February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Kerangka Reno dan Farhan di Temukan Usai 2 Bulan Pasca Demo!

Kerangka Reno dan Farhan

JAKARTA, incaberita.co.id  —   Dua bulan setelah kebakaran hebat di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, publik dikejutkan oleh penemuan kerangka Reno dan Farhan di antara puing-puing gedung yang terbakar. Kedua korban, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 29 Agustus 2025, akhirnya teridentifikasi melalui hasil tes DNA oleh tim forensik RS Polri.

Peristiwa kebakaran di Kwitang terjadi bersamaan dengan kerusuhan yang melanda beberapa titik di Jakarta. Gedung tempat ditemukannya kerangka Reno dan Farhan menjadi salah satu lokasi terdampak parah dengan bagian struktur bangunan nyaris habis terbakar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengungkapkan bahwa proses identifikasi dilakukan secara cermat dan hati-hati. “Kami sudah melakukan olah TKP awal pada 2 September, namun tidak menemukan adanya tanda-tanda jasad di lokasi karena seluruh bangunan sudah tertutup puing-puing dan sisa kebakaran,” ujarnya di RS Polri, Jumat (7/11/2025).

Kronologi Awal dan Kendala Olah TKP di Lokasi Kebakaran

Sejak kebakaran terjadi, petugas kepolisian telah melakukan penyelidikan intensif untuk mencari keberadaan korban hilang, termasuk Reno Syahputeradewo dan M Farhan Hamid. Namun, pencarian awal tidak membuahkan hasil. Kondisi gedung yang hangus total dan penuh reruntuhan membuat pencarian menjadi sangat sulit.

Tim Puslabfor Polri sempat melakukan olah TKP kedua pada 19 September, tetapi hasilnya tetap nihil. “Kalau daging terbakar menyeluruh, aromanya sama dengan kayu terbakar. Jadi sulit dibedakan saat olah TKP,” jelas Roby.

Selain itu, pihak keamanan gedung juga melakukan patroli rutin di sekitar area kebakaran. Namun, karena tidak ada aktivitas pembersihan atau pembongkaran selama dua bulan, kerangka Reno dan Farhan baru ditemukan setelah puing-puing mulai dibersihkan pada akhir Oktober.

“Dari awal sampai ditemukan, tidak ada kegiatan pembersihan puing atau membuka tumpukan reruntuhan. Itu sebabnya jasad baru bisa ditemukan setelah dua bulan,” tutur Roby menegaskan.

Penjelasan Ilmiah di Balik Keterlambatan Penemuan Kerangka Reno dan Farhan

Penemuan kerangka Reno dan Farhan dua bulan setelah kebakaran juga dijelaskan secara ilmiah oleh tim forensik Polri. Kepala Laboratorium Dokpol Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan bahwa tubuh manusia yang terbakar total pada bulan pertama akan mengeluarkan bau serupa dengan material bangunan yang ikut terbakar.

“Kalau dalam proses dari awal sampai satu bulan, lingkungan yang terbakar akan menimbulkan aroma yang sama antara tubuh dan bangunan,” kata Sumy.

Kerangka Reno dan Farhan

Sumber Gambar : Fakta Kalbar

Ia menjelaskan bahwa perubahan aroma baru terjadi setelah memasuki bulan kedua. Pada tahap ini, proses pembusukan sisa tubuh manusia mulai menghasilkan bau khas yang berbeda dari sisa bangunan. “Setelah masuk bulan kedua bahkan ketiga, baru bisa tercium jelas bahwa bau tersebut berasal dari pembusukan tubuh manusia,” tambahnya.

Penjelasan ilmiah ini memperkuat alasan mengapa kerangka Reno dan Farhan tidak terdeteksi pada olah TKP awal meskipun lokasi sudah diperiksa dua kali oleh pihak kepolisian dan Puslabfor.

Kondisi Bangunan dan Faktor Keamanan yang Menghambat Pencarian

Selain faktor ilmiah, kondisi bangunan pascakebakaran turut menjadi penyebab keterlambatan penemuan kerangka Reno dan Farhan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pemilik gedung khawatir untuk memasuki lokasi karena struktur bangunan yang nyaris roboh.

“Kondisi gedung hampir seluruhnya terbakar dan sudah tidak layak untuk digunakan. Pemilik juga takut bangunan runtuh saat dilakukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Budi.

Tim keamanan internal gedung yang rutin berpatroli pun tidak menemukan tanda-tanda jasad karena area tersebut tertimbun puing dan material berat. Baru setelah sebagian bangunan dibersihkan, aroma tidak sedap mulai tercium, yang kemudian mengarah pada penemuan dua kerangka manusia di lokasi tersebut.

Hasil pemeriksaan DNA oleh tim forensik RS Polri akhirnya memastikan bahwa kedua kerangka tersebut identik dengan DNA milik Reno dan Farhan yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Reaksi Keluarga dan Proses Identifikasi Kerangka Reno dan Farhan di RS Polri

Kabar ditemukannya kerangka Reno dan Farhan membawa duka mendalam bagi keluarga korban. Pihak keluarga yang sejak awal berharap keduanya masih selamat akhirnya menerima kenyataan pahit setelah hasil identifikasi forensik keluar.

Salah satu kerabat korban, Irwan Syah, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian dan tim forensik atas kerja keras mereka. “Kami sudah menunggu lama dan akhirnya bisa mengetahui kebenarannya. Kami berharap proses hukum bisa terus berjalan untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian,” ujarnya.

Proses identifikasi DNA dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Tes pembanding DNA diambil dari anggota keluarga inti korban untuk memastikan kecocokan genetika. Setelah hasil keluar, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Analisis Ahli dan Evaluasi Penanganan Kebakaran

Ahli kebakaran dan keselamatan bangunan, Ir. Dwi Prasetyo, menilai bahwa keterlambatan penemuan kerangka Reno dan Farhan dapat menjadi pelajaran penting bagi tim penyelamat dan aparat terkait. Menurutnya, setiap lokasi kebakaran besar seharusnya dilakukan pembersihan bertahap sambil tetap memeriksa kemungkinan adanya korban.

“Kadang korban tertimbun di bawah struktur beton atau logam yang runtuh. Jika tidak segera dibersihkan dengan pengawasan ahli, maka korban bisa tidak ditemukan selama berbulan-bulan,” jelas Dwi.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas tim penyelamat dalam mendeteksi tanda-tanda biologis pascakebakaran, termasuk dengan alat sensor gas pembusukan atau detektor panas tubuh yang tersisa.

Pihak kepolisian sendiri berjanji akan melakukan evaluasi terhadap prosedur penanganan kebakaran besar agar kasus serupa kerangka Reno dan Farhan tidak terulang di masa depan.

Harapan Keluarga dan Tindak Lanjut Penyelidikan Polisi

Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran di Kwitang yang menewaskan Reno dan Farhan masih terus berlangsung. Polisi berencana melakukan rekonstruksi ulang untuk memastikan tidak ada unsur pidana atau kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Keluarga korban berharap agar kejadian ini menjadi titik akhir dari penantian panjang mereka. “Kami hanya ingin keadilan dan agar kejadian seperti ini tidak menimpa keluarga lain,” kata keluarga Farhan dalam pernyataan resmi.

Kasus penemuan kerangka Reno dan Farhan menjadi pengingat penting tentang pentingnya prosedur investigasi menyeluruh setelah bencana. Polisi, tim forensik, dan pihak berwenang kini bekerja sama memastikan bahwa setiap korban kebakaran dapat teridentifikasi dengan cepat dan layak.

Kesimpulan: Tragedi kebakaran Kwitang yang menelan korban Reno Syahputeradewo dan M Farhan Hamid kini telah menemukan titik terang dengan ditemukannya kerangka Reno dan Farhan. Meski terlambat, hasil penyelidikan ilmiah dan forensik mengungkap alasan logis di balik keterlambatan penemuan. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi sistem tanggap darurat nasional agar setiap korban bencana bisa ditemukan dan diidentifikasi secepat mungkin.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang berita  lokal

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Produksi Pabrik Lotte: Langkah Strategis Kurangi Impor Petrokimia

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved