February 2, 2026

INCA BERITA

Berita Terkini Seputar Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

Nicolas Maduro dan Istri Ditangkap Saat Tidur, Dibawa ke Kapal Perang AS

Nicolas Maduro dan Istri Diseret dari Kamar Tidur oleh Delta Force

JAKARTA, incaberita.co.id – Caracas diguncang ledakan dahsyat pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Langit ibu kota Venezuela berubah merah menyala ketika pesawat tempur Amerika Serikat terbang rendah di atas kota. Di tengah kekacauan itu, Presiden Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan elite Delta Force. Operasi kilat ini menandai momen bersejarah yang mengguncang dunia internasional.

Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro dan Istri Cilia Flores di Tengah Malam

Nicolas Maduro dan Istri Ditangkap Saat Tidur, Dibawa ke Kapal Perang AS

Sumber gambar : cnnindonesia.com

Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, serangkaian ledakan menggema di berbagai penjuru Caracas. Suara dentuman berlangsung hampir satu jam. Deru jet tempur membelah keheningan malam. Kobaran api dan kepulan asap tebal membubung dari kompleks militer Fuerte Tiuna. Markas terbesar Venezuela itu terletak di selatan Caracas.

Sementara kota dalam kepanikan, pasukan Delta Force sudah bergerak menuju kediaman presiden. Menurut sumber yang dikutip CNN, operasi penangkapan berlangsung sangat cepat dan presisi. Nicolas Maduro dan istri ditangkap saat keduanya sedang tertidur lelap. Tanpa perlawanan berarti, pasangan tersebut langsung diamankan dan dibawa keluar dari kediaman mereka.

Tim agen FBI turut mendampingi pasukan operasi khusus dalam misi tersebut. Tidak ada korban jiwa di pihak Amerika selama operasi berlangsung. Beberapa prajurit dilaporkan mengalami luka tembak ringan ketika helikopter yang membawa mereka ditembaki dari darat.

Nicolas Maduro dan Istri Dibawa ke Kapal Perang USS Iwo Jima

Setelah penangkapan, Nicolas Maduro dan istri segera dievakuasi menuju kapal perang USS Iwo Jima. Kapal tersebut sudah bersiaga di perairan Venezuela. Foto yang diunggah Presiden Donald Trump di Truth Social memperlihatkan Maduro mengenakan setelan olahraga abu-abu. Tampak pula botol air di tangannya. Kedua matanya ditutup penutup hitam. Telinganya tertutup perangkat menyerupai headphone besar.

Perjalanan dari Caracas menuju New York memakan waktu beberapa jam. Pesawat yang mengangkut Maduro tiba di Pangkalan Udara Nasional Stewart pada Sabtu sore. Dari sana, mantan presiden Venezuela tersebut dibawa menggunakan helikopter menuju Manhattan. Selanjutnya, Maduro dipindahkan ke pusat tahanan Brooklyn dengan kendaraan khusus.

Penjara Brooklyn menjadi tempat penahanan sementara Maduro. Fasilitas yang sama sebelumnya pernah menampung tahanan profil tinggi. Di antaranya Sean Diddy Combs dan Sam Bankman-Fried. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan Cilia Flores.

Trump Menyaksikan Langsung Penangkapan Maduro dan Istri dari Mar-a-Lago

Presiden Donald Trump mengaku menyaksikan langsung jalannya operasi penangkapan. Pemantauan dilakukan dari pusat komando di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida. Didampingi sejumlah petinggi militer AS, Trump mengikuti setiap detik misi tersebut melalui layar pemantauan khusus.

Trump memuji keberhasilan pasukannya dengan penuh antusiasme. Menurutnya, tidak ada negara lain di dunia yang mampu melakukan manuver serupa dengan kecepatan dan ketepatan seperti itu. Dalam wawancara dengan New York Times, Trump menyebut operasi tersebut sebagai sesuatu yang brilian dengan perencanaan matang.

Lewat akun Truth Social miliknya, Trump mengklaim Amerika Serikat sukses menggelar serangan berskala masif ke Venezuela. Seluruh kekuatan militer negara tersebut berhasil dilumpuhkan. Penerangan di Caracas padam hampir seluruhnya berkat kemampuan khusus pasukan AS. Presiden ke-47 Amerika itu juga menyatakan negaranya akan mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela. Langkah ini berlaku sampai proses transisi kekuasaan yang aman bisa terlaksana.

Dakwaan Berat Menanti NicolasMadurodanIstri di Pengadilan Manhattan

Nicolas Maduro dan istri kini harus berhadapan dengan sejumlah tuntutan serius di pengadilan federal Manhattan. Lembaga antinarkotika AS atau DEA sudah menyusun berkas perkara terhadap Maduro selama bertahun-tahun. Beberapa pejabat tinggi militer Venezuela juga masuk dalam daftar tersangka. Tuduhan yang dilayangkan mencakup perdagangan obat terlarang serta penguasaan senjata ilegal.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan Maduro akan segera menghadapi kerasnya keadilan Amerika. Trump menyebut Maduro sebagai kepala Cartel de Los Soles. Organisasi narko-teror itu disebut telah mengambil alih Venezuela. Sebelum operasi ini, Pemerintah AS menawarkan hadiah 50 juta dolar AS untuk informasi penangkapan Maduro.

Pihak berwenang di AS menuding Maduro memanfaatkan kekayaan minyak Venezuela untuk mendanai berbagai kejahatan. Di antaranya terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, hingga penculikan. Namun, kalangan pakar menilai belum ada bukti kuat soal eksistensi Cartel de Los Soles.

Dunia Mengecam Penangkapan Nicolas Maduro dan Istri oleh AS

Respons dunia internasional terhadap operasi militer ini terbilang sangat tajam. Pemerintah China langsung menyampaikan kekecewaan mendalam. Beijing mengecam keras langkah Washington yang mengerahkan kekuatan bersenjata terhadap negara berdaulat. Kementerian Luar Negeri China menyatakan tindakan militer semacam ini melanggar Piagam PBB serta norma dasar pergaulan antarbangsa.

Rusia menyebut tindakan AS sebagai agresi bersenjata yang mengkhawatirkan. Duta Besar Rusia untuk PBB menyamakan perilaku Washington dengan koboi yang bertindak di luar hukum. Moskow menegaskan Amerika Latin harus tetap menjadi zona perdamaian.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva turut angkat suara. Pemimpin negara terbesar di Amerika Selatan itu menyebut aksi militer tersebut sudah melewati batas kewajaran. Penggunaan kekuatan seperti ini berpotensi merusak kestabilan dunia. Langkah serupa bisa terulang di masa mendatang. Sementara itu, Pemerintah Indonesia mendorong semua pihak mengutamakan jalur diplomasi demi perdamaian.

Implikasi Global Pasca Penangkapan NicolasMadurodanIstri oleh AS

Penangkapan Nicolas Maduro dan istri oleh pasukan AS menandai babak baru dalam peta politik global. Berbagai kalangan menyuarakan kekhawatiran. Aksi semacam ini dapat memantik reaksi berantai di kemudian hari. Negara kuat bisa merasa leluasa menggerakkan militer melampaui batas teritorialnya. Sejumlah akademisi menilai peristiwa ini berpotensi menjadi pukulan telak bagi norma internasional.

Sejumlah pengamat menilai Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik terkini. Ketika negara superpower mampu menangkap pemimpin negara lain secara langsung, preseden mengkhawatirkan terbuka lebar. Tatanan hubungan antarnegara bisa terguncang. Perlu dicatat, Venezuela memiliki cadangan emas hitam terbesar di dunia. Gejolak yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan energi global.

Respons tegas dari berbagai negara mengindikasikan persoalan Venezuela berpotensi meluas. Gesekan antarnegara dalam skala lebih besar bisa terjadi. Efek dominonya menyentuh kestabilan harga komoditas energi. Kelancaran arus perdagangan dunia turut terancam. Perpecahan politik di kancah internasional pun kian tajam.

Kesimpulan

Penangkapan Nicolas Maduro dan istri oleh pasukan Delta Force AS mengubah lanskap geopolitik dunia di awal 2026. Operasi kilat tengah malam di Caracas berhasil menyeret pemimpin Venezuela dari kamar tidur ke kapal perang. Selanjutnya, Maduro dibawa ke tahanan di New York. AS mengklaim tindakan ini sebagai penegakan hukum terhadap kejahatan narkotika. Namun, sebagian besar dunia mengecam keras operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tatanan hukum internasional kini berada di persimpangan jalan.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved