Klarifikasi Google Indonesia Terkait Dugaan Kasus Chromebook
JAKARTA, incaberita.co.id — Klarifikasi Google Indonesia akhirnya disampaikan ke publik setelah perusahaan teknologi global tersebut terseret dalam dugaan kasus korupsi pengadaan Chromebook yang dikaitkan dengan mantan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim. Google menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam praktik pengadaan perangkat keras di Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Klarifikasi Google Indonesia menyebutkan bahwa perusahaan tidak pernah menjual Chromebook secara langsung. Peran Google hanya sebatas memberikan lisensi sistem operasi dan layanan pendukung kepada mitra resmi.
Melalui Klarifikasi Google Indonesia ini, perusahaan berharap masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai posisi dan kontribusi Google dalam ekosistem pendidikan digital nasional.
Google menilai penting untuk meluruskan informasi yang berkembang agar diskursus publik tetap berbasis fakta. Klarifikasi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap transformasi digital pendidikan yang sedang berjalan di Indonesia.
Klarifikasi Google Indonesia Soal Penjualan dan Lisensi Chromebook
Salah satu poin utama dalam Klarifikasi Google Indonesia adalah penegasan bahwa Google tidak memproduksi maupun menjual Chromebook. Seluruh perangkat keras Chromebook diproduksi dan dipasarkan oleh Original Equipment Manufacturers (OEM) yang independen.
Google menjelaskan bahwa perannya terbatas pada pengembangan serta pemberian lisensi ChromeOS dan Chrome Education Upgrade (CEU). Dalam KlarifikasiGoogleIndonesia, ditegaskan pula bahwa Google tidak menentukan harga perangkat Chromebook di pasar.
Dengan mekanisme tersebut, Klarifikasi Google Indonesia menekankan bahwa proses pengadaan sepenuhnya berada di bawah kendali mitra lokal dan kementerian terkait.
Skema ini dirancang untuk memastikan adanya persaingan sehat antar penyedia perangkat serta transparansi dalam pengelolaan anggaran negara. Google menempatkan diri sebagai penyedia teknologi pendukung, bukan pengendali proses pengadaan.
Hubungan Investasi Google dengan Nadiem Makarim
Klarifikasi Google Indonesia juga menjelaskan soal hubungan investasi dengan Nadiem Makarim melalui entitas Gojek. Google menyatakan investasi tersebut dilakukan jauh sebelum Nadiem menjabat sebagai Mendikbud Ristek.
Menurut Google, investasi dilakukan antara 2017 hingga 2021 sebagai bagian dari strategi bisnis global. KlarifikasiGoogleIndonesia menegaskan bahwa investasi tersebut tidak memiliki kaitan dengan kebijakan pendidikan nasional.

Sumber Gambar : Bangbara
Google menjelaskan bahwa pola investasi seperti ini merupakan praktik umum perusahaan teknologi global dalam mendukung ekosistem startup. Oleh karena itu, hubungan investasi tersebut bersifat murni bisnis dan tidak berkaitan dengan perumusan kebijakan publik.
Dengan penjelasan ini, KlarifikasiGoogleIndonesia berupaya meluruskan persepsi publik terkait konflik kepentingan yang berkembang di masyarakat.
Google menegaskan bahwa keputusan investasi dan kerja sama bisnis dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional, terlepas dari posisi jabatan individu di pemerintahan.
Klarifikasi Google Indonesia Tepis Tuduhan Imbalan kepada Pejabat
Dalam Klarifikasi Google Indonesia, perusahaan juga membantah keras tudingan bahwa mereka pernah menawarkan imbalan kepada pejabat Kemendikbud Ristek agar menggunakan produk Google. Google menegaskan seluruh kerja sama dilakukan secara profesional dan transparan.
Google menyebutkan bahwa setiap kolaborasi dengan kementerian selalu mengikuti regulasi dan prosedur yang berlaku. Klarifikasi Google Indonesia ini menegaskan tidak ada praktik suap atau gratifikasi dalam bentuk apa pun.
Selain itu, Google menekankan bahwa seluruh aktivitas bisnisnya diawasi oleh standar kepatuhan internal yang ketat. Mekanisme pengawasan tersebut diterapkan secara global untuk memastikan setiap kemitraan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Penegasan tersebut menjadi bagian penting dari Klarifikasi Google Indonesia untuk menjaga kepercayaan publik terhadap integritas perusahaan.
Google menyadari bahwa isu pengadaan publik sangat sensitif. Oleh karena itu, perusahaan menekankan komitmen terhadap etika bisnis dan kepatuhan hukum di setiap negara tempat mereka beroperasi.
Komitmen ini, menurut Google, menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang yang sehat dengan pemerintah dan masyarakat luas.
Klarifikasi Google Indonesia Paparkan Manfaat Chromebook untuk Pendidikan
Dalam Klarifikasi Google Indonesia, perusahaan juga menyoroti manfaat Chromebook dalam dunia pendidikan. Chromebook disebut sebagai perangkat pendidikan K-12 yang digunakan oleh puluhan juta siswa di berbagai negara.
Google menjelaskan bahwa Chromebook dirancang untuk pembelajaran digital yang aman, hemat biaya, dan tetap dapat digunakan secara offline. KlarifikasiGoogleIndonesia menegaskan perangkat ini telah memenuhi panduan pengadaan dan regulasi pendidikan.
Pengalaman penerapan serupa di berbagai negara menjadi rujukan Google dalam mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia.
Model pembelajaran digital berbasis Chromebook telah diterapkan di wilayah terpencil di berbagai belahan dunia. Google menilai pendekatan ini relevan untuk menjawab tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur di Indonesia.
Google Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Pendidikan
Menutup pernyataannya, Klarifikasi Google Indonesia menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program Bangkit dan hibah pelatihan dari Google.org disebut sebagai bukti nyata kontribusi tersebut.
Program Bangkit telah melatih puluhan ribu siswa Indonesia dalam keterampilan teknologi sejak 2019. KlarifikasiGoogleIndonesia menyebutkan seluruh program tersebut dijalankan jauh sebelum adanya tender pengadaan perangkat.
Melalui Klarifikasi Google Indonesia ini, Google berharap kontribusinya dalam ekosistem pendidikan nasional dapat dipahami secara objektif dan proporsional.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan demi menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi masa depan.
Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang lokal
Baca juga artikel menarik lainnya mengenai OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Pengurangan Pajak
