Serpong Mati Lampu Dua Kali dalam Sepekan, PLTGU Jawa 1 Bermasalah dan Warga BSD Mengeluh Tidak Ada Info Awal dari PLN
Tangerang Selatan, incaberita.co.id – Serpong mati lampu bukan hanya sekali di bulan Juni 2026 ini. Warga Serpong, Tangerang Selatan harus menghadapi pemadaman dua kali dalam satu pekan. Pertama pada Kamis 11 Juni 2026 ketika PLN menghentikan aliran listrik secara terbatas. Kedua, pada Kamis 18 Juni 2026 ketika PLN UP3 Serpong mengumumkan pemadaman tiga jam di kawasan Taman Tekno, Jatiuwung, dan sekitarnya.
Selain itu Serpong mati lampu ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Pemadaman di Serpong adalah bagian dari gelombang gangguan kelistrikan yang lebih luas. Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten juga terdampak sejak 10 Juni 2026. Penyebab utamanya adalah PLTGU Jawa 1 yang mengalami kendala teknis dan membuat pasokan listrik regional turun drastis.
Serpong Mati Lampu Pertama 11 Juni, PLN Sebut Pemeliharaan Jaringan

Sumber gambar : internasional.kompas.com
Pada Kamis 11 Juni 2026, PLN UP3 Serpong menghentikan aliran listrik secara terbatas di beberapa lokasi Serpong. Manager Komunikasi PLN UID Banten Indo Gilang N menyampaikan keterangan resmi pada hari yang sama.
Menurutnya pemadaman itu dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di Tangerang Selatan, khususnya Serpong. Ia menegaskan pekerjaan ini adalah upaya perusahaan agar pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat.
Namun demikian PLN tidak memberi tahu lokasi spesifik yang terdampak. Absennya informasi itulah yang memicu kekecewaan warga. Indo Gilang hanya mengarahkan pelanggan ke aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN di nomor 123.
PLN Umumkan Serpong Mati Lampu 3 Jam pada 18 Juni Lewat Instagram
Sepekan kemudian giliran pengumuman resmi muncul dari akun Instagram resmi PLN UP3 Serpong. Pada Kamis 18 Juni 2026, akun @plnserpong mengunggah informasi pemadaman melalui Instagram Story. Isinya mengumumkan pemadaman listrik selama tiga jam di kawasan Taman Tekno, Jatiuwung, dan sekitarnya.
Alasan yang dicantumkan PLN dalam unggahan itu sangat jelas: kendala teknis operasional pada pembangkit yang berdampak pada penurunan kapasitas suplai listrik. PLN memperkirakan pemadaman akan berlangsung sekitar tiga jam. Ini bukan pemadaman untuk pemeliharaan terjadwal biasa, melainkan respons darurat terhadap gangguan yang sedang berlangsung pada sistem pembangkit.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya sudah memastikan pasokan listrik nasional tetap aman secara umum. Namun ia juga mengakui PLN masih mengejar target pemenuhan kebutuhan batubara sebanyak 18 juta hingga 20 juta ton yang diperlukan untuk menjaga operasional pembangkit-pembangkit di Jawa dan Bali.
Serpong Mati Lampu karena PLTGU Jawa 1, Ini Penjelasan Resminya
Penyebab utama di balik serangkaian pemadaman Serpong adalah gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1. Pembangkit besar ini adalah tulang punggung pasokan listrik untuk wilayah Jawa bagian barat.
Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan PLN agar gangguan segera teratasi. Ia memastikan koordinasi berjalan tanpa henti untuk memulihkan layanan listrik ke kondisi normal.
Selain itu pihak Jawa Satu Power selaku pengelola PLTGU Jawa 1 melalui Haidar menjelaskan bahwa Unit 1 sedang dalam tahap persiapan start-up setelah pemeliharaan terjadwal selesai. Unit itu akan segera membangkitkan listrik sesuai alokasi dari Pusat Pengatur Beban PLN. Proses start-up membutuhkan waktu. Oleh karena itu dampak pemadaman tidak bisa langsung dihindari.
Warga BSD dan Serpong Keluhkan Tidak Ada Informasi Awal dari PLN
Selain durasi dan frekuensi pemadaman yang terasa tinggi, keluhan terbesar warga Serpong dan BSD justru tertuju pada kurangnya informasi awal dari PLN. Warga merasa dibiarkan tidak tahu kapan listrik akan padam dan kapan akan kembali menyala.
Alita, seorang warga yang tinggal di kawasan Serpong, mengungkapkan pengalamannya kepada Kompas.id. Ia bercerita bahwa semalam listrik padam dari pukul 10 malam hingga sekitar pukul 3 pagi. Durasi hampir lima jam itu sangat mengganggu karena membuat ia tidak bisa tidur nyenyak. Alita juga menyebut beberapa hari sebelumnya sudah ada pemadaman sekitar tiga jam di areanya.
Pengalaman serupa dialami Arin, warga berusia 32 tahun yang tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai BSD Tangerang Selatan. Ia bercerita bahwa pemadaman yang terjadi pada Kamis 11 Juni 2026 sore hari mengganggu sejumlah aktivitasnya. Saat itu ia sedang bekerja dari rumah dan baterai laptopnya hampir habis. Oleh karena itu ia terpaksa pindah ke kafe yang masih ada aliran listriknya untuk melanjutkan pekerjaan.
Arin berharap informasi mengenai pemadaman bisa disampaikan lebih awal kepada masyarakat. Menurutnya jika ada pemberitahuan jauh hari sebelumnya, warga punya waktu untuk mempersiapkan diri sehingga dampak pemadaman tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
Serpong Mati Lampu Bagian dari Gelombang Gangguan Kelistrikan Jabodetabek
Pemadaman di Serpong bukan kejadian terisolasi. Pada periode yang sama, gangguan kelistrikan juga melanda banyak wilayah lain di Jabodetabek dan sekitarnya. Depok, Bogor, Bandung, Sukabumi, Sumedang, dan berbagai wilayah Jawa Barat serta Jawa Tengah mengalami pemadaman dengan pola serupa.
Di Depok, seorang warganet dengan akun @Lotucies di platform X melaporkan pemadaman sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut di kawasan Sawangan. Ia mengungkapkan kekesalannya karena listrik terus bermasalah tanpa ada kejelasan kapan situasi akan normal kembali.
Selain itu di Jakarta juga sempat diberlakukan pemadaman satu jam pada Sabtu 13 Juni 2026 mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Namun pemadaman di Jakarta itu bukan karena gangguan teknis, melainkan bagian dari program Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengajak masyarakat mematikan lampu untuk menghemat energi.
PLN Pastikan Tidak Ada Pemadaman Bergilir Lanjutan
Di tengah kekhawatiran yang berkembang di masyarakat, Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia tampil membantah berbagai isu yang beredar. Ia menegaskan tidak ada pasokan batubara yang menipis dan tidak ada rencana pemadaman bergilir lanjutan dalam skala yang lebih besar.
Menurutnya gangguan yang terjadi murni disebabkan oleh kendala teknis di lapangan dan bukan merupakan cerminan dari krisis energi yang lebih sistemik. Ia juga menegaskan pihaknya sudah berkomunikasi intensif dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Namun demikian bagi warga Serpong dan sekitarnya, janji-janji itu baru terasa bermakna jika diwujudkan dalam tindakan nyata. Selama pemadaman masih terjadi tanpa pemberitahuan yang memadai dan tanpa kepastian kapan berakhir, kepercayaan warga terhadap layanan PLN akan terus tergerus.
Penutup: Serpong Mati Lampu, Pembenahan Sistem Wajib Segera Dilakukan
Serpong mati lampu dua kali dalam sepekan adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan. Kawasan Serpong dan BSD adalah salah satu pusat ekonomi dan hunian paling padat di Tangerang Selatan. Pemadaman listrik yang berulang berdampak langsung pada produktivitas kerja, kenyamanan keluarga, dan kepercayaan investasi di kawasan tersebut.
PLN perlu memperbaiki dua hal sekaligus. Pertama, mempercepat pemulihan gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 agar kapasitas pembangkitan kembali normal. Kedua dan tidak kalah penting, meningkatkan kualitas komunikasi kepada masyarakat dengan memberikan informasi pemadaman yang lebih spesifik, lebih awal, dan lebih mudah diakses oleh seluruh warga yang terdampak.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Lokal
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : AS-Iran Berdamai Setelah Berbulan-bulan Perang, MoU Islamabad 14 Poin Ditandatangani dan Selat Hormuz Segera Dibuka
