempat Majelis Ahli Iran yang beranggotakan 84 ulama tengah bersidang untuk memilih pengganti Khamenei.
- Keempat, pada 5 Maret 2026, Iran meluncurkan gelombang rudal besar-besaran ke Israel. Jutaan warga Israel berhamburan ke bunker. Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka.
- Kelima, pada 6 Maret 2026, sebuah kapal tugboat berbendera UEA meledak di Selat Hormuz. Tiga anak buah kapal warga negara Indonesia masih hilang hingga kini.
- Keenam, pada 8 Maret 2026, Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, resmi dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ketiga. Ancaman pembunuhan dari Israel langsung mengikutinya.
- Ketujuh, pada 10-11 Maret 2026, Iran mulai tanam ranjau di Selat Hormuz. Setidaknya 14 kapal sipil diserang, termasuk kapal kargo Thailand Mayuree Naree, dengan tiga ABK masih hilang.
- Kedelapan, pada 13 Maret 2026, rudal balistik Iran memasuki wilayah udara Turki untuk ketiga kalinya dan dicegat oleh sistem pertahanan NATO. Satu tentara Prancis tewas dalam serangan drone di Irak.
- Terakhir, pada 14 Maret 2026 dini hari, Iran kembali meluncurkan gelombang rudal baru ke Israel. Sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat. Tidak ada korban jiwa.
Angka-Angka Mencekam di Balik Perang Israel dan Iran
Untuk memahami skala perang ini, angka-angka berikut perlu direnungkan:
- 186 gelombang serangan Iran ke Israel dalam 15 hari pertama
- Tel Aviv menjadi target utama dengan 73 gelombang serangan atau 39,2 persen dari total
- Estimasi korban tewas di Iran: 1.230 versi pemerintah Iran, 1.761 versi LSM HRANA
- Sekitar 200 korban tewas Iran adalah perempuan, 200 lainnya anak-anak di bawah 12 tahun
- 14 warga sipil Israel tewas, 2.339 lainnya luka-luka
- 486 tewas di Lebanon akibat serangan Israel ke Hizbullah
- Hanya 9 kapal yang melintas Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, dari biasanya ratusan
- Harga minyak mentah melampaui 100 dolar AS per barel
- 4 pesawat militer AS hilang selama perang berlangsung
Enam Hal yang Membuat Perang Ini Berbeda dari Konflik Sebelumnya
Perang Israel dan Iran 2026 berbeda dari semua konflik sebelumnya dalam beberapa hal penting. Specifically, ada enam dimensi yang belum pernah ada dalam perang-perang sebelumnya di kawasan ini.
- Senjata ekonomi Selat Hormuz: untuk pertama kali, Iran benar-benar menutup jalur 20 persen minyak dunia secara efektif, bukan sekadar mengancam
- Ancaman ke daratan AS: FBI mengeluarkan peringatan soal rencana Iran serang California dengan drone dari kapal sipil di Pasifik
- NATO terseret: rudal Iran tiga kali masuk wilayah Turki dan dicegat sistem pertahanan aliansi Atlantik Utara
- Warisan budaya hancur: Rashk Palace era Safavid di Isfahan dan beberapa bangunan bersejarah lain dihancurkan, Blue Shield International menyebut ini kejahatan perang
- Amerika nyaris sendirian: berbeda dari invasi Irak 2003 yang didukung 49 negara, kali ini Inggris, Kanada, dan Spanyol menolak terlibat aktif
- Perang terjadi saat Ramadan: dimensi spiritual dan simbolis yang menambah beban moral konflik ini
Ke Mana Perang Ini Menuju?
Pertanyaan terbesar saat ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah di medan perang. Yang lebih mendesak adalah: kapan dan bagaimana perang ini bisa berhenti?
Trump menuntut penyerahan tanpa syarat Iran sebagai satu-satunya hasil yang dapat diterima. Perang Israel dan Iran pun terus berlanjut tanpa tanda-tanda akan segera berhenti. Consequently, Iran dengan tegas menolak. Furthermore, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah Iran tidak akan pernah menyerah kepada AS dan Israel. IRGC menyatakan kesiapan untuk perang intensif selama enam bulan ke depan.
However, ada tanda-tanda tekanan ekonomi mulai menggerogoti kemampuan kedua pihak. Pada 13 Maret 2026, AS sementara mencabut larangan penjualan minyak Rusia untuk membantu menanggung biaya ekonomi perang. In conclusion, ini sinyal bahwa Washington mulai merasakan beban konflik yang berkepanjangan.
Additionally, IMF memperingatkan bahwa setiap kenaikan 10 persen harga energi akan memicu inflasi global tambahan 0,5 persen. Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut perang ini berpotensi merusak resiliensi ekonomi global. Dan KTT D-8 yang seharusnya berlangsung di Jakarta pada April 2026 sudah resmi ditunda.
Kesimpulan: Perang Israel dan Iran yang Belum Punya Ujung
Perang Israel dan Iran 2026 adalah cermin pahit. Dunia bisa tergelincir ke konflik besar bahkan ketika meja perundingan masih hangat. In conclusion, tiga hari sebelum bom pertama jatuh ke Teheran, Menlu Iran masih berbicara tentang kesepakatan bersejarah yang hampir tercapai.
Kini di hari ke-15, 186 gelombang rudal sudah melintasi langit Timur Tengah. Meanwhile, Selat Hormuz nyaris mati. Selat Hormuz nyaris mati. Pertanyaan yang paling mendesak bukan lagi siapa yang akan menang. Tapi berapa banyak lagi yang harus tewas sebelum ada yang mau duduk kembali di meja perundingan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: FBI Peringatkan California: Iran Diduga Siapkan Serangan Drone dari Kapal di Lepas Pantai AS
