Iran Luncurkan Rudal Kheibar di Gelombang ke-21, Ledakan Dahsyat Guncang Jantung Kota Tel Aviv Israel
JAKARTA, incaberita.co.id – Langit Tel Aviv kembali menyala. Iran luncurkan rudal Kheibar pada Jumat, 6 Maret 2026, membelah malam dengan kilatan dan ledakan yang membangunkan jutaan warga Israel dari tidurnya. Bukan serangan biasa, dan bukan senjata biasa. Kali ini Iran membawa teknologi yang lebih canggih, lebih cepat, dan lebih sulit dihentikan dari sebelumnya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan peluncuran gelombang ke-21 Operasi True Promise 4 menggunakan rudal Kheibar disertai sejumlah drone serang. Serangan ini merupakan bagian dari kampanye balasan Iran atas gempuran gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026 dalam Operasi Epic Fury. Namun yang membuat serangan kali ini berbeda bukan hanya skalanya. Taktik yang digunakan Iran telah berevolusi secara signifikan, dan sistem pertahanan Israel mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan.
Iran Luncurkan Rudal Kheibar dengan Taktik Pecah Muatan yang Baru

Sumber gambar : internasional.kontan.co.id
Rudal Kheibar Shekan bukan senjata baru dalam gudang senjata Iran. Namun cara penggunaannya dalam gelombang ke-21 ini mencerminkan lompatan taktis yang serius. Saat mendekati target, rudal ini terpecah di udara dan melepaskan puluhan hulu ledak kecil berkecepatan tinggi secara bersamaan. Dengan demikian, sistem pertahanan berlapis Israel, termasuk Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow, harus menghadapi bukan satu proyektil melainkan puluhan sekaligus dalam hitungan detik.
Beberapa fakta teknis https://www.marshallthemiracledog.com/movie/ penting tentang rudal Kheibar Shekan yang perlu diketahui:
- Panjang sekitar 11,4 meter dengan bahan bakar padat generasi ketiga
- Jangkauan tembak hingga 1.450 kilometer, cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Israel dari dalam Iran
- Hulu ledak berbobot sekitar 550 kilogram dengan daya ledak tinggi
- Kecepatan terbang mencapai Mach 2 hingga Mach 3 saat mendekati sasaran
- Sistem pemandu berbasis satelit dengan hulu ledak yang mampu bermanuver di fase akhir penerbangan
- Dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kendaraan komersial yang menyulitkan deteksi dini
Kombinasi kecepatan tinggi, kemampuan manuver, dan taktik pecah muatan inilah yang membuat para pengamat militer menyebut Kheibar sebagai salah satu tonggak paling penting dalam pengembangan teknologi rudal Iran.
Gelombang ke-21 dari Perang yang Belum Ada Tanda Berhenti
Untuk memahami betapa masifnya operasi ini, perlu dilihat angka-angka di baliknya. Juru bicara militer Iran menyatakan bahwa dalam 20 gelombang pertama saja, pasukan Iran telah meluncurkan lebih dari 2.000 drone dan 600 rudal balistik serta jelajah ke arah Israel. Gelombang ke-21 menambah daftar panjang itu dengan serangan rudal Kheibar yang dikombinasikan dengan kawanan drone serang.
Berikut adalah kronologi eskalasi yang terjadi sejak perang ini dimulai:
- Pertama, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan Operasi Epic Fury dan Operasi Roaring Lion terhadap Iran secara serentak, menewaskan sejumlah pemimpin militer senior Iran termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
- Kedua, Iran langsung membalas dalam hitungan jam dengan menembakkan rudal balistik dan drone ke pangkalan militer AS di Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania
- Ketiga, pada 2 Maret, Hezbollah mulai ikut menembakkan roket dan rudal ke Israel dari Lebanon sebagai bentuk solidaritas
- Keempat, pada 5 Maret, Iran meluncurkan gelombang ke-19 menggunakan rudal Khorramshahr-4 yang menargetkan pusat kota Tel Aviv, Bandara Ben Gurion, dan pangkalan udara strategis
- Kelima, pada 6 Maret, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke infrastruktur utama Teheran sambil memperluas operasi di Lebanon selatan
- Keenam, pada hari yang sama, Iran menjawab dengan gelombang ke-21 menggunakan rudal Kheibar disertai drone yang menyasar kawasan sensitif di pusat Tel Aviv
- Terakhir, IRGC secara terbuka menyatakan kesiapan penuh untuk konflik jangka panjang dan memperingatkan bahwa senjata yang lebih canggih masih disiapkan untuk gelombang berikutnya
Dampak di Tel Aviv dan Respons Militer Israel
Layanan darurat Israel melaporkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Tel Aviv dan kawasan Givatayim. Meski sebagian besar proyektil berhasil dicegat, kerusakan tetap terjadi di beberapa titik yang mengonfirmasi bahwa tidak semua rudal dapat dihentikan. Sejak awal perang ini, setidaknya selusin warga sipil Israel tewas dan lebih dari 1.200 orang cedera.
Israel tidak diam. Dalam respons langsung, militer Israel menyatakan telah melakukan 2.500 serangan dengan lebih dari 6.000 senjata sejak perang dimulai. IDF juga menyatakan telah menonaktifkan sekitar 300 peluncur rudal Iran dalam operasi tersebut. Selain itu, untuk pertama kalinya sejak 1985, pesawat tempur F-35 Israel berhasil menembak jatuh jet tempur Iran jenis YAK-130 dalam satu pertempuran udara langsung.
Israel juga menyebut penggunaan senjata Iran berpotensi masuk kategori kejahatan perang karena dampak kehancuran yang bisa ditimbulkannya terhadap wilayah sipil. Iran belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Perang yang Kini Merambat Jauh dari Perbatasan Iran dan Israel
Apa yang dimulai sebagai konflik dua negara kini telah berkembang menjadi krisis regional yang menyeret banyak pihak. Serangan Iran tidak lagi terbatas pada wilayah Israel. Di Arab Saudi, tiga drone dicegat di timur Riyadh dan tiga rudal balistik lainnya mengincar pangkalan militer di selatan ibu kota. Di Bahrain, sebuah hotel, dua gedung hunian, dan satu kilang minyak dihantam serangan Iran dalam satu malam.
Selain itu, perang ini mulai menyentuh kepentingan Indonesia secara langsung. Dua kapal milik Pertamina dilaporkan tertahan di Selat Hormuz yang kini dalam kondisi terganggu berat. Kementerian Luar Negeri RI juga mulai melakukan evakuasi bertahap terhadap Warga Negara Indonesia yang berada di Iran. Ini bukan lagi berita yang bisa ditonton dari kejauhan.
Iran Luncurkan Rudal Kheibar sebagai Pesan Strategis
Di balik setiap rudal yang ditembakkan, ada pesan yang ingin disampaikan Iran kepada dunia. Operasi True Promise 4 bukan sekadar kampanye serangan militer. Ini adalah demonstrasi kemampuan yang dirancang untuk membuktikan bahwa Iran mampu melancarkan tekanan berkelanjutan jauh di dalam wilayah lawan, bahkan setelah sistem kepemimpinannya diserang secara langsung.
Setiap gelombang yang datang membawa senjata yang lebih besar dan lebih sulit dicegat. Setiap malam yang berlalu menambah tekanan pada cadangan interseptor Israel dan sistem komandonya. Dan setiap pernyataan IRGC tentang kesiapan untuk konflik jangka panjang adalah sinyal bahwa Iran belum merasa cukup dengan apa yang sudah dilakukan.
Sampai di Mana Batas Eskalasi Ini?
Tidak ada jawaban mudah untuk pertanyaan itu. Pada hari ketujuh perang ini, tidak ada sinyal diplomatik yang serius dari pihak mana pun. AS terus memperkuat posisinya di kawasan. Israel bergerak ke fase berikutnya di Lebanon. Iran mengumumkan kesiapan senjata yang lebih canggih. Dan dunia menonton dengan napas tertahan.
Di pusat kota Tel Aviv, di antara reruntuhan bangunan yang dihantam pecahan rudal dan suara sirine yang tak kunjung berhenti, ada satu pertanyaan yang terus bergema di benak jutaan warga sipil dari kedua belah pihak: sampai kapan malam ini harus terus berlangsung?
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Krisis Pangan Negara Teluk Makin Nyata, Iran Blokir Selat Hormuz dan Hentikan Seluruh Ekspor Makanan
