August 14, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Desil 9 Jadi Sorotan, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite?

Desil 9 Jadi Sorotan, Pembelian Pertalite Bakal Dibatasi?

Jakarta, incaberita.co.id – Istilah desil 9 mendadak ramai diperbincangkan setelah pemerintah membahas kemungkinan pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Kelompok desil 9 dan desil 10 menjadi dua kategori yang disebut dalam pembahasan tersebut.

Rencana ini mencuat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada 11 Agustus 2026. Salah satu topik yang dibicarakan adalah kemungkinan membatasi subsidi Pertalite bagi kelompok masyarakat tingkat atas. Namun, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut bukan aturan yang langsung berlaku saat ini dan implementasinya masih direncanakan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

Lantas, apa sebenarnya desil 9? Apakah seseorang yang masuk kelompok ini otomatis dianggap kaya dan nantinya tidak bisa membeli Pertalite?

Apa Itu Desil 9?

Desil 9

Image Source: INCABERITA

Desil merupakan metode untuk membagi masyarakat menjadi 10 kelompok yang sama besar berdasarkan urutan tingkat kesejahteraan. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa kelompok tersebut disusun mulai dari masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.

Secara sederhana, pembagiannya dapat dipahami seperti ini:

  1. Desil 1 merupakan 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
  2. Desil 2 berada satu tingkat di atasnya.
  3. Pengelompokan berlanjut hingga desil 8.
  4. Desil 9 merupakan kelompok pada rentang 80–90 persen dalam urutan kesejahteraan.
  5. Desil 10 merupakan 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Karena itu, berada di desil 9 menunjukkan bahwa seseorang atau rumah tangga berada pada kelompok dengan kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih baik dibandingkan mayoritas masyarakat dalam basis data yang digunakan.

Namun, istilah tersebut tidak seharusnya langsung diterjemahkan sebagai “orang kaya” hanya berdasarkan besarnya gaji bulanan.

Desil 9 Tidak Ditentukan dari Gaji Saja

Salah satu kesalahpahaman yang muncul adalah anggapan bahwa desil 9 memiliki batas gaji tertentu. Misalnya, seseorang dengan penghasilan di atas angka tertentu otomatis masuk kelompok tersebut.

Pada praktiknya, penentuan tingkat kesejahteraan jauh lebih kompleks.

Dalam penjelasan mengenai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), BPS menyebut pemeringkatan kesejahteraan menggunakan berbagai variabel sosial ekonomi. Variabel tersebut antara lain kondisi perumahan, kepemilikan aset, pengeluaran rumah tangga, pendidikan, serta akses terhadap layanan dasar. Metode statistik yang digunakan dikenal sebagai proxy mean test.

Artinya, dua orang yang memperoleh penghasilan bulanan hampir sama belum tentu berada dalam kelompok desil yang sama.

Kondisi rumah tangga, jumlah anggota keluarga, aset, pola pengeluaran, dan berbagai indikator sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi pemeringkatan kesejahteraan.

Inilah alasan angka penghasilan yang beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai batas resmi seseorang masuk desil 9.

Mengapa Desil 9 Dikaitkan dengan Pertalite?

Perbincangan mengenai desil 9 semakin luas karena pemerintah sedang mencari mekanisme agar subsidi energi lebih tepat sasaran.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah membahas kemungkinan penerapan pembatasan subsidi Pertalite untuk kelompok tingkat atas, termasuk desil 9 dan 10. Rencana tersebut diarahkan agar pengurangan subsidi dapat dilakukan secara bertahap.

Pertimbangannya cukup sederhana. Pertalite merupakan produk BBM yang mendapatkan dukungan pemerintah sehingga penyalurannya diharapkan lebih banyak dinikmati kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah menilai masih terdapat masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi yang menggunakan Pertalite. Karena itu, pengelompokan berdasarkan tingkat kesejahteraan dipertimbangkan sebagai salah satu cara menyaring penerima manfaat.

Apakah Desil 9 Sudah Dilarang Beli Pertalite?

Jawabannya, belum.

Ini menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar masyarakat tidak keliru memahami kabar yang beredar.

Pernyataan pemerintah pada Agustus 2026 masih berbicara mengenai kemungkinan implementasi pembatasan. Menteri Keuangan juga menyebut penerapannya bukan dilakukan sekarang, melainkan dapat dilaksanakan beberapa bulan kemudian secara bertahap.

Dengan demikian, informasi bahwa seluruh masyarakat desil 9 sudah dilarang membeli Pertalite saat ini terlalu jauh jika disimpulkan dari pembahasan pemerintah tersebut.

Detail teknis masih menjadi hal penting yang perlu ditunggu, mulai dari mekanisme identifikasi konsumen, data yang digunakan, tahapan pelaksanaan hingga kemungkinan pengecualian untuk kelompok tertentu.

Kenapa Ada yang Merasa Desilnya Tidak Sesuai?

Di tengah ramainya pembahasan ini, muncul pula masyarakat yang mempertanyakan hasil pengelompokan desil mereka.

Ada orang yang merasa kondisi ekonominya biasa saja tetapi masuk kelompok desil tinggi. Sebaliknya, ada pula yang merasa kondisi ekonominya telah berubah dibandingkan data sebelumnya.

Perbedaan persepsi tersebut bisa terjadi karena desil tidak semata-mata menggambarkan berapa banyak uang yang diterima seseorang setiap bulan.

Desil menggambarkan posisi kesejahteraan relatif berdasarkan sejumlah indikator. Artinya, seseorang ditempatkan dengan membandingkan kondisi sosial ekonominya dengan kelompok masyarakat lainnya.

Selain itu, kondisi ekonomi rumah tangga bersifat dinamis. Pekerjaan dapat berubah, anggota keluarga bisa bertambah, aset dapat dijual atau dibeli, sementara tingkat pengeluaran juga bisa naik atau turun.

Karena alasan tersebut, akurasi dan pembaruan data menjadi sangat penting apabila sistem desil nantinya digunakan untuk menentukan akses terhadap subsidi energi.

Desil 9 Bukan Berarti Hidup Mewah

Hal lain yang perlu dipahami adalah posisi tinggi dalam desil tidak selalu identik dengan gaya hidup mewah.

Seseorang yang masuk desil 9 secara statistik memang berada pada kelompok kesejahteraan yang relatif tinggi. Namun, bukan berarti setiap orang di dalam kelompok tersebut memiliki mobil mewah, rumah besar atau tabungan dalam jumlah fantastis.

Konsep desil pada dasarnya merupakan pemeringkatan.

Jika seluruh masyarakat diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan kemudian dibagi menjadi 10 kelompok sama besar, desil menunjukkan posisi seseorang dalam distribusi tersebut. BPS sendiri mendefinisikan desil sebagai pembagian data menjadi 10 kelompok sama besar berdasarkan urutan tingkat pengeluaran atau kesejahteraan.

Karena sifatnya relatif, standar “tinggi” dalam pemeringkatan statistik tidak selalu sama dengan persepsi masyarakat mengenai kekayaan.

Data Desil Semakin Penting untuk Kebijakan Pemerintah

Pembahasan mengenai Pertalite memperlihatkan bahwa data sosial ekonomi semakin memiliki pengaruh terhadap kebijakan publik.

DTSEN digunakan sebagai salah satu basis pemerintah dalam merencanakan dan menyalurkan program perlindungan sosial. Sistem desil membantu pemerintah mengidentifikasi kelompok dengan tingkat kesejahteraan berbeda sehingga program dapat diarahkan kepada kelompok yang dinilai paling membutuhkan.

Secara umum, kelompok desil rendah menjadi prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial. Sementara kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi memiliki peluang lebih kecil memperoleh bantuan yang memang ditujukan kepada masyarakat rentan.

Jika mekanisme serupa diterapkan pada subsidi BBM, status desil seseorang akan semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Desil 9 dan Masa Depan Subsidi Pertalite

Munculnya wacana pembatasan Pertalite menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam menyalurkan subsidi.

Daripada subsidi dinikmati secara luas tanpa melihat kondisi ekonomi penerimanya, pemerintah berupaya mengarahkannya kepada kelompok yang dinilai lebih membutuhkan.

Dalam konteks tersebut, desil 9 menjadi sorotan karena berada pada lapisan atas distribusi kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, kebijakan pembatasan Pertalite untuk desil 9 dan 10 masih perlu dilihat perkembangannya. Pemerintah perlu memastikan data yang digunakan akurat, mekanisme penerapan mudah dipahami, serta tersedia prosedur pembaruan atau koreksi apabila kondisi masyarakat tidak sesuai dengan data.

Bagi masyarakat, memahami arti desil 9 menjadi semakin penting. Desil bukan sekadar label kaya atau miskin dan bukan pula kategori yang hanya ditentukan berdasarkan gaji. Ia merupakan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi berdasarkan sejumlah indikator.

Karena itu, masuk desil 9 tidak otomatis berarti seseorang hidup mewah. Namun, secara statistik, kelompok tersebut memang berada pada tingkat kesejahteraan yang relatif lebih tinggi dibandingkan sebagian besar masyarakat.

Untuk saat ini, masyarakat juga tidak perlu terburu-buru menyimpulkan bahwa desil 9 dilarang membeli Pertalite. Pemerintah masih membahas implementasi dan penerapannya disebut akan dilakukan secara bertahap, sehingga ketentuan final tetap perlu menunggu kebijakan resmi berikutnya.

Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Lokal

Baca Juga Artikel Berikut: Jepang Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Pemerintah Siapkan Kebijakan Dua Tahun

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved