April 3, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Spanyol Diizinkan Lewat Selat Hormuz karena Tolak Dukung AS Serang Iran dan Larang Pangkalan Militernya Dipakai

Berani Lawan Trump dan Larang AS Gunakan Pangkalannya, Spanyol Kini Dapat Akses Aman Lewati Selat Hormuz

JAKARTA, incaberita.co.id – Spanyol diizinkan lewat Selat Hormuz setelah mengambil sikap yang mengejutkan dunia. Negara anggota NATO ini secara tegas menolak mendukung serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Selain itu, Madrid juga melarang AS menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk operasi tersebut. Keputusan berani itu kini berbuah keuntungan diplomatik yang tidak terduga: Iran membuka pintu Selat Hormuz bagi kapal-kapal Spanyol.

Langkah Spanyol ini menjadi perbincangan global. Di satu sisi, Madrid harus menghadapi ancaman ekonomi dari Washington. Di sisi lain, Teheran justru memuji keberanian Spanyol dan menempatkannya dalam kategori negara yang bisa mendapat akses aman di jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Spanyol Diizinkan Lewat Selat Hormuz Berkat Sikap Tegas Ini

Spanyol Diizinkan Lewat Selat Hormuz karena Tolak Dukung AS Serang Iran dan Larang Pangkalan Militernya Dipakai

Sumber gambar : kumparan.com

Sikap Madrid mulai mengkristal sejak 2 Maret 2026. Pemerintah Spanyol menyatakan secara terbuka bahwa tidak ada satu pun jengkal wilayahnya yang akan dipakai untuk menembakkan rudal ke arah Iran. Pangkalan Rota dan Moron yang selama ini menjadi bagian dari infrastruktur pertahanan bersama AS-Spanyol pun dikunci rapat untuk keperluan operasi tempur tersebut.

Menlu Jose Manuel Albares menegaskan bahwa kedaulatan atas wilayah Spanyol sepenuhnya berada di tangan Madrid, bukan Washington. Setiap penggunaan wilayah Spanyol yang bertentangan dengan norma hukum internasional dan prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak akan pernah mendapat persetujuan pemerintah.

PM Pedro Sanchez pun turun langsung. Dalam unggahan video di platform X, ia menegaskan bahwa negaranya tidak berdiri di pihak perang. Menurutnya, Spanyol tidak akan mengambil tindakan yang merusak tatanan dunia hanya karena tekanan dari luar.

Alasan Spanyol Diizinkan Lewat Selat Hormuz sebagai Satu-satunya Negara NATO

Di barisan negara-negara Eropa yang tergabung dalam NATO, Spanyol berdiri di posisi yang berbeda sendiri. Tidak ada anggota aliansi lain yang seberani Madrid dalam menutup pintu bagi operasi militer AS ke Iran.

Beberapa sikap negara NATO lainnya yang juga menolak keterlibatan militer:

  • Jerman menegaskan tidak akan berpartisipasi selama perang berlangsung
  • Yunani juga menolak terlibat dalam konflik
  • PM Inggris Keir Starmer menyatakan negaranya tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas
  • Namun tidak ada yang sekeras Spanyol dalam melarang pangkalan militernya digunakan

Yang membedakan Spanyol dari semua itu adalah tindakan konkret, bukan sekadar pernyataan. Madrid tidak hanya mengatakan tidak pada perang. Madrid juga memblokir akses militer AS ke fasilitas yang sudah berdiri di atas tanah Spanyol. Langkah inilah yang membuat Spanyol diizinkan lewat Selat Hormuz karena posisinya jauh lebih tegas dari negara NATO manapun.

Trump Ancam Putus Dagang, Spanyol Tidak Gentar

Sikap Madrid langsung memantik amarah Washington. Trump tidak butuh waktu lama untuk merespons. Ia mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol sebagai hukuman atas keputusan yang dianggapnya sebagai pengkhianatan sekutu. Ancaman itu dilemparkan di depan publik saat konferensi pers bersama Kanselir Jerman di Gedung Putih pada 4 Maret 2026.

Gedung Putih bahkan sempat menyebarkan narasi bahwa Spanyol sudah berbalik arah dan sepakat bekerja sama. Juru bicara Karoline Leavitt yang menyampaikan klaim tersebut. Namun Albares langsung memotong narasi itu. Ia menegaskan bahwa tidak ada perubahan posisi sama sekali dari pemerintahan Sanchez, apapun yang diklaim Washington.

Menteri Pertahanan Margarita Robles pun ikut berbicara kepada media. Ia mempertanyakan dari mana Gedung Putih mendapat informasi bahwa Spanyol sudah berubah haluan. Keduanya kompak menunjukkan bahwa seluruh jajaran kabinet berdiri di satu garis yang sama.

Pada pertengahan Maret, Albares kembali menutup pintu bagi tekanan ekonomi AS. Ia mempertanyakan logika di balik ancaman tersebut. Spanyol adalah mitra dagang penting, anggota NATO yang aktif menjaga wilayah udara negara-negara Baltik. Tidak ada dasar yang masuk akal untuk menekan negara seperti itu hanya karena menolak ikut berperang.

Iran Puji Spanyol, Teheran Buka Pintu Selat Hormuz

Teheran tidak melewatkan momen ini. Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka memberikan penghargaan kepada Spanyol atas keberanian yang ditunjukkan Madrid. Bagi Iran, sikap Spanyol bukan sekadar urusan bilateral. Ini adalah pernyataan moral dari sebuah negara NATO bahwa serangan tersebut tidak punya landasan hukum yang sah.

Sejak 28 Februari 2026, Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel. Jalur yang setiap harinya mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu mendadak terkunci. Harga energi global langsung meledak.

Namun Iran tidak menutupnya rapat untuk semua. Pada akhir Maret 2026, Teheran menyampaikan pemberitahuan resmi kepada lembaga pelayaran internasional IMO. Isinya menetapkan prinsip dasar akses ke selat: kapal dari negara mana pun yang tidak terlibat dan tidak membantu agresi terhadap Iran berhak mengajukan koordinasi untuk mendapat jalur aman. Syaratnya adalah kepatuhan penuh terhadap aturan keselamatan yang ditetapkan Teheran.

Daftar Negara yang Sudah Diizinkan Lewat Selat Hormuz

Iran tidak membuka akses untuk semua. Hanya negara-negara yang dianggap tidak bermusuhan yang bisa mengajukan permohonan. Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut secara langsung nama-nama negara yang masuk kategori sahabat. Berikut daftar negara yang sudah mendapat izin melintas berdasarkan data terkini:

  1. China, kapal kargo pertamanya melintas pada 23 Maret 2026 dan bahkan membayar biaya tol
  2. India, sudah sembilan kapal melintas dengan aman hingga 20 Maret 2026
  3. Pakistan, kapal tanker berbendera Pakistan menjadi salah satu yang pertama melintas
  4. Rusia, termasuk dalam daftar negara sahabat yang diizinkan Iran
  5. Irak, mendapat izin sebagai negara tetangga yang dianggap tidak bermusuhan
  6. Turki, satu kapal melintas pada 13 Maret 2026 setelah mendapat izin Teheran
  7. Thailand, kapal tanker berhasil melintas pada 25 Maret 2026 setelah koordinasi diplomatik

Di ujung spektrum yang berlawanan, AS dan Israel masuk kategori agresor. Tidak ada satu pun kapal atau aset dari kedua negara itu yang akan mendapat lampu hijau dari Teheran.

Mengapa Spanyol Diizinkan Lewat Selat Hormuz dan Bukan Negara Eropa Lainnya

Kunci utamanya adalah posisi aktif yang diambil Spanyol. Bukan sekadar diam atau abstain. Madrid bergerak, bersuara, dan menutup pintu untuk operasi militer yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dianutnya.

Ada beberapa faktor yang memperkuat posisi Spanyol:

  • Spanyol menolak mengizinkan pangkalan militernya dipakai untuk menyerang Iran
  • PM Sanchez secara terbuka menyerukan gencatan senjata segera
  • Spanyol tidak ikut menandatangani pernyataan bersama tujuh negara yang mengecam Iran
  • Iran secara eksplisit memuji sikap Spanyol melalui Presiden Pezeshkian
  • Kriteria Iran sangat jelas yaitu negara yang tidak berpartisipasi atau mendukung agresi terhadap Iran

Negara-negara Eropa lain seperti Prancis dan Italia hanya mengajukan permintaan negosiasi ke Teheran tanpa posisi yang sejelas Spanyol. Hasilnya pun berbeda. Itulah mengapa Spanyol diizinkan lewat Selat Hormuz sementara posisi negara Eropa lain masih menggantung.

Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Dunia

Apa yang terjadi di Selat Hormuz jauh melampaui urusan Spanyol semata. Ini adalah krisis energi yang menyentuh hampir setiap sudut perekonomian global. Data dari perusahaan pelacak arus komoditas Kpler menunjukkan bahwa sejak awal Maret 2026, volume kapal yang melewati selat itu anjlok hingga 95 persen dari kondisi normal.

Dalam kondisi biasa, lebih dari 130 kapal melintas setiap harinya. Kini angka itu menyusut drastis menjadi sekitar 99 kapal sepanjang bulan berjalan. Sekitar 1.900 kapal komersial terpaksa membuang jangkar dan menunggu di perairan terbuka. Ratusan juta barel minyak mentah tertahan di atas kapal tanker yang tak bisa bergerak.

Dampaknya langsung menghantam harga energi. Lebih dari 80 negara mencatat lonjakan harga bahan bakar. Beberapa negara di kawasan Asia bahkan harus mengumumkan darurat energi. Filipina menjadi salah satu yang paling terdampak dan resmi menyatakan keadaan darurat nasional terkait krisis pasokan energi pada 24 Maret 2026.

Pelajaran dari Keberanian Diplomatik Spanyol

Spanyol membuktikan sesuatu yang jarang terjadi dalam politik internasional. Bahwa menolak tekanan dari negara adidaya tidak selalu berakhir dengan kerugian. Terkadang, justru membuka peluang yang tidak terduga dari arah yang sama sekali berbeda.

Sanchez menyebut konflik ini lebih merusak tatanan dunia dibandingkan invasi ke Irak dua dekade lalu. Bagi Madrid, ini bukan sekadar kalkulasi kepentingan. Ini adalah soal prinsip dan citra sebagai negara yang bisa dipegang kata-katanya.

Dunia masih menunggu babak berikutnya. Selat Hormuz belum kembali normal. Perang masih menyala. Namun fakta bahwa Spanyol diizinkan lewat Selat Hormuz sudah cukup membuktikan satu hal: dalam geopolitik modern, keberanian memegang prinsip bisa menjadi kartu yang justru menguntungkan di meja diplomasi.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved