Penembakan Massal Pertama di Kyiv Sejak Perang Dimulai, Pelaku Kelahiran Rusia Tembaki Pejalan Kaki Lalu Sandera Warga di Supermarket
JAKARTA, incaberita.co.id – Penembakan massal di Kyiv mengguncang ibu kota Ukraina pada Sabtu 18 April 2026. Seorang pria kelahiran Moskow membuka tembakan ke pejalan kaki di jalanan secara acak, menewaskan enam orang dan melukai 14 lainnya sebelum membarikade diri di sebuah supermarket bersama sandera. Insiden ini adalah penembakan massal pertama yang terjadi di Kyiv sejak Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Selain itu, penembakan massal di Kyiv ini langsung diselidiki oleh Dinas Keamanan Ukraina sebagai aksi terorisme. Fakta bahwa pelaku lahir di Moskow di tengah perang yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina menambah kompleksitas dan sensitivitas insiden ini. Namun demikian, polisi menyatakan belum ada motif yang ditetapkan secara resmi.
Penembakan Massal di Kyiv, Ini Kronologi Lengkap Kejadiannya

Sumber gambar : INCABERITA
Sabtu sore 18 April 2026, distrik Holosiivskyi di Kyiv berubah menjadi lokasi tragedi yang tidak pernah terbayangkan warganya sebelumnya. Pria berusia 58 tahun itu turun ke jalan dengan senjata otomatis di tangannya. Ia bergerak di sepanjang trotoar dan menembaki orang-orang yang ditemuinya tanpa peringatan apapun.
Kepala Kementerian Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko menggambarkan cara pelaku beraksi dengan sangat dingin. Ia mendekati korban dan menembak dari jarak dekat. Orang-orang yang ada di sana hampir tidak punya kesempatan untuk lari. Empat orang tewas di jalanan sebelum pelaku kemudian berbelok masuk ke supermarket terdekat yang berada di dalam sebuah pusat perbelanjaan.
Di dalam supermarket, pelaku menyandera pelanggan dan staf yang sedang berbelanja. Satu orang lagi tewas di dalam supermarket. Korban keenam, seorang wanita muda, menyusul meninggal beberapa waktu kemudian di rumah sakit akibat luka-lukanya. Total 14 orang dirawat di rumah sakit karena luka-luka yang mereka alami.
Pelaku Penembakan Massal Kyiv Lahir di Moskow dan Punya Catatan Kriminal
Identitas pelaku menjadi salah satu aspek paling mengejutkan dari insiden ini. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato video malamnya mengungkapkan bahwa pelaku adalah pria yang lahir di Rusia. Polisi mengidentifikasinya sebagai pria berusia 58 tahun yang merupakan warga asli Moskow.
Selain itu, penyelidikan awal mengungkap beberapa fakta mengejutkan tentang latar belakang pelaku. Ia ternyata memiliki catatan kriminal sebelumnya. Yang lebih mengejutkan lagi, sebelum turun ke jalan dan mulai menembak, pelaku terlebih dahulu membakar apartemen tempatnya terdaftar. Tindakan itu menunjukkan bahwa apa yang ia lakukan bukan impulsif, melainkan sudah direncanakan.
Namun demikian, ada fakta yang memperumit gambaran ini. Pelaku ternyata memiliki izin kepemilikan senjata yang sah dan bahkan memiliki sertifikat medis untuk menggunakannya. Artinya, ia mendapatkan senjata itu secara legal. Fakta ini langsung memicu pertanyaan tentang celah dalam sistem perizinan senjata Ukraina di masa perang.
Penembakan Massal di Kyiv, Negosiator Wanita Berteriak dari Balik Kendaraan Lapis Baja tapi Pelaku Tidak Merespons
Selama sekitar 40 menit setelah pelaku membarikade diri di supermarket, polisi Ukraina berupaya menyelesaikan situasi tanpa pertumpahan darah lebih lanjut. Seorang negosiator wanita mengenakan rompi antipeluru berdiri di belakang kendaraan lapis baja dan menggunakan pengeras suara untuk berkomunikasi dengan pelaku.
Kata-kata yang ia ucapkan terekam oleh media yang berada di lokasi. Ia berteriak kepada pelaku bahwa orang-orang yang disandera tidak bersalah atas apapun. Ia memohon agar pelaku melepaskan mereka dan mau bicara. Namun pelaku sama sekali tidak merespons. Ia bahkan menembaki petugas polisi selama kebuntuan itu berlangsung.
Klymenko mengungkapkan bahwa situasi di dalam supermarket sangat mengkhawatirkan. Polisi mengetahui ada kemungkinan korban luka di dalam yang membutuhkan pertolongan medis segera. Mereka bahkan menawarkan untuk mengirimkan alat penghenti pendarahan ke dalam, tapi pelaku menolak. Oleh karena itu, setelah 40 menit negosiasi gagal total, perintah untuk menetralisasi pelaku pun dikeluarkan.
