February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Korut Tembakkan Rudal Balistik Jelang Pertemuan Lee Jae-myung dan Xi Jinping

Detik-Detik Korut Tembakkan Rudal Balistik Hipersonik ke Laut Jepang Jelang Pertemuan Lee dan Xi Jinping

JAKARTA, incaberita.co.id – Korut tembakkan rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Minggu (4/1/2026). Aksi militer ini mengguncang kawasan Asia Timur. Peluncuran senjata terjadi beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae myung berangkat ke Beijing. Lee dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan puncak bilateral.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengonfirmasi deteksi proyektil dari wilayah dekat Pyongyang. Waktu peluncuran tercatat sekitar pukul 07.50 waktu setempat. Kementerian Pertahanan Jepang juga mendeteksi aktivitas serupa. Rudal tersebut mendarat di lokasi yang tidak ditentukan sekitar pukul 08.08.

Kronologi Korut Tembakkan Rudal Balistik

Korut Tembakkan Rudal Balistik Jelang Pertemuan Lee Jae-myung dan Xi Jinping

Sumber gambar : jubi.id

Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik dari pantai barat negaranya. Rudal pertama ditembakkan sekitar pukul 07.54. Rudal kedua menyusul pada pukul 08.05 waktu setempat. Kedua rudal mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer. Jarak tempuh masing masing mencapai 900 kilometer dan 950 kilometer.

Pemerintah Jepang menyebut ini aktivitas rudal pertama Pyongyang dalam dua bulan. Rudal tersebut jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang. Tidak ada kerusakan pada kapal maupun pesawat. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi melayangkan protes keras kepada Pyongyang.

Spesifikasi Rudal Hipersonik Korut

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengonfirmasi jenis rudal yang diluncurkan. Rudal tersebut merupakan jenis hipersonik. Senjata ini bergerak dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara. Rudal hipersonik mampu bermanuver di tengah penerbangan. Kemampuan ini membuatnya sulit dilacak sistem pertahanan musuh.

KCNA menyebutkan rudal hipersonik menghantam sasaran sejauh 1.000 kilometer. Lokasi sasaran berada di perairan timur Korea Utara. Dalam parade militer Oktober lalu, Korut memamerkan rudal Hwasong 11. Senjata ini dipersenjatai hulu ledak hipersonik.

Kim Jong Un Pantau Uji Rudal Balistik Korut

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin langsung uji peluncuran rudal. Lokasi peluncuran berada di Pyongyang ke arah timur laut. Kim menegaskan pengembangan sistem persenjataan sangat krusial. Tujuannya untuk mempertahankan daya tangkal nuklir yang kuat dan andal.

Kim Jong Un menyatakan uji coba menunjukkan kesiapan pasukan nuklir. Korea Utara merasa percaya diri dengan pencapaian ini. Kim memerintahkan peningkatan sarana militer secara berkelanjutan. Fokus utama tertuju pada sistem persenjataan ofensif.

Pernyataan Kim Jong Un Soal Kesiapan Perang

Dalam laporan KCNA, Kim Jong Un mengklaim pencapaian penting telah dilakukan. Pasukan nuklir Korea Utara ditempatkan pada basis praktis. Persiapan untuk perang yang sebenarnya terus dilakukan. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Pyongyang memperkuat militer.

Kim menekankan pentingnya menunjukkan kesiapsiagaan ofensif kepada pesaing. Cara ini dinilai efektif untuk menerapkan daya tangkal perang. Aktivitas tersebut bertujuan memajukan daya tangkal nuklir. Dunia internasional perlu memperhatikan perkembangan ini.

Konteks Geopolitik Korut Tembakkan Rudal Balistik

Timing peluncuran rudal sangat diperhitungkan dari segi geopolitik. Aksi militer dilakukan sebelum Lee Jae myung berangkat ke China. Presiden Korsel berharap memanfaatkan pengaruh Beijing atas Pyongyang. Tujuannya untuk meningkatkan hubungan Seoul dengan Korea Utara.

Namun Kim Jong Un justru memilih meningkatkan ketegangan. Para analis menilai peluncuran sebagai pesan kepada China. Korut ingin mencegah hubungan lebih dekat antara Beijing dan Seoul. Pyongyang juga menolak sikap China tentang denuklirisasi.

Respons Korut terhadap Operasi AS di Venezuela

Peluncuran rudal terjadi setelah operasi militer AS di Venezuela. Washington berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro pada hari Sabtu. Korea Utara mengecam operasi tersebut dengan keras. Pyongyang menyebut tindakan itu menunjukkan sifat brutal Amerika Serikat.

Pakar mengatakan operasi AS mendorong Kim memperluas senjata nuklir. Pyongyang membutuhkan program nuklir sebagai pencegah. Tujuannya menghadapi dugaan upaya perubahan rezim oleh Washington. Skenario seperti Venezuela menjadi mimpi buruk bagi Korea Utara.

Kim Jong Un menggunakan peristiwa Venezuela sebagai pembenaran. Korea Utara harus memiliki senjata nuklir dan militer kuat. Krisis geopolitik baru baru ini memperkuat alasan tersebut. Peristiwa internasional yang rumit menambah urgensi pengembangan senjata.

Reaksi Internasional atas Rudal Balistik Korut

Militer Korea Selatan meningkatkan kesiapsiagaan penuh setelah deteksi rudal. Seoul berbagi data dengan Amerika Serikat dan Jepang. Kerja sama trilateral penting untuk memantau Pyongyang. Aktivitas militer Korea Utara dipantau secara real time.

Pasukan AS untuk Indo Pasifik mengeluarkan pernyataan resmi. Peristiwa ini tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel AS. Wilayah AS dan sekutu juga dinyatakan aman. Namun konsultasi dengan sekutu terus dilakukan secara intensif.

Protes Keras dari Jepang atas Rudal Balistik

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menginstruksikan pengumpulan informasi. Penjelasan kepada publik harus disampaikan segera. Kantor perdana menteri menyatakan kesiapan menghadapi situasi darurat. Jepang sangat waspada terhadap aktivitas militer Korea Utara.

Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menegaskan tindakan Korut berbahaya. Peluncuran rudal merupakan ancaman serius bagi Jepang. Kawasan Asia Timur dan komunitas internasional ikut terancam. Resolusi Dewan Keamanan PBB melarang uji coba rudal Korut.

Agenda Kongres Partai dan Produksi Senjata Korut

Korea Utara akan menggelar kongres Partai Pekerja dalam beberapa minggu. Kongres ini merupakan yang pertama dalam lima tahun. Agenda utama meliputi kebijakan ekonomi negara. Perencanaan pertahanan dan militer juga menjadi fokus pembahasan.

Kim Jong Un memerintahkan perluasan produksi rudal negara. Modernisasi pabrik senjata terus dilakukan secara masif. Pembangunan fasilitas baru untuk memenuhi permintaan meningkat. Media pemerintah melaporkan kunjungan Kim ke fasilitas senjata.

Target Produksi Rudal Korut Naik 250 Persen

Kim Jong Un memerintahkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 250 persen. Ambisi besar Pyongyang terlihat dari target fantastis ini. Arsenal militer terus diperkuat di tengah ketegangan global. Negara negara Barat semakin khawatir dengan perkembangan ini.

Analis mengatakan peningkatan produksi memiliki beberapa tujuan. Pertama untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi. Kedua untuk menantang AS serta Korea Selatan. Ketiga untuk menguji senjata sebelum diekspor ke Rusia.

Dampak Rudal Balistik Korut bagi Hubungan Korsel China

Peluncuran rudal membayangi kunjungan Lee Jae myung ke Beijing. Perdamaian Semenanjung Korea menjadi agenda pertemuan puncak. Namun aksi Pyongyang mempersulit posisi diplomatik kedua negara. Situasi semakin rumit dengan provokasi terbaru ini.

Profesor Lim Eul chul dari Institut Studi Timur Jauh memberikan analisis. Peluncuran rudal merupakan pesan kepada China dari Korut. Pyongyang ingin mencegah kedekatan Beijing dengan Seoul. Penolakan terhadap denuklirisasi juga ditunjukkan secara tegas.

Korea Utara ingin mengirim pesan bahwa mereka berbeda dari Venezuela. Sebagai kekuatan nuklir, Pyongyang siap merespons agresif. Pesan ini ditujukan kepada Seoul, Beijing, dan Washington. Pencegahan agresif menjadi doktrin pertahanan Korea Utara.

Kesimpulan

Korut tembakkan rudal balistik pada awal 2026 menunjukkan ketegangan tinggi. Timing peluncuran tepat sebelum pertemuan Lee dan Xi sangat diperhitungkan. Kim Jong Un menunjukkan perhitungan geopolitik yang matang. Pyongyang tidak akan mundur dari pengembangan senjata nuklir.

Aksi militer ini terkait erat dengan operasi AS di Venezuela. Korea Utara melihat peristiwa tersebut sebagai ancaman eksistensial. Target produksi senjata naik 250 persen menunjukkan keseriusan Pyongyang. Daya tangkal militer terus diperkuat tanpa kompromi.

Komunitas internasional perlu memantau situasi Asia Timur. Kerja sama Korsel, Jepang, dan AS menjadi kunci stabilitas. Keamanan regional harus dijaga di tengah provokasi berulang. Korea Utara tetap menjadi ancaman serius bagi perdamaian kawasan.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved