Penangkapan Andre Fernando The Doctor di Penang, Bandar Narkoba yang Dua Tahun Kabur ke Malaysia Akhirnya Diringkus Interpol
JAKARTA, incatravel.co.id – Penangkapan Andre Fernando alias The Doctor di Penang, Malaysia pada Minggu 5 April 2026 mengakhiri pelarian panjang bandar narkoba internasional yang sudah dua tahun bersembunyi di negeri jiran. Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Divisi Hubungan Internasional Polri, dan Interpol berhasil membekuk pria berusia 32 tahun yang masuk Daftar Pencarian Orang sejak 1 Maret 2026 itu di sebuah hotel berbintang di Penang.
Selain itu, penangkapan ini bukan hal yang mudah. Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor terbukti sangat licin. Ia sempat lolos dari pengejaran di Kuala Lumpur sebelum akhirnya berhasil disudutkan di Penang. Oleh karena itu, keberhasilan ini disebut sebagai salah satu operasi penangkapan buronan narkoba internasional paling sulit yang pernah dilakukan Bareskrim Polri.
Penangkapan Andre Fernando Bermula dari Penggerebekan Whiterabit

Sumber gambar : kompas.id
Untuk memahami bagaimana penangkapan Andre Fernando bisa terjadi, perlu dilihat awal mula kasus ini. Segalanya bermula dari penggerebekan tempat hiburan malam Whiterabit Gatot Subroto Club dan Private Suites di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam operasi itu, polisi menangkap Direktur Whiterabit Alex Kurniawan yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Dari penangkapan Alex Kurniawan, benang merah mulai terurai. Polisi menemukan jaringan pasokan narkoba yang menghubungkan Whiterabit dengan jaringan bandar besar di Bima, Nusa Tenggara Barat. Nama yang terus muncul sebagai pemasok utama adalah sosok misterius yang dikenal dengan julukan The Doctor.
Seiring penyelidikan yang terus berjalan, polisi juga menangkap kaki tangan The Doctor yaitu Charles Bernando dan Arfan Yulius Lauw. Dari mulut keduanya, identitas asli The Doctor akhirnya terkuak. Ia adalah Andre Fernando Tjhandra, pria kelahiran 32 tahun yang sudah kabur ke luar negeri sejak lebih dari dua tahun sebelumnya.
Andre Fernando Kabur ke Malaysia Sejak Februari 2024
Berdasarkan data keimigrasian yang ditelusuri Bareskrim Polri, Andre Fernando sudah meninggalkan Indonesia sejak 20 Februari 2024. Ia terbang menggunakan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ326 dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Kuala Lumpur International Airport Malaysia.
Selama dua tahun bersembunyi di Malaysia, Andre tidak tinggal diam. Ia tetap menjalankan operasi sindikat narkobanya dari jauh. Selain itu, ia juga membantu memfasilitasi pelarian bandar narkoba besar lainnya. Ketika Koko Erwin atau Erwin Iskandar ditangkap pada 26 Februari 2026 saat hendak melarikan diri ke Malaysia melalui jalur laut ilegal, terungkap bahwa pelariannya itu difasilitasi oleh The Doctor.
Koko Erwin sendiri adalah bandar narkoba besar yang juga terlibat dalam skandal yang mengguncang institusi kepolisian. Ia tercatat pernah menyetor uang sebesar Rp 2,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. Koneksi antara Andre dan Koko Erwin inilah yang menjadikan penangkapan The Doctor sangat penting bagi pengungkapan jaringan narkoba yang jauh lebih besar.
Penangkapan Andre Fernando, Sempat Lolos dari KL Sebelum Tersudut di Penang
Setelah Andre Fernando masuk dalam DPO nomor DPO/32/III/2026/Dittipidnarkoba pada 1 Maret 2026, tim gabungan Bareskrim Polri langsung bekerja sama dengan Interpol. Sejak 5 Maret 2026, operasi pelacakan resmi dimulai.
Perjalanan menangkap Andre tidak mudah. Polisi sempat mendekatinya di Kuala Lumpur namun Andre berhasil lolos. Brigjen Pol Untung Widyatmoko selaku Sekretaris NCB Interpol Indonesia mengakui bahwa subjek ini cukup licin. Ia sempat lolos dari upaya penangkapan di Kuala Lumpur sebelum akhirnya berhasil disudutkan dan ditangkap di Penang.
Pelacakan terus dilanjutkan. Tim akhirnya mendeteksi keberadaan Andre di Crown Plaza Straits City, Penang. Pada Minggu 5 April 2026 pukul 14.30 waktu setempat, Interpol menggerebek kamar hotel nomor 1923. Di dalam kamar itu, Andre Fernando ditemukan sedang bersama seorang perempuan berkewarganegaraan Kazakhstan. Penangkapan pun dilakukan tanpa perlawanan berarti.
Tidak Ada Paspor, Andre Fernando Butuh Surat Perjalanan Khusus
Saat penggeledahan kamar hotel dilakukan, petugas tidak menemukan paspor milik Andre Fernando. Ketiadaan dokumen perjalanan ini membuat proses pemulangan tersangka ke Indonesia tidak bisa langsung dilakukan.
Akibatnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia atau KJRI di Penang harus menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor atau SPLP terlebih dahulu. Proses administrasi ini memakan waktu hingga keesokan harinya.
Pada Senin 6 April 2026, Kombes Pol Kevin Leleury memimpin tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri terbang ke Penang. Mereka bergerak cepat begitu SPLP sudah di tangan. Penerbangan dari Penang ke Jakarta menggunakan Batik Air Malaysia menjadi rute terakhir pelarian panjang The Doctor. Begitu pesawat mendarat di Soetta, urusan administrasi langsung diselesaikan di tempat. Andre Fernando berpindah tangan dari Divhubinter ke Dittipidnarkoba dan langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk memulai proses penyidikan yang sesungguhnya.
10 Barang Bukti Mewah Disita dari Andre Fernando The Doctor
Penangkapan Andre Fernando tidak hanya menghasilkan satu tersangka besar. Dari penggeledahan kamar hotel dan barang bawaan tersangka, Bareskrim Polri berhasil menyita 10 barang bukti penting yang mencerminkan gaya hidup mewah seorang bandar narkoba internasional.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso merinci barang-barang yang disita dalam keterangan resminya. Di antaranya adalah dua unit ponsel kelas atas yaitu iPhone 17 Pro Max warna biru dan iPhone 17 R warna hitam. Selain itu, petugas juga menyita sebuah tas hitam bermerek LV, sebuah jam tangan Rolex, satu unit e-wallet, dan satu buku paspor atas nama Andre Fernando.
Keberadaan dua iPhone kelas atas ini sangat penting bagi penyidikan. Perangkat komunikasi itulah yang selama ini diduga digunakan Andre untuk mengendalikan jaringan distribusi narkobanya dari jarak jauh selama dua tahun bersembunyi di Malaysia.
Peran Andre Fernando The Doctor dalam Sindikat Narkoba Internasional
Penangkapan Andre Fernando membuka tabir peran sentral yang ia mainkan dalam jaringan narkoba lintas batas yang sangat terorganisir. Dalam sindikat ini, Andre berperan sebagai pengendali utama yang mengatur distribusi narkotika ke berbagai wilayah di Indonesia.
Jenis narkoba yang ia pasok sangat beragam. Selain sabu-sabu, Andre juga memasok vape yang mengandung zat etomidate dan happy water. Narkoba-narkoba itu didistribusikan melalui jalur darat dan kargo dari Malaysia menuju berbagai titik di Indonesia.
Andre memiliki dua jaringan besar yang menjadi pasar utamanya. Pertama adalah jaringan Koko Erwin di Bima, Nusa Tenggara Barat. Kedua adalah jaringan peredaran narkoba di tempat hiburan malam Whiterabit di Jakarta yang sudah lebih dulu dibongkar polisi. Selain itu, Andre juga terlibat dalam transaksi besar senilai Rp 800 juta pada Januari 2026 yang kini menjadi salah satu fokus penyidikan.
Penangkapan Andre Fernando, Ini Kata Polisi
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa penangkapan Andre Fernando adalah hasil kerja sama intensif antara Bareskrim Polri dan jaringan Interpol internasional. Menurutnya, operasi pencarian yang berlangsung selama sebulan penuh sejak 5 Maret 2026 akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.
Namun demikian, proses hukum belum selesai. Setibanya di Bareskrim Polri, Andre Fernando langsung menjalani pemeriksaan intensif. Tujuannya adalah mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam sindikat internasional yang ia kendalikan. Polisi meyakini jaringan yang belum terungkap masih sangat luas.
Selain itu, Brigjen Pol Untung Widyatmoko dari Divhubinter Polri menegaskan satu hal yang penting sebagai pesan kepada pelaku kejahatan yang masih buron. Tidak ada ruang aman bagi sindikat narkotika di mana pun mereka bersembunyi.
Penutup: Penangkapan Andre Fernando Buka Babak Baru Pengungkapan Jaringan Narkoba
Penangkapan Andre Fernando alias The Doctor bukan akhir dari kisah ini. Justru sebaliknya, ini adalah awal dari pembongkaran yang lebih besar. Dengan dua iPhone kelas atas di tangan penyidik dan Andre Fernando sendiri dalam tahanan, polisi kini memiliki akses langsung ke otak jaringan distribusi narkoba yang sudah beroperasi bertahun-tahun.
Nama-nama yang terhubung dengan sindikat The Doctor masih terus ditelusuri. Mulai dari jaringan di Bima, koneksi di Whiterabit Jakarta, hingga kemungkinan koneksi dengan jaringan Malaysia yang selama dua tahun menjadi tempat persembunyiannya. Oleh karena itu, pengungkapan kasus ini berpotensi menjadi salah satu pembongkaran jaringan narkoba terbesar yang pernah dilakukan Bareskrim Polri dalam beberapa tahun terakhir.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Lokal
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Trump Sikat 14 Pemasok Senjata ke Iran Sekaligus, Ada Perusahaan dari Turki dan UAE yang Merupakan Sekutu Dekat Amerika Serikat