Polisi Taktis Serbu Supermarket, Babak Akhir Penembakan Massal di Kyiv
Unit polisi taktis khusus Ukraina akhirnya menyerbu supermarket. Pelaku ditembak mati saat melakukan perlawanan terhadap upaya penangkapan. Empat sandera yang tersisa berhasil diselamatkan. Zelensky menyampaikan dalam unggahan media sosialnya bahwa empat sandera telah diselamatkan, meski ia juga mengakui bahwa salah satu sandera sempat tewas sebelum polisi berhasil masuk.
Rekaman yang dipublikasikan kantor berita UNIAN menunjukkan seorang pria membawa senjata dan menembak seseorang dari jarak dekat di dekat sebuah blok apartemen. Rekaman itu memperlihatkan betapa brutalnya serangan yang terjadi di distrik yang biasanya ramai dan aman itu.
Zelensky turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Selain itu, ia menegaskan bahwa insiden ini sedang ditangani sepenuhnya oleh aparat keamanan Ukraina.
Diselidiki sebagai Aksi Terorisme di Tengah Perang Rusia-Ukraina
Dinas Keamanan Ukraina atau SBU langsung mengkategorikan penembakan ini sebagai aksi terorisme. Langkah itu diambil meski belum ada motif yang ditetapkan secara resmi. Namun demikian, fakta bahwa pelaku adalah warga kelahiran Moskow di tengah konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun membuat penyelidikan ini memiliki dimensi yang jauh lebih kompleks.
Penting dicatat bahwa penembakan massal di Kyiv ini adalah kejadian yang belum pernah terjadi sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022. Kyiv memang sering dihantam serangan rudal dan drone dari Rusia, tapi penembakan massal oleh seorang individu di jalanan kota adalah sesuatu yang baru dan mengejutkan warga ibu kota.
Beberapa hari sebelumnya, pada 16 April 2026, Kyiv juga baru saja dihantam serangan udara Rusia yang menewaskan dua orang termasuk seorang anak berusia 12 tahun. Oleh karena itu, insiden penembakan massal ini menambah beban berat yang sudah ditanggung warga Kyiv dalam situasi perang.
Penembakan Massal di Kyiv Picu Pertanyaan soal Keamanan dan Izin Senjata
Insiden ini langsung memicu perdebatan tentang sistem keamanan dan perizinan senjata di Ukraina. Di satu sisi, Ukraina adalah negara yang sedang berperang dan distribusi senjata kepada warga sipil menjadi salah satu kebijakan pertahanan. Di sisi lain, kasus ini memperlihatkan risiko nyata ketika seorang individu dengan catatan kriminal dan gangguan mental dapat memiliki akses legal ke senjata otomatis.
Pelaku memiliki izin senjata yang sah dan bahkan memiliki sertifikat medis. Namun demikian, ia juga memiliki catatan kriminal. Pertanyaan yang kini beredar di kalangan pejabat dan masyarakat Ukraina adalah bagaimana seseorang dengan profil seperti itu bisa mempertahankan izin kepemilikan senjatanya.
Sementara itu, warga distrik Holosiivskyi yang biasanya damai menyatakan tidak pernah menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi di lingkungan mereka. Distrik itu dikenal sebagai kawasan hijau yang tenang di Kyiv, jauh dari kesan kawasan berbahaya.
Zelensky Berduka atas Penembakan Massal di Kyiv, Ukraina Kembali Menanggung Kesedihan di Tengah Perang
Penembakan massal di Kyiv ini terjadi di saat Ukraina sedang mencoba menavigasi situasi geopolitik yang sangat kompleks. Di satu sisi, perang dengan Rusia masih berlangsung. Di sisi lain, Ukraina berharap pada tekanan diplomatik internasional untuk mengakhiri konflik.
Zelensky menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga semua korban. Ia menekankan bahwa enam nyawa yang hilang hari ini adalah kehilangan yang nyata dan menyakitkan. Lebih dari itu, ia mengingatkan warga Ukraina bahwa bahaya bisa datang dari arah yang tidak terduga, bahkan di tengah kota yang sudah terbiasa menghadapi ancaman dari udara.
Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa selain ancaman rudal dan drone dari Rusia, Ukraina juga harus menghadapi ancaman keamanan dari dalam. Penembakan massal di Kyiv hari ini bukan hanya tragedi bagi enam keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih mereka. Ini adalah peringatan keras bagi seluruh negeri yang sedang berjuang di banyak front sekaligus.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Selat Hormuz di buka tapi Iran Tegaskan Bisa Ditutup Lagi Kapan Saja, Situasi di Lapangan yang Menentukan Bukan Media Sosial
