February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Kurikulum Siaga Bencana Dinilai Mendesak Diterapkan di Jawa Timur

kurikulum siaga bencana

JAWA TIMUR, incaberita.co.id  —  Kurikulum Siaga Bencana kembali menjadi sorotan setelah DPRD Jawa Timur menilai tingginya tingkat kerawanan bencana di provinsi tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis. Jawa Timur dikenal memiliki beragam potensi bencana, mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, Kurikulum Siaga Bencana perlu disiapkan sejak dini agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman yang kuat menghadapi risiko bencana.

Dorongan ini muncul sebagai respons atas karakter wilayah Jawa Timur yang sangat beragam, sehingga pendekatan mitigasi harus disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah.

Kurikulum Siaga Bencana Sesuai Karakter Wilayah

Kurikulum Siaga Bencana kembali menjadi sorotan setelah DPRD Jawa Timur menilai tingginya tingkat kerawanan bencana di provinsi tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis. Jawa Timur dikenal memiliki beragam potensi bencana, mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran.

Dorongan ini muncul sebagai respons atas karakter wilayah Jawa Timur yang sangat beragam, sehingga pendekatan mitigasi harus disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah.

Selain itu, DPRD menilai bahwa tanpa perencanaan yang matang, potensi bencana yang berulang dapat terus menimbulkan kerugian besar. Pendidikan kebencanaan dipandang sebagai langkah preventif yang lebih efektif dibandingkan penanganan pascabencana semata

Praktik yang Didorong Masuk Dunia Pendidikan

Sri Untari menjelaskan bahwa setiap wilayah di Jawa Timur memiliki potensi bencana yang berbeda. Kawasan kota lebih rawan rawan banjir dan kebakaran, sementara daerah pedesaan dan perbukitan menghadapi bencana tanah gerak dan longsor.

Di sisi lain, wilayah pesisir pantai selatan Jawa Timur memiliki potensi tsunami yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, Kurikulum Siaga Bencana dinilai harus bersifat kontekstual dan menyesuaikan karakter wilayah tempat sekolah berada.

kurikulum siaga bencana

Sumber Gambar : Suara Jatim

Pemahaman yang berbasis kondisi lokal diyakini akan membuat siswa lebih siap dan tanggap saat menghadapi situasi darurat bencana.

Materi pembelajaran yang kontekstual juga dapat membantu siswa memahami risiko di lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian, pengetahuan kebencanaan tidak bersifat abstrak, melainkan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini juga mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana.

Kurikulum Siaga Bencana Didukung Program Destana

Selain di lingkungan sekolah, DPRD Jawa Timur juga mendukung penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana). Program ini dinilai dapat berjalan beriringan dengan KurikulumSiagaBencana untuk membangun kesiapsiagaan di tingkat komunitas.

Kolaborasi antara sekolah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan. Kurikulum Siaga Bencana tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga menghubungkan mereka dengan praktik kesiapsiagaan di lingkungan sekitar.

Dengan pendekatan tersebut, kesiapsiagaan bencana diharapkan benar-benar hidup dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Sinergi antara sekolah dan desa juga diyakini dapat mempercepat penyebaran informasi kebencanaan yang tepat sasaran hingga ke tingkat keluarga.

Kurikulum Siaga Bencana Diperkuat Regulasi Daerah

Komisi E Jawa Timur menilai sektor pendidikan merupakan pintu masuk paling strategis untuk membangun kesadaran kebencanaan. Kurikulum Siaga Bencana diharapkan tidak hanya menjadi program tambahan, tetapi terintegrasi dalam proses belajar mengajar.

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang telah berjalan dinilai masih bersifat parsial. Dengan memasukkan Kurikulum Siaga Bencana secara formal, seluruh elemen sekolah dapat memiliki standar kesiapsiagaan yang sama.

Langkah ini diharapkan mampu menanamkan budaya sadar bencana sejak usia sekolah dan membentuk generasi yang lebih tangguh.

Budaya sadar bencana ini mencakup kemampuan mengenali tanda bahaya, memahami prosedur evakuasi, serta membangun sikap saling peduli saat terjadi situasi darurat.

Kurikulum Siaga Bencana Diperkuat Regulasi Daerah

Dorongan penerapan Kurikulum Siaga Bencana juga diperkuat dengan regulasi. Komisi E DPRD Jawa Timur mengesahkan Perda tentang Penanggulangan Bencana pada akhir 2025.

Salah satu poin penting dalam Perda tersebut adalah penguatan peran relawan secara lebih terstruktur. Regulasi ini memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi pelibatan berbagai pihak dalam mitigasi dan penanganan bencana.

Dengan adanya Perda, implementasi Kurikulum Siaga Bencana diharapkan memiliki payung hukum yang jelas dan berkelanjutan.

Regulasi ini juga menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran serta menyusun program pendukung agar kebijakan mitigasi bencana dapat berjalan konsisten.

Kepastian regulasi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program-program kebencanaan yang selama ini masih terhambat oleh keterbatasan perencanaan dan pendanaan.

Tantangan dan Harapan Implementasi di Sekolah

Penerapan Kurikulum Siaga Bencana tentu tidak lepas dari tantangan di lapangan. Kesiapan tenaga pendidik, ketersediaan modul pembelajaran, serta dukungan sarana prasarana menjadi faktor penentu keberhasilan.

DPRD Jawa Timur berharap pemerintah provinsi dapat memberikan pelatihan khusus bagi guru agar materi kebencanaan dapat disampaikan secara efektif. Dukungan lintas sektor, termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, juga dinilai sangat penting.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan berkelanjutan, implementasi kurikulum ini diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi benar-benar membentuk budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  lokal

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai 62 Kasus Super Flu Terdeteksi, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Tenang

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved