February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Konflik Timur Tengah, Rivalitas Arab Saudi dan UEA Kian Menguat!

Konflik Timur Tengah

JAKARTA, incaberita.co.id  —   Selama bertahun-tahun, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikenal sebagai dua kekuatan utama yang bergerak seirama di kawasan Teluk. Dalam konteks Konflik Timur Tengah, keduanya sering tampil sebagai poros utama stabilitas kawasan, mulai dari kerja sama militer hingga koordinasi kebijakan ekonomi dan energi.

Hubungan erat antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan menjadi simbol kuatnya aliansi kedua negara. Kedekatan personal tersebut memperkuat persepsi bahwa Riyadh dan Abu Dhabi memiliki visi regional yang sama.

Namun, seiring berjalannya waktu, kepentingan strategis yang semakin berbeda membuat hubungan tersebut mengalami pergeseran signifikan. Konflik Timur Tengah pun memasuki fase baru ketika kedua negara mulai menempuh jalur kebijakan masing-masing.

Riyadh dan Abu Dhabi kini tidak lagi sepenuhnya berada dalam satu garis kepentingan. Ambisi geopolitik dan ekonomi yang berkembang pesat justru menempatkan keduanya dalam posisi saling bersaing, baik secara terbuka maupun terselubung, sehingga memengaruhi peta KonflikTimurTengah secara keseluruhan.

Konflik Timur Tengah dan Ambisi Nasional yang Berseberangan

Arab Saudi di bawah Mohammed bin Salman berfokus pada transformasi domestik melalui reformasi ekonomi besar-besaran. Dalam kerangka Konflik Timur Tengah, kebijakan ini bertujuan memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat ekonomi, politik, dan diplomasi kawasan.

Melalui visi pembangunan jangka panjang, Riyadh ingin memastikan bahwa pengaruhnya tetap dominan di tengah perubahan geopolitik regional. KonflikTimurTengah menjadi latar penting bagi upaya Arab Saudi menegaskan kepemimpinan tersebut.

Sebaliknya, Uni Emirat Arab memilih strategi memperluas pengaruh melalui jaringan aliansi regional dan keterlibatan dengan aktor non-negara di berbagai konflik. Pendekatan ini memberi Abu Dhabi fleksibilitas geopolitik, namun juga memicu kekhawatiran di Riyadh karena dinilai dapat menggeser keseimbangan Konflik Timur Tengah.

Konflik Timur Tengah dan Yaman sebagai Titik Retak Hubungan

Konflik Yaman menjadi salah satu medan paling jelas yang memperlihatkan perbedaan kepentingan Arab Saudi dan UEA dalam peta Konflik Timur Tengah. Wilayah ini memiliki nilai strategis tinggi karena berkaitan dengan keamanan perbatasan, jalur perdagangan, dan stabilitas Laut Merah.

Dukungan Abu Dhabi terhadap Dewan Transisi Selatan yang merebut wilayah strategis Hadramawt dan Mahra menimbulkan ketegangan serius. Langkah tersebut dipandang Arab Saudi sebagai ancaman langsung terhadap struktur negara Yaman.

Konflik Timur Tengah

Sumber Gambar :  Al Sharqi Shiping

Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang sah, memandang stabilitas dan keutuhan wilayah sebagai prioritas utama. Perbedaan visi ini membuat tujuan kedua negara di Yaman semakin sulit dipertemukan dan memperumit dinamika KonflikTimurTengah.

Konflik Timur Tengah dan Perbedaan Ideologi Regional

Selain kepentingan geopolitik, perbedaan ideologis turut memperlebar jurang antara Riyadh dan Abu Dhabi dalam konteks Konflik Timur Tengah. Ideologi dan pendekatan terhadap Islam politik menjadi salah satu faktor utama ketegangan.

UEA dikenal memiliki sikap keras terhadap Ikhwanul Muslimin dan berbagai bentuk Islam politik, yang secara aktif ditekan melalui kebijakan luar negeri mereka. Sikap ini membentuk strategi regional Abu Dhabi di banyak titik KonflikTimurTengah.

Arab Saudi, meski memiliki kekhawatiran serupa, tidak sepenuhnya mengadopsi pendekatan agresif tersebut. Perbedaan ini menciptakan gesekan dalam upaya membentuk tatanan politik regional dan memengaruhi arah Konflik Timur Tengah secara lebih luas.

Rivalitas Terbuka di Sudan Akibat Peperangan

Sudan menjadi contoh lain bagaimana Arab Saudi dan UEA berada di sisi berlawanan dalam pusaran Konflik Timur Tengah. Konflik internal Sudan dimanfaatkan sebagai arena perluasan pengaruh oleh kekuatan regional.

Dukungan Riyadh terhadap tentara reguler Sudan berbanding terbalik dengan tudingan internasional bahwa Abu Dhabi membantu Pasukan Dukungan Cepat. Perbedaan sikap ini mempertegas rivalitas kedua negara di luar Semenanjung Arab.

Persaingan tersebut tidak hanya mencerminkan perbedaan kepentingan lokal, tetapi juga menunjukkan bagaimana KonflikTimurTengah meluas ke Afrika dan memengaruhi dinamika keamanan lintas kawasan.

Konflik Timur Tengah Meluas ke Tanduk Afrika

Wilayah Tanduk Afrika kini muncul sebagai arena baru persaingan Arab Saudi dan UEA dalam konteks Konflik Timur Tengah. Kawasan ini memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan global yang menghubungkan Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

UEA membangun hubungan erat dengan Ethiopia dan Somaliland serta mengoperasikan pangkalan militer di Berbera. Langkah ini memperluas jangkauan geopolitik Abu Dhabi di luar kawasan Teluk.

Sementara itu, Arab Saudi memperkuat dukungan terhadap pemerintah Somalia sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pengaruh. Persaingan ini menunjukkan bahwa KonflikTimurTengah kini memiliki dimensi geografis yang semakin luas.

Dampak Jangka Panjang bagi Stabilitas Kawasan

Rivalitas yang kian terbuka antara Arab Saudi dan UEA berpotensi mengubah dinamika politik di Timur Tengah dan Afrika. Dalam jangka panjang, Konflik Timur Tengah dapat menjadi semakin kompleks karena melibatkan kepentingan lintas kawasan dan aktor global.

Persaingan ini berisiko memperumit upaya penyelesaian konflik, memperpanjang instabilitas, serta meningkatkan ketidakpastian keamanan regional. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga di jalur perdagangan internasional dan pasar energi global.

Meski masih terikat oleh kepentingan bersama dalam beberapa isu, perbedaan ambisi dan strategi membuat hubungan kedua negara tidak lagi sesederhana masa lalu. Ke depan, stabilitas kawasan akan sangat bergantung pada kemampuan Riyadh dan Abu Dhabi mengelola rivalitas mereka agar KonflikTimur Tengah tidak semakin meluas.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  global

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Dana Revitalisasi 2026: Prioritaskan Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana!

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved