February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Syafiq Ali Ditemukan Meninggal Setelah 17 Hari Pencarian di Gunung Slamet

Syafiq Ali Ditemukan Meninggal

JAKARTA, incaberita.co.id  —  Syafiq Ali Ditemukan Meninggal setelah operasi pencarian yang berlangsung selama 17 hari. Korban bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, pemuda berusia 18 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian.

Kabar duka ini disampaikan oleh Kepala Desa Clekatakan, Pemalang, yang memastikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Informasi tersebut diterima dari tim SAR yang melakukan penyisiran di area puncak Gunung Slamet.

Penemuan Pendaki Gunung Slamet Ditemukan ini sekaligus mengakhiri upaya pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur relawan dan tim penyelamat.

Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan dari Basarnas, relawan pecinta alam, BPBD, TNI, Polri, serta warga setempat. Selama hampir tiga pekan, tim bekerja dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang menantang, dengan mengedepankan koordinasi serta keselamatan personel.

Syafiq Ali Ditemukan Meninggal di Dekat Puncak Gunung Slamet

Menurut keterangan pihak berwenang, Syafiq Ali Ditemukan di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar Batu Watu Langgar. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawah dan sekitar 50 meter dari puncak Slamet.

Kondisi medan di sekitar lokasi penemuan dikenal ekstrem dengan tebing curam dan cuaca yang cepat berubah. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.

Pendaki Gunung Slamet Ditemukan dalam posisi terbaring di area tebing kawah, berdasarkan dokumentasi yang diterima oleh pihak pemerintah daerah.

Lokasi tersebut tergolong berbahaya karena berada di jalur sempit dengan kontur berbatu dan kemiringan tajam. Kondisi ini membuat tim pencari harus menggunakan peralatan khusus serta teknik evakuasi vertikal untuk menjangkau titik penemuan.

Kronologi Hilangnya Syafiq Ali Saat Pendakian

Peristiwa hilangnya pendaki bermula saat Syafiq Ali mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya Clekatakan pada 27 Desember 2025 malam.

Keduanya dilaporkan terpisah di sekitar Pos 9. Saat itu, Syafiq Ali Ditemukan Meninggal berusaha mencari bantuan, sementara rekannya akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di Pos 5 beberapa hari kemudian.

Pendaki Gunung Slamet Ditemukan

Sumber Gambar : Magelang Ekspres

Sejak laporan hilang diterima, pencarian Pendaki Gunung Slamet Ditemukan menjadi fokus utama tim SAR gabungan yang menyisir berbagai jalur dan area rawan.

Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor cuaca, visibilitas, dan keselamatan tim. Beberapa jalur pendakian alternatif juga diperiksa untuk memastikan tidak ada kemungkinan korban berpindah lintasan.

Kondisi Syafiq Ali Ditemukan Meninggal

Ketua Operasi SAR Wanadri menjelaskan kondisi korban ketika Pendaki Gunung Slamet Ditemukan. Di sekitar lokasi, ditemukan sejumlah barang pribadi seperti dompet, senter, tracking pole, dan perlengkapan darurat.

Korban tidak ditemukan tertimbun pasir atau material lain. Berdasarkan kondisi jasad, tim memperkirakan korban meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.

Dugaan sementara, korban meninggal akibat hipotermia. Hal ini diperkuat dengan kondisi pakaian korban yang tidak lengkap saat Pendaki Gunung Slamet Ditemukan.

Hipotermia kerap menjadi ancaman serius bagi pendaki di gunung dengan ketinggian ekstrem seperti Slamet, terutama ketika suhu turun drastis dan angin kencang melanda. Kurangnya perlindungan tubuh dapat mempercepat penurunan suhu inti tubuh secara fatal.

Proses Evakuasi Terkendala Medan dan Cuaca

Proses evakuasi jenazah Syafiq Ali Ditemukan Meninggal tidak berjalan mudah. Medan terjal serta cuaca buruk menjadi kendala utama bagi tim penyelamat.

Diperkirakan, evakuasi menuju basecamp Dipajaya memerlukan waktu hingga 15 jam. Namun, proses sempat dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan dan jarak pandang yang terbatas.

Selain faktor cuaca, kemiringan jalur dan kondisi tanah yang licin turut memperlambat pergerakan tim evakuasi. Setiap langkah harus dilakukan dengan perhitungan matang untuk menghindari risiko kecelakaan lanjutan.

Tim SAR memastikan evakuasi akan dilanjutkan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Koordinasi antar tim dilakukan secara intensif untuk menentukan waktu dan jalur paling aman.

Prosedur evakuasi dilakukan secara bertahap, dengan memanfaatkan jeda cuaca yang lebih aman. Keputusan penghentian sementara diambil untuk mencegah risiko tambahan bagi tim yang bertugas di medan ekstrem.

Pendaki Gunung Slamet Ditemukan dan Rencana Pemakaman

Setelah Syafiq Ali Ditemukan Meninggal dan berhasil dievakuasi, jenazah direncanakan dibawa ke RSUD Pemalang untuk menjalani proses pemulasaraan sesuai prosedur sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan dipersiapkan untuk dipulangkan ke Kota Magelang. Pemerintah daerah setempat turut membantu koordinasi agar proses pemulangan berjalan lancar dan tertib.

Pihak keluarga memutuskan pemakaman dilakukan di Kota Magelang, tepatnya di Pemakaman Umum Sidotopo. Lokasi tersebut dipilih karena berdekatan dengan makam keluarga lainnya sehingga memudahkan keluarga untuk berziarah.

Di rumah duka, persiapan pemakaman telah dilakukan dengan mendirikan tenda dan menyiapkan tempat bagi para pelayat. Kehadiran keluarga, kerabat, serta masyarakat sekitar menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga korban.

Peristiwa Pendaki Gunung Slamet Ditemukan ini menjadi pengingat pentingnya persiapan matang, kewaspadaan cuaca, dan keselamatan dalam setiap aktivitas pendakian gunung.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  lokal

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Kurikulum Siaga Bencana Dinilai Mendesak Diterapkan di Jawa Timur

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved