April 3, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Serangan di Lebanon Tewaskan Prajurit TNI Usai Pos UNIFIL Dihantam Artileri Israel, Sekjen PBB Guterres Langsung Kutuk Insiden Ini

Satu Prajurit TNI Gugur dan Tiga Luka dalam Serangan Artileri Israel yang Hantam Markas UNIFIL di Lebanon Selatan

JAKARTA, incaberita.co.id – Serangan di Lebanon kembali menelan korban dari Indonesia. Seorang prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian PBB di bawah bendera UNIFIL gugur setelah pos jaga mereka dihantam tembakan artileri di tengah pertempuran antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan pada Minggu malam, 29 Maret 2026. Tiga rekannya turut mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.

Berita gugurnya prajurit TNI akibat serangan di Lebanon ini langsung mendapat respons dari berbagai pihak. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan kecamannya secara terbuka. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengutuk keras insiden tersebut. Sementara itu, DPR RI langsung mempertanyakan keamanan seluruh kontingen TNI yang masih bertugas di Lebanon dan mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kelanjutan misi.

Kronologi Serangan di Lebanon yang Tewaskan Prajurit TNI UNIFIL

Serangan di Lebanon Tewaskan Prajurit TNI Usai Pos UNIFIL Dihantam Artileri Israel, Sekjen PBB Guterres Langsung Kutuk Insiden Ini

Sumber gambar : news.detik.com

Insiden terjadi pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon atau setara dengan Senin 30 Maret 2026 pukul 01.40 WIB. Pos jaga UNIFIL yang berada di dekat Desa Adchit Al Qusayr, Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, tiba-tiba dihantam tembakan artileri tidak langsung.

Pada saat kejadian, konflik bersenjata antara militer Israel dan kelompok Hezbollah sedang berlangsung sengit di sekitar lokasi. Tembakan artileri yang menghantam pos Indonesia itu diduga merupakan bagian dari saling tembak antara kedua pihak yang bertikai. Namun akibatnya fatal bagi kontingen Indonesia.

Juru bicara pasukan PBB Candice Ardiel mengonfirmasi insiden ini. Sebuah proyektil meledak di posisi PBB dekat Adshit al-Qusayr dan menyebabkan beberapa pasukan penjaga perdamaian terluka. Pernyataan ini menjadi konfirmasi resmi pertama dari pihak UNIFIL terkait insiden tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kemudian memberikan konfirmasi resmi dari pihak Indonesia. Ia menyatakan terdapat korban dari prajurit TNI yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

Praka FR Asal Yogyakarta, Korban Serangan di Lebanon dari Kontingen Indonesia

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebut bahwa prajurit yang gugur akibat serangan di Lebanon ini berpangkat Prajurit Kepala atau Praka dengan inisial FR. Ia merupakan putra asal Yogyakarta yang bertugas sebagai anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.

Praka FR tergabung dalam kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM. Ia bertugas di pos jaga Indobatt UNP 7-1 yang berlokasi di Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan saat insiden nahas itu terjadi. Praka FR gugur terkena serangan artileri Israel Defence Forces atau IDF yang menghantam posisi PBB tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan belasungkawa terdalam atas gugurnya prajurit perdamaian Indonesia ini. Kemlu menegaskan bahwa Indonesia memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya untuk perdamaian dan keamanan internasional.

Identitas lengkap prajurit yang gugur dan yang mengalami luka-luka belum dirilis secara resmi oleh Mabes TNI pada saat berita ini diturunkan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan menyatakan bahwa konfirmasi identitas sepenuhnya menjadi ranah Mabes TNI.

Sekjen PBB Guterres Kutuk Serangan di Lebanon yang Tewaskan Prajurit TNI

Insiden ini tidak hanya mengguncang Indonesia. Di tingkat internasional, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres langsung bereaksi keras melalui pernyataan resminya di platform X.

Guterres menyatakan mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL. Ia juga menyebut bahwa seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia, Guterres menegaskan bahwa insiden ini hanyalah salah satu dari sejumlah kejadian terbaru yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian PBB. Ia secara tegas meminta semua pihak yang terlibat konflik untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan properti PBB.

Pernyataan keras Guterres ini menjadi sinyal kuat bahwa komunitas internasional memandang serius serangan terhadap pasukan perdamaian PBB sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional yang tidak bisa ditoleransi.

Indonesia Kutuk Serangan di Lebanon, DPR Minta Evaluasi Keberadaan TNI

Jakarta bergerak cepat setelah berita gugurnya prajurit TNI sampai ke tanah air. Kemlu RI melalui kanal resminya mengecam keras kejadian yang merenggut nyawa anggota kontingen UNIFIL Indonesia itu. Pemerintah menuntut agar seluruh pihak yang terlibat memberikan penjelasan penuh dan penyelidikan dijalankan secara terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Suara yang lebih keras datang dari Senayan. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai sudah waktunya pemerintah dan TNI duduk bersama membahas nasib kontingen di Lebanon. Baginya, misi yang semula dirancang untuk menjaga stabilitas kawasan kini justru menempatkan prajurit Indonesia di tengah dua pihak yang saling tembak tanpa henti.

Dave menegaskan posisinya dengan tegas. Jika medan tugas sudah terbukti merenggut nyawa dan tidak ada jaminan keamanan yang nyata, maka opsi menarik pasukan perlu masuk dalam pertimbangan serius pemerintah. Bukan karena Indonesia tidak berkomitmen pada perdamaian, tapi karena nyawa prajurit tidak boleh dipertaruhkan tanpa kepastian perlindungan yang memadai.

Skala Serangan di Lebanon yang Terus Meluas Sepanjang Maret 2026

Untuk memahami konteks mengapa prajurit TNI gugur di Lebanon, perlu dicermati gambaran penuh konflik yang sedang berlangsung. Serangan Israel di Lebanon terus meningkat sejak 2 Maret 2026 sebagai bagian dari eskalasi perang AS-Israel melawan Iran.

Berikut data korban dan skala konflik Israel di Lebanon hingga akhir Maret 2026:

  • Total korban tewas sejak 2 Maret 2026 mencapai 1.116 orang termasuk wanita dan anak-anak
  • Korban luka-luka tercatat 3.229 orang dari berbagai kalangan
  • Lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi akibat serangan Israel
  • Sebanyak 136.000 orang atau 34.973 keluarga mengungsi ke kamp-kamp bantuan
  • Militer Israel mengerahkan empat divisi dalam operasi darat di Lebanon Selatan
  • Israel memperluas jangkauan serangan hingga ke Beirut ibukota Lebanon

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa operasi tersebut ditujukan untuk membentuk zona penyangga yang efektif di sepanjang perbatasan Lebanon. Pasukan Israel disebut telah mengendalikan koridor strategis hingga mencapai Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari garis perbatasan.

Serangan di Lebanon Juga Tewaskan Jurnalis dan Tenaga Medis Sebelum Insiden UNIFIL

Gugurnya prajurit TNI bukan satu-satunya duka yang dihasilkan oleh konflik ini. Beberapa hari sebelum insiden di pos UNIFIL, dunia sudah dikejutkan oleh dua kelompok korban yang seharusnya dilindungi oleh hukum perang: jurnalis dan petugas medis.

Pada 28 Maret 2026, tiga orang pewarta yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di wilayah selatan Lebanon tewas dalam serangan udara. Salah satunya adalah Ali Shoeib, seorang koresponden perang yang sudah mengabdi hampir tiga dekade di stasiun Al-Manar. Dua korban lainnya adalah Fatima Ftouni beserta saudaranya Mohammed Ftouni, keduanya bekerja untuk Al-Mayadeen. Fatima bahkan baru saja selesai siaran langsung beberapa menit sebelum serangan menghantam kendaraan mereka.

Sektor kesehatan tidak kalah memilukan. Sepanjang Maret 2026, jumlah tenaga kesehatan yang tewas di Lebanon sudah melampaui 51 orang. WHO mencatat angka ini menjadikan Maret sebagai bulan dengan korban tenaga kesehatan terbanyak kedua sejak lembaga tersebut mulai memantau situasi di Lebanon sejak Oktober 2023. Lebih dari 120 orang lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai serangan terhadap fasilitas dan personel medis.

Tentang UNIFIL dan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Dunia

UNIFIL berdiri sebagai wujud nyata bahwa dunia percaya konflik bisa dikelola tanpa kekerasan. Pasukan ini ditempatkan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel untuk memastikan garis batas yang disepakati tidak dilanggar oleh siapapun. Indonesia sudah lama menjadi bagian dari misi mulia ini, mengirimkan prajurit terbaiknya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanat konstitusi.

Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB bukan hal baru. Selama puluhan tahun, Kontingen Garuda sudah bertugas di berbagai penjuru dunia. Di Lebanon khususnya, kehadiran Indonesia dihormati dan diakui oleh komunitas internasional sebagai bukti nyata komitmen bangsa yang besar terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.

Namun insiden malam 29 Maret 2026 membuka pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Seberapa jauh sebuah negara harus mempertahankan komitmennya pada perdamaian ketika nyawa prajuritnya terus terancam oleh konflik yang tidak kunjung padam?

Serangan di Lebanon Jadi Duka Nasional Indonesia

Seorang prajurit berangkat dengan seragam biru PBB dan tekad membawa damai. Ia gugur bukan di medan pertempuran yang ia pilih, melainkan di pos penjagaan yang seharusnya dihormati semua pihak. Itulah yang membuat kehilangan Praka FR terasa lebih berat bagi bangsa Indonesia.

Penyelidikan masih berjalan. Pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas proyektil yang meledak di pos UNIFIL malam itu belum sepenuhnya terjawab. Namun satu hal yang tidak perlu menunggu hasil penyelidikan: seluruh pihak yang terlibat dalam konflik Lebanon wajib menghormati keselamatan pasukan perdamaian PBB tanpa pengecualian.

Dunia menyaksikan. Indonesia berduka. Dan di suatu sudut Lebanon Selatan, pos penjaga damai itu masih berdiri, mengingatkan bahwa perdamaian selalu layak diperjuangkan, meski harganya tidak pernah murah.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved