Longsor di Bandung Barat, Status Tanggap Darurat Ditetapkan!
BANDUNG, incaberita.co.id — Peristiwa Longsor di Bandung Barat terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Longsor dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut.
Material longsor berasal dari bukit di kaki Gunung Burangrang. Tanah, bebatuan, dan material lainnya meluncur deras ke permukiman warga di RW 10 dan RW 11 Kampung Pasir Kuning. Kejadian ini berlangsung cepat sehingga banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri.
Longsor di Bandung Barat ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di awal tahun 2026, mengingat besarnya dampak dan jumlah korban yang terdampak.
Kondisi geografis wilayah Cisarua yang berada di kawasan perbukitan membuat daerah ini rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan meningkat. Faktor kemiringan lereng dan kondisi tanah yang labil memperbesar risiko terjadinya longsor.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul Longsor di Bandung Barat tersebut. Penetapan dilakukan karena jumlah korban jiwa cukup banyak dan proses pencarian masih berlangsung.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan bahwa status tanggap darurat diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Dengan status ini, seluruh sumber daya daerah dapat dimobilisasi untuk membantu korban.
Langkah ini juga memungkinkan percepatan distribusi bantuan logistik serta dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
Dengan status tanggap darurat, pemerintah daerah dapat lebih fleksibel dalam penggunaan anggaran dan pengerahan alat berat, termasuk membuka akses bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak.
Data Korban Longsor di Bandung Barat Masih Berubah
Hingga Sabtu siang, tercatat sebanyak 113 warga terdampak akibat Longsor di Bandung Barat. Dari jumlah tersebut, delapan orang dinyatakan meninggal dunia, 23 orang selamat, dan 82 orang lainnya masih dalam proses pendataan serta pencarian.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa tidak semua warga yang belum ditemukan dapat dipastikan tertimbun material longsor. Sebagian diduga telah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau keluarga di lokasi lain.

Sumber Gambar : Warna Indonesia
Pendataan korban terus dilakukan seiring berjalannya proses pencarian di lapangan. Aparat desa bersama relawan mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan keberadaan penduduk, sekaligus menghindari kesalahan data akibat adanya warga yang mengungsi secara mandiri.
Proses Pencarian Korban dan Tantangan Cuaca
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat terus melakukan pencarian korban Longsor di Bandung Barat. Namun, proses evakuasi menghadapi tantangan besar karena kondisi cuaca yang masih ekstrem.
Hujan yang turun secara berkala meningkatkan risiko longsor susulan. Oleh karena itu, Bupati Bandung Barat menekankan agar keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pencarian.
Proses evakuasi akan dihentikan sementara apabila hujan deras kembali turun, guna menghindari jatuhnya korban tambahan dari pihak petugas.
Selain risiko longsor susulan, medan yang tertutup lumpur dan bebatuan juga menyulitkan pergerakan alat berat serta tim penyelamat di lapangan.
Dampak Longsor terhadap Permukiman Warga
Longsor di Bandung Barat menyebabkan sedikitnya 30 rumah warga rusak berat hingga rata dengan tanah. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat tertimbun material longsor.
Warga yang selamat terpaksa mengungsi ke lokasi aman. Pemerintah daerah memusatkan posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu, sementara korban luka-luka telah dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kondisi ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat, terutama bagi keluarga korban yang meninggal dunia.
Selain kehilangan tempat tinggal, banyak warga juga kehilangan mata pencaharian karena lahan dan usaha mereka ikut terdampak material longsor.
Mitigasi Jangka Panjang Longsor di Bandung Barat
Selain penanganan darurat, peristiwa Longsor di Bandung Barat mendorong perlunya mitigasi jangka panjang yang lebih serius. Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memetakan ulang kawasan rawan longsor, terutama di wilayah perbukitan yang padat permukiman.
Langkah mitigasi mencakup penguatan lereng, perbaikan sistem drainase, penanaman vegetasi penahan tanah, serta pengendalian alih fungsi lahan. Upaya ini penting untuk menekan risiko bencana serupa di masa depan.
Pemerintah juga didorong memperkuat sistem peringatan dini berbasis cuaca dan pergerakan tanah. Dengan sistem yang responsif, masyarakat dapat melakukan evakuasi lebih cepat sebelum bencana terjadi.
Upaya Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
Hingga Sabtu sore, tim gabungan masih bersiaga di lokasi Longsor di Bandung Barat untuk melanjutkan pencarian korban dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Bandung Barat.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi geografis dan sistem peringatan dini agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Pemerintah daerah berencana memperkuat edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, agar lebih siap menghadapi potensi bencana di kemudian hari.
Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang lokal
Simak ulasan mendalam lainnya tentang RTH Jakarta Masih Defisit, Taman Kota Dinilai Belum Berfungsi Optimal
