February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Tanggul Kalimalang Jebol Rendam Ratusan Rumah di Karawang

Tanggul Kalimalang Jebol

KARAWANG, incaberita.co.id  —   Peristiwa Tanggul Kalimalang Jebol menjadi mimpi buruk bagi warga Desa Margakarya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang. Jebolnya tanggul irigasi Kalimalang terjadi pada Jumat pagi dan secara tiba-tiba mengalirkan air deras ke kawasan pemukiman di sepanjang Sungai Cisalak. Dalam hitungan jam, rumah-rumah warga mulai terendam hingga mengalami kerusakan parah.

Kondisi ini diperparah karena air langsung masuk ke sipon sekunder Cisalak yang selama ini berfungsi mengatur aliran irigasi. Saat tanggul tidak mampu menahan tekanan air, limpasan pun terjadi tanpa bisa dibendung. Aliran yang deras membawa lumpur dan material lain yang mempercepat kerusakan bangunan di sekitarnya.

Warga mengungkapkan bahwa sebelum Tanggul Kalimalang Jebol, hujan memang turun cukup deras. Namun tidak ada tanda-tanda bahwa tanggul akan runtuh. Hal ini membuat banyak warga tidak siap menghadapi banjir besar yang datang secara tiba-tiba.

Dampak Tanggul Kalimalang Jebol terhadap Warga

Akibat Tanggul Kalimalang Jebol, ratusan warga harus menghadapi banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter. Air menggenangi rumah, jalan kampung, hingga fasilitas umum. Aktivitas sehari-hari lumpuh total karena akses keluar masuk wilayah terdampak menjadi sangat terbatas.

Banyak perabot rumah tangga rusak akibat terendam air cukup lama. Kasur, lemari, hingga peralatan elektronik tidak bisa diselamatkan. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang berada di lokasi lebih tinggi.

Seorang warga bernama Tati mengatakan banjir akibat Tanggul Kalimalang Jebol ini merupakan yang terparah sepanjang ia tinggal di kawasan tersebut. Biasanya, luapan sungai masih bisa surut dalam waktu singkat. Namun kali ini, air bertahan cukup lama dan menimbulkan kerusakan yang lebih luas.

Data Keluarga Terdampak dan Proses Evakuasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sekitar 400 keluarga terdampak langsung akibat Tanggul Kalimalang Jebol. Data tersebut masih bersifat sementara dan bisa bertambah seiring proses pendataan di lapangan yang terus berjalan.

Laporan tanggul jebol diterima BPBD sekitar pukul 05.30 WIB. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penilaian awal kerusakan. Prioritas utama adalah menyelamatkan warga yang rumahnya terendam cukup dalam.

Tanggul Kalimalang Jebol

Sumber Gambar : Merdeka.com

BPBD mengerahkan perahu karet untuk membantu proses evakuasi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang sakit. Proses evakuasi berlangsung di tengah arus air yang masih cukup deras, sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dari petugas.

Langkah Darurat Pemerintah Daerah Menangani Tanggul Kalimalang Jebol

Menanggapi Tanggul Kalimalang Jebol, Bupati Karawang Aep Syaepuloh langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi warga. Ia memerintahkan Dinas PUPR membuat tanggul sementara menggunakan alat seadanya sebagai langkah darurat menahan laju air.

Material berupa batu, kayu, dan perlengkapan lainnya segera diberikan ke lokasi. Upaya ini dilakukan agar air tidak semakin deras masuk ke kawasan pemukiman. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Selain itu, Pemkab Karawang juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengecilkan debit air. Dalam situasi darurat seperti ini, semua pihak diminta fokus pada penanganan tanpa saling menyalahkan kewenangan.

Evaluasi Tanggul Kalimalang Jebol dan Ancaman Banjir Berulang

Kasus Tanggul Kalimalang Jebol membuka kembali persoalan lama terkait kondisi tanggul irigasi yang sudah berusia tua. Banyak tanggul dibangun puluhan tahun lalu dan minim perawatan rutin, sehingga rawan mengalami kerusakan.

Bupati Karawang menghimbau BBWS Citarum melakukan pengecekan terhadap tanggul yang sudah tua, khususnya yang berada di titik rawan banjir. Langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Menurutnya, curah hujan tinggi akan terus menjadi ancaman jika tidak diimbangi dengan infrastruktur pengendali banjir yang kuat dan terawat. Tanggul yang rapuh bisa menjadi sumber bencana bagi masyarakat di sekitarnya.

Dampak Sosial dan Psikologis Pascabanjir

Bencana akibat Tanggul Kalimalang Jebol tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak sosial dan psikologis bagi warga terdampak. Banyak keluarga mengalami tekanan mental akibat kehilangan harta benda, tempat tinggal rusak, serta ketidakpastian kapan kondisi akan benar-benar pulih.

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan dalam situasi ini. Aktivitas belajar terganggu, sementara sebagian warga lanjut usia mengalami kelelahan dan stres karena harus mengungsi. Kondisi ini membutuhkan perhatian khusus, tidak hanya berupa bantuan logistik tetapi juga pendampingan sosial.

Solidaritas antarwarga terlihat kuat pasca Tanggul Kalimalang Jebol. Warga yang rumahnya relatif aman membantu menampung tetangga yang terdampak. Namun, masyarakat berharap dukungan pemerintah tetap berlanjut hingga fase pemulihan selesai.

Harapan Warga dan Upaya Pencegahan ke Depan

Warga berharap peristiwa Tanggul Kalimalang Jebol menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Tidak hanya penanganan darurat, tetapi juga perbaikan jangka panjang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan instansi terkait.

Masyarakat menginginkan adanya perbaikan permanen pada tanggul serta sistem peringatan dini jika terjadi peningkatan debit air. Dengan begitu, warga memiliki waktu untuk bersiap dan meminimalkan kerugian.

Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan siap mendukung penuh langkah BBWS Citarum dalam memperkuat infrastruktur pengendali banjir. Dengan koordinasi yang baik, perawatan rutin, dan pengawasan berkelanjutan, diharapkan banjir akibat Tanggul Kalimalang Jebol tidak kembali terulang di masa mendatang.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  lokal

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Becak Listrik Bantuan Prabowo: Dorong Kesejahteraan Tukang Becak Lansia

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved