July 12, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Topan Bavi di Taiwan Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang, Sekolah Ditutup hingga Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Cuaca Ekstrem Melanda Taiwan, Topan Bavi Picu Hujan Deras, Angin Kencang, dan Gelombang Berbahaya

JAKARTA, incaberita.co.id – Topan Bavi di Taiwan menjadi perhatian setelah badai kuat tersebut bergerak mendekati wilayah utara pulau pada Jumat hingga Sabtu, 10–11 Juli 2026. Pemerintah Taiwan meningkatkan kesiagaan karena sistem badai membawa ancaman hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi.

Berdasarkan pemantauan Administrasi Cuaca Pusat Taiwan atau Central Weather Administration (CWA), pada Sabtu pagi, 11 Juli 2026, pusat Topan Bavi berada di sekitar 24,9 derajat lintang utara dan 124,6 derajat bujur timur. Badai bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam.

Tekanan udara di pusat topan tercatat sekitar 950 hPa. Sementara itu, kecepatan angin maksimum di dekat pusat badai mencapai sekitar 40 meter per detik, dengan embusan hingga 50 meter per detik.

Meski pusat badai diperkirakan melintas di sebelah utara Taiwan, wilayah utara dan timur pulau tetap menghadapi dampak cuaca buruk. Oleh karena itu, sekolah ditutup di Taipei, layanan transportasi dibatasi, dan sejumlah penerbangan dibatalkan.

Fakta Singkat Topan Bavi di Taiwan

Topan Bavi di Taiwan Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang, Sekolah Ditutup hingga Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Sumber gambar : cnnindonesia.com

Berikut sejumlah fakta utama mengenai perkembangan Topan Bavi:

  • Tanggal dampak terkuat: Jumat–Sabtu, 10–11 Juli 2026.
  • Wilayah terdampak: Taiwan bagian utara dan timur, termasuk Taipei dan kawasan pesisir.
  • Pergerakan badai: Melintas ke arah barat laut dan diperkirakan melewati sebelah utara Taiwan.
  • Tekanan pusat: Sekitar 950 hPa pada Sabtu pagi.
  • Kecepatan angin maksimum: Sekitar 40 meter per detik.
  • Ancaman utama: Hujan deras, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi.
  • Dampak transportasi: Penerbangan dan layanan feri dibatalkan atau dihentikan sementara.
  • Langkah pemerintah: Penutupan sekolah, pengamanan wilayah rawan, dan kesiagaan personel darurat.

Topan Bavi di Taiwan Memicu Peringatan Laut dan Darat

CWA menerbitkan peringatan topan laut dan darat saat Bavi semakin mendekati Taiwan. Peringatan diberikan karena radius angin badai cukup luas dan berpotensi menjangkau sejumlah wilayah meski pusatnya tidak melintasi daratan utama.

Wilayah pesisir menghadapi ancaman gelombang tinggi dan kondisi laut yang berbahaya. Sementara itu, daerah pegunungan diminta waspada terhadap hujan sangat deras yang dapat memicu longsor dan banjir bandang.

Masyarakat juga diminta tidak mendatangi pantai untuk melihat gelombang. Kondisi laut dapat berubah dengan cepat dan membahayakan warga yang berada terlalu dekat dengan garis pantai.

Seberapa Kuat Topan Bavi?

Hasil investigasi menunjukkan bahwa Bavi sebelumnya berkembang menjadi topan super ketika berada di kawasan Pasifik barat. Saat mencapai Kepulauan Mariana, kekuatannya sempat setara dengan badai Kategori 5.

Setelah itu, kekuatan Bavi mulai menurun saat bergerak menuju Taiwan dan pesisir timur China. Meski melemah, badai tetap tergolong kuat dan memiliki area angin yang luas.

Hal tersebut menjelaskan mengapa Taiwan tetap menghadapi risiko besar meski jalur pusat topan diperkirakan tidak langsung menyeberangi pulau.

Selain kecepatan angin, jumlah uap air yang dibawa badai turut meningkatkan ancaman. Ketika sistem tersebut berinteraksi dengan pegunungan Taiwan, hujan dapat menjadi lebih deras pada lereng yang menghadap arah angin.

Benarkah Topan Bavi Menghantam Taiwan?

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa istilah “menghantam Taiwan” perlu digunakan secara hati-hati.

Topan Bavi memang memengaruhi Taiwan secara luas. Namun, jalur terbaru menunjukkan pusat badai bergerak melewati sebelah utara pulau, bukan dipastikan mendarat langsung di daratan utama Taiwan.

Dampak yang dirasakan tetap nyata. Hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, penutupan sekolah, serta gangguan penerbangan terjadi ketika radius badai mendekati pulau.

Dengan demikian, kabar Topan Bavi di Taiwan benar dalam konteks dampaknya. Namun, klaim bahwa pusat badai telah mendarat langsung di Taiwan belum sesuai dengan jalur yang dilaporkan.

Taiwan Bukan Satu-Satunya Wilayah Terdampak

Bavi sebelumnya menerjang Kepulauan Mariana, termasuk Pulau Rota. Setelah melintasi perairan dekat Taiwan dan Kepulauan Ryukyu di Jepang, badai diperkirakan bergerak menuju pesisir timur China.

China melakukan persiapan besar di Provinsi Fujian dan Zhejiang. Kapal nelayan diperintahkan kembali ke pelabuhan, layanan feri dihentikan, dan warga di kawasan rawan mulai dievakuasi.

Karena itu, Topan Bavi merupakan ancaman regional. Dampaknya tidak hanya terjadi di Taiwan, tetapi juga menjangkau beberapa wilayah Pasifik barat dan Asia Timur.

Sekolah Ditutup dan Penerbangan Dibatalkan

Topan Bavi di Taiwan menyebabkan gangguan besar pada kegiatan masyarakat. Sekolah ditutup di Taipei sebagai langkah pencegahan. Sejumlah kegiatan publik dan lokasi wisata juga dihentikan sementara.

Selain itu, banyak penerbangan menuju Jepang, Hong Kong, dan tujuan lain dibatalkan atau dijadwalkan ulang. Lebih dari 100 layanan feri juga terdampak karena kondisi laut dianggap berbahaya.

Beberapa rute menuju pulau-pulau kecil, termasuk Green Island dan Orchid Island, dihentikan sementara. Pemerintah meminta wisatawan menunda perjalanan agar tidak terjebak akibat penutupan transportasi.

Check and Recheck: Benarkah Taiwan Menyiagakan 29.000 Personel?

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sekitar 29.000 personel militer disiapkan untuk mendukung tanggap bencana. Mereka dapat dikerahkan untuk evakuasi, pencarian korban, distribusi bantuan, serta penanganan banjir dan longsor.

Pemerintah daerah juga membersihkan saluran air, menyiapkan pompa, memeriksa tanggul, dan menempatkan alat berat di kawasan yang berisiko terisolasi.

Langkah tersebut dilakukan karena pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa hujan topan dapat menyebabkan kerusakan besar, terutama di wilayah pegunungan dan daerah dengan sistem drainase terbatas.

Risiko Banjir dan Tanah Longsor

Hujan lebat menjadi salah satu bahaya utama Topan Bavi di Taiwan. Struktur pegunungan Taiwan membuat hujan dapat terkonsentrasi pada daerah tertentu dalam waktu singkat.

Wilayah yang sebelumnya sudah basah menghadapi risiko lebih besar. Tanah yang jenuh air lebih mudah longsor, sedangkan sungai dapat meluap ketika hujan turun secara terus-menerus.

Warga di daerah rawan diminta mengikuti arahan evakuasi. Mereka juga disarankan menyiapkan air minum, makanan, obat-obatan, lampu darurat, serta alat komunikasi.

Kesimpulan: Status Topan Bavi di Taiwan

Hasil analisis, investigasi, verifikasi, klarifikasi, serta check and recheck menunjukkan bahwa Topan Bavi di Taiwan benar membawa dampak serius pada 10–11 Juli 2026.

Pusat badai bergerak di sebelah utara Taiwan dengan tekanan sekitar 950 hPa dan kecepatan angin maksimum sekitar 40 meter per detik. Meski tidak dipastikan mendarat langsung di pulau utama, radius badai membawa hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, dan ancaman longsor.

Sekolah di Taipei ditutup. Penerbangan, layanan feri, tempat wisata, dan kegiatan publik juga terganggu. Pemerintah Taiwan menyiagakan personel serta meminta masyarakat menjauhi pantai dan mematuhi peringatan resmi.

Dengan demikian, Topan Bavi di Taiwan bukan sekadar ancaman dari pusat badai. Dampak terbesarnya berasal dari luasnya radius angin, curah hujan tinggi, dan kondisi laut yang berbahaya.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved