February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Bos Terra Drone Ditahan atas Kasus Kebakaran yang Menelan 22 Korban

Kasus Bos Terra Drone Ditahan

JAKARTA, incaberita.co.id  —   Kasus kebakaran di kantor PT Terra Drone Indonesia memasuki babak baru setelah  Bos Terra Drone Ditahan sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik menemukan adanya dugaan kuat bahwa unsur kelalaian dan kesalahan prosedur turut berperan dalam memicu kebakaran yang menelan puluhan korban jiwa. Langkah hukum ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pimpinan perusahaan teknologi yang dikenal berkembang pesat di Indonesia.

Selain itu, pemeriksaan intensif terhadap Michael Wishnu Wardana berlangsung sepanjang hari setelah penangkapan dilakukan. Penyidik memastikan seluruh pertanyaan yang diajukan mencakup aspek teknis sistem keamanan gedung, prosedur keselamatan kerja, serta tanggung jawab struktural dalam mengawasi operasional kantor. Dengan perkembangan ini, publik terus menantikan kejelasan mengenai sejauh apa peran petinggi perusahaan dalam tragedi tersebut.

Penahanan yang dilakukan sebelum batas waktu 1×24 jam juga dipandang sebagai langkah cepat dari aparat kepolisian dalam menangani kasus berkategori berat. Kehadiran bukti pendukung dan saksi kunci membuat penyidik meyakini bahwa Bos Terra Drone Ditahan merupakan keputusan penting untuk menghindari potensi hilangnya barang bukti atau gangguan terhadap proses penyidikan.

Rangkaian Kejadian Kebakaran dan Penangkapan Dalam Kasus Bos Terra Drone Ditahan

Kebakaran di kantor Terra Drone terjadi pada waktu yang tidak terduga, tepat saat jam istirahat siang ketika sebagian besar karyawan tengah beristirahat. Api dengan cepat membesar dan menyebar ke beberapa lantai, diduga dipicu oleh gangguan sistem listrik internal. Situasi darurat ini menyebabkan kepanikan dan menyulitkan evakuasi, terutama bagi mereka yang terjebak di lantai tengah.

Seiring proses penyidikan berjalan, polisi mulai mengumpulkan rekaman CCTV, keterangan saksi, dan dokumen internal perusahaan. Data awal menunjukkan adanya kelalaian terkait pemeliharaan infrastruktur gedung, termasuk alat pemadam kebakaran dan jalur evakuasi. Dalam evaluasi penyidik, hal ini menjadi salah satu unsur kuat yang membuat Bos Terra Drone Ditahan untuk mempertanggungjawabkan kelalaian struktural.

Penangkapan Michael Wishnu Wardana pada Rabu malam dilakukan setelah rangkaian investigasi menunjukkan bukti yang dianggap memenuhi unsur pidana. Penahanan tersebut bertujuan mempermudah penyidik mendalami kronologi teknis dan memastikan setiap pihak yang bertanggung jawab tidak menghindar dari proses hukum.

Korban dan Dampak Kebakaran: Luka Kolektif yang Tidak Terlupakan

Tragedi kebakaran ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Sebanyak 22 orang meninggal dunia, sebagian besar akibat kekurangan oksigen yang membuat mereka tidak mampu keluar dari ruangan saat api menyebar cepat. Kehilangan ini tidak hanya mempengaruhi keluarga dekat, tetapi juga rekan kerja dan lingkungan profesional korban.

Kasus Bos Terra Drone Ditahan

Sumber Gambar : Tribunnewsmaker.com

Fakta bahwa sebagian besar korban ditemukan di lantai 3 hingga 5 memperlihatkan bahwa prosedur evakuasi gedung tidak berjalan optimal. Karyawan yang bekerja di lantai-lantai tersebut mengalami kesulitan menjangkau pintu darurat karena asap yang cepat memenuhi ruangan. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyidik, yang kemudian memperkuat alasan mengapa Bos Terra Drone Ditahan sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum.

Selain korban jiwa, tragedi ini juga memicu trauma psikologis bagi sejumlah karyawan yang selamat. Banyak dari mereka menyaksikan langsung situasi darurat yang kacau dan harus berlari ke rooftop untuk menyelamatkan diri. Pemerintah daerah bahkan mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk melakukan audit keselamatan gedung secara menyeluruh demi mencegah kejadian serupa.

Jerat Hukum dalam Kasus Bos Terra Drone Ditahan dan Penerapan Pasal Berlapis

Dalam kasus ini, Michael Wishnu Wardana dijerat dengan tiga pasal berlapis yaitu pasal 187, 188, dan 359 KUHP. Pasal-pasal tersebut memuat ancaman pidana bagi pelaku yang menyebabkan kebakaran, melakukan kelalaian hingga menimbulkan kerugian, serta mengakibatkan kematian orang lain. Dengan susunan pasal yang kompleks tersebut, ancaman hukuman yang dihadapi cukup berat dan bahkan dapat mencapai penjara seumur hidup.

Penerapan pasal-pasal ini bukan tanpa dasar. Penyidik menilai bahwa terdapat unsur kelalaian signifikan yang berperan dalam terjadinya kebakaran. Evaluasi terhadap dokumen internal perusahaan menunjukkan adanya kekurangan dalam pemeliharaan alat proteksi kebakaran. Hal ini menjadi bagian dari argumentasi kepolisian mengapa Bos Terra Drone Ditahan dan harus menghadapi proses peradilan.

Dalam konteks hukum pidana, pasal berlapis diterapkan ketika suatu tindakan menghasilkan beberapa konsekuensi berbeda yang semuanya memenuhi unsur tindak pidana. Kebakaran ini tidak hanya merusak gedung, tetapi juga memakan korban jiwa, sehingga penerapan pasal 359 KUHP menjadi relevan. Proses hukum akan menentukan sejauh mana tanggung jawab pribadi dan korporasi dalam insiden tersebut.

Respons Kepolisian dan Upaya Transparansi dan Penegakan Hukum

Pihak kepolisian menekankan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur hukum. Pemeriksaan terhadap tersangka, saksi, serta lokasi kejadian terus dilakukan untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat. Mereka juga menegaskan bahwa penahanan dilakukan demi mencegah potensi gangguan dalam proses pengumpulan bukti.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat turut menyampaikan bahwa penyidik sedang menelusuri aspek teknis kebakaran, termasuk kondisi instalasi listrik dan standar operasional keselamatan gedung. Hasil awal menunjukkan adanya beberapa kejanggalan yang memperkuat argumentasi penegakan hukum. Faktor-faktor inilah yang mempertegas alasan mengapa Bos Terra Drone Ditahan menjadi langkah yang diperlukan.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan audit keselamatan gedung di wilayah Jakarta Pusat. Mereka berharap tragedi ini menjadi momentum bagi perusahaan lain untuk meningkatkan standar keselamatan kerja. Transparansi proses hukum diharapkan mampu memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Penutup

Kasus ini membuka diskusi lebih luas mengenai keselamatan kerja, tanggung jawab perusahaan, dan pengawasan terhadap gedung perkantoran. Dengan Bos Terra Drone Ditahan, publik berharap proses hukum berjalan transparan, adil, dan memberikan kepastian bagi keluarga korban. Tragedi ini diharapkan menjadi titik balik bagi peningkatan standar keselamatan di lingkungan kerja agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Selain itu, kasus ini menjadi pengingat bagi banyak perusahaan mengenai pentingnya evaluasi rutin terhadap sistem keamanan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana satu kelalaian kecil dapat berkembang menjadi bencana besar yang memengaruhi banyak orang. Harapannya, langkah hukum dan regulasi yang diperkuat dapat memastikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh karyawan ke depannya.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  lokal

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Konflik Sea Games Kamboja dan Penarikan Atlet dari Thailand

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved