Pencarian Pesawat MH370 Dilanjutkan, Imbalan Rp 1,1 Triliun
JAKARTA, incaberita.co.id – Pencarian pesawat MH370 dilanjutkan oleh Pemerintah Malaysia setelah lebih dari satu dekade misteri yang belum terpecahkan. Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 tersebut membawa 239 orang ketika menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Kementerian Transportasi Malaysia mengumumkan bahwa operasi pencarian terbaru akan berlangsung selama 55 hari secara bertahap. Perusahaan robotika kelautan Ocean Infinity dari Amerika Serikat ditunjuk untuk memimpin misi pencarian dengan skema kontrak no find, no fee.
Kapal pencari Armada 86 05 milik Ocean Infinity telah tiba di area pencarian pada 1 Januari 2026 setelah sempat terhenti pada April 2025 akibat kondisi cuaca buruk di Samudra Hindia. Pemerintah Malaysia menyiapkan imbalan sebesar 70 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,1 triliun bagi Ocean Infinity apabila berhasil menemukan bangkai pesawat tersebut.
Kronologi Pesawat MH370 Hilang Sebelum Pencarian Dilanjutkan

Sumber gambar : inca berita
Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH370 lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 8 Maret 2014 pukul 00.41 waktu setempat. Pesawat tersebut membawa 227 penumpang dan 12 awak kabin dengan tujuan akhir Beijing, China. Sekitar dua pertiga penumpang merupakan warga negara China, sementara sisanya berasal dari Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Indonesia, India, Prancis, dan beberapa negara lainnya.
Kurang dari satu jam setelah lepas landas, sistem komunikasi pesawat tiba-tiba mati. Transponder pesawat berhenti memancarkan sinyal tanpa ada panggilan darurat dari kokpit. Radar militer Malaysia menangkap sinyal yang menunjukkan bahwa pesawat berbalik arah melintasi Semenanjung Malaysia melewati Pulau Penang. Pesawat kemudian mengarah ke utara Sumatera sebelum akhirnya menghilang dari jangkauan radar.
Pihak berwenang dari 26 negara terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar. Pencarian dilakukan di berbagai lokasi mulai dari Laut China Selatan hingga Samudra Hindia bagian selatan. Setelah berminggu-minggu pencarian tanpa hasil signifikan, pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa pesawat kemungkinan terbang hingga kehabisan bahan bakar sebelum jatuh ke dasar Samudra Hindia.
Pencarian Pesawat MH370 Dilanjutkan oleh Ocean Infinity
Kementerian Transportasi Malaysia pada awal Desember 2025 mengumumkan kesepakatan dengan Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian. Perusahaan robotika kelautan yang berbasis di Austin, Texas, Amerika Serikat ini telah berpengalaman dalam operasi pencarian bawah laut. Menteri Transportasi Malaysia Loke Siew Fook menyatakan bahwa kesepakatan ini membuka jalan bagi upaya baru menemukan bangkai pesawat yang hilang lebih dari satu dekade.
Ocean Infinity akan menyisir area baru seluas 15.000 kilometer persegi di dasar Samudra Hindia bagian selatan. Lokasi spesifik dari zona pencarian masih dirahasiakan oleh pihak terkait dengan alasan sensitivitas dan urgensi misi. Area tersebut dipilih berdasarkan perhitungan probabilitas tertinggi keberadaan bangkai pesawat setelah mempertimbangkan berbagai data dan temuan sebelumnya.
Misi pencarian pesawat MH370 dilanjutkan dengan menggunakan teknologi canggih berupa kendaraan bawah laut otonom atau Autonomous Underwater Vehicle. Kapal Armada 86 05 membawa dua unit AUV untuk menjelajahi dasar laut dan memetakan area pencarian secara detail. Teknologi ini memungkinkan eksplorasi di kedalaman ekstrem yang tidak dapat dijangkau oleh penyelam manusia.
Skema Kontrak No Find No Fee dalam Pencarian Pesawat MH370
Pemerintah Malaysia dan Ocean Infinity menyepakati skema kontrak yang tergolong berbeda dalam dunia pencarian bawah laut. Skema no find no fee berarti perusahaan hanya akan menerima pembayaran apabila berhasil menemukan bangkai pesawat. Apabila pencarian tidak membuahkan hasil, Ocean Infinity tidak akan mendapatkan kompensasi finansial apa pun dari pemerintah Malaysia.
Nilai kontrak yang disepakati mencapai 70 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,1 triliun. Angka tersebut akan dibayarkan penuh kepada Ocean Infinity hanya jika puing-puing pesawat berhasil ditemukan dan diverifikasi. Skema ini menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi dari pihak Ocean Infinity terhadap kemampuan teknologi dan data yang dimiliki.
Mantan kepala pilot Malaysia Airlines sekaligus pakar penerbangan Nik Ahmad Huzlan Nik Hussain menilai keberanian Ocean Infinity patut diapresiasi. Menurutnya, perusahaan tersebut bersedia mengambil risiko besar karena biaya operasional relatif lebih rendah dibandingkan potensi imbalan yang sangat besar. Kondisi laut di Samudra Hindia selatan yang lebih tenang pada periode ini juga meningkatkan peluang keberhasilan operasi.
Teknologi Canggih untuk Misi Pencarian Bangkai Pesawat MH370
Ocean Infinity mengerahkan armada teknologi terdepan untuk misi pencarian kali ini. Kendaraan bawah laut otonom yang digunakan mampu beroperasi secara mandiri di kedalaman ribuan meter. AUV tersebut dilengkapi dengan sonar resolusi tinggi untuk mendeteksi objek di dasar laut dan kamera khusus untuk dokumentasi visual.
Kapal induk Armada 86 05 berfungsi sebagai pusat komando operasi di permukaan laut. Kapal tersebut dilengkapi dengan sistem navigasi presisi tinggi dan peralatan komunikasi satelit untuk koordinasi real-time. Tim ahli dari berbagai disiplin ilmu termasuk oseanografi, robotika, dan penerbangan turut terlibat dalam operasi ini.
Selain AUV, pencarian juga memanfaatkan data dari puing-puing yang pernah ditemukan sebelumnya. Berikut sejumlah serpihan MH370 yang pernah terdampar di berbagai lokasi:
- Flaperon ditemukan di Pulau Reunion pada Juli 2015
- Serpihan sayap ditemukan di pantai Mozambik pada Februari 2016
- Bagian ekor horizontal ditemukan di Mauritius pada 2016
- Potongan interior kabin ditemukan di Madagaskar
Data tersebut digunakan untuk mempersempit lokasi kemungkinan jatuhnya pesawat melalui perhitungan pola hanyut atau drift-pattern.
Hasil Investigasi Resmi MH370 Sebelum Pencarian Pesawat Dilanjutkan
Pada tahun 2018, tim investigasi resmi Malaysia merilis laporan komprehensif mengenai hilangnya MH370. Laporan setebal ratusan halaman tersebut menyimpulkan bahwa pesawat diputar balik secara manual oleh seseorang di dalam kokpit. Temuan ini menepis kemungkinan bahwa perubahan arah terjadi akibat sistem autopilot.
Laporan investigasi menyatakan bahwa kemungkinan campur tangan tidak sah oleh pihak ketiga tidak dapat dikesampingkan. Namun demikian, tim investigasi membantah teori yang menyebutkan bahwa pilot melakukan misi bunuh diri. Kegagalan teknis juga dinilai bukan sebagai penyebab utama hilangnya pesawat berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan.
Investigasi menemukan bahwa komunikasi pesawat dimatikan secara sengaja kurang dari satu jam setelah penerbangan dimulai. Tindakan tersebut membutuhkan pengetahuan teknis yang mendalam tentang sistem pesawat Boeing 777. Hingga saat ini, motif dan pelaku di balik hilangnya MH370 masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Upaya Pencarian Pesawat MH370 dari Masa ke Masa
Operasi pencarian pertama dimulai segera setelah pesawat dinyatakan hilang pada Maret 2014. Puluhan kapal dan pesawat dari berbagai negara dikerahkan untuk menyisir Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Operasi multinasional tersebut menjadi salah satu pencarian paling mahal dalam sejarah penerbangan dengan total biaya mencapai 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,4 triliun.
Pencarian resmi dihentikan pada tahun 2017 setelah tidak ditemukan hasil signifikan meski telah menyisir area seluas lebih dari 120.000 kilometer persegi. Pada tahun 2018, Ocean Infinity melakukan pencarian selama tiga bulan dengan skema serupa namun juga tidak membuahkan hasil. Perusahaan tersebut kembali mencoba pada awal 2025 sebelum terpaksa menghentikan operasi karena cuaca buruk.
Kini pencarian pesawat MH370 dilanjutkan pada akhir Desember 2025 dengan harapan baru. Kemajuan teknologi dalam beberapa tahun terakhir dan data baru dari berbagai penelitian memberikan optimisme bahwa bangkai pesawat akhirnya dapat ditemukan. Kapal Armada 86 05 bertolak dari Pelabuhan Fremantle di Australia Barat menuju zona pencarian yang telah ditentukan.
Teori Lokasi Jatuhnya MH370 Jadi Acuan Pencarian Pesawat
Ilmuwan asal Australia Vincent Lyne mengklaim telah memecahkan misteri lokasi jatuhnya MH370. Peneliti dari Institute for Marine and Antarctic Studies di University of Tasmania tersebut melakukan kajian mendalam terhadap berbagai data yang tersedia. Menurutnya, pesawat tenggelam di area spesifik di Samudra Hindia yang belum pernah disisir sebelumnya.
Teori Lyne didasarkan pada beberapa faktor berikut:
- Sinyal satelit terakhir yang diterima dari pesawat
- Pola arus laut di Samudra Hindia
- Kecepatan pesawat dan konsumsi bahan bakar
- Kemungkinan manuver yang dilakukan sebelum jatuh
Area yang ditunjukkan oleh Lyne menjadi salah satu referensi dalam penentuan zona pencarian terbaru. Beberapa ahli lain juga telah mengajukan teori berbeda mengenai lokasi bangkai pesawat. Namun kemajuan dalam pemodelan komputer memberikan harapan bahwa lokasi sebenarnya dapat dipersempit secara signifikan.
Harapan Keluarga Korban Setelah Pencarian Pesawat MH370 Dilanjutkan

Sumber gambar : liputan6.com
Keluarga dari 239 penumpang dan awak pesawat menyambut positif keputusan melanjutkan pencarian. Selama lebih dari satu dekade, mereka hidup dalam ketidakpastian tanpa mengetahui nasib orang-orang tercinta. Danica Weeks yang suaminya Paul Weeks menjadi salah satu penumpang menyatakan bahwa keluarganya tidak pernah berhenti berharap akan jawaban.
Dalam pernyataannya kepada media, Danica mengungkapkan harapan besar terhadap fase pencarian terbaru. Menurutnya, kejelasan dan kedamaian adalah hal yang sangat dirindukan oleh seluruh keluarga korban sejak 8 Maret 2014. Apapun hasilnya, mengetahui lokasi pesawat akan memberikan penutupan emosional yang selama ini tidak mereka dapatkan.
Sebagian keluarga penumpang asal China juga aktif mendesak pemerintah Malaysia untuk terus melakukan pencarian. Pada peringatan 11 tahun hilangnya MH370, sejumlah keluarga berkumpul di depan Kedutaan Besar Malaysia di Beijing. Mereka menuntut agar orang-orang tercinta yang hilang segera ditemukan dan dikembalikan.
Tantangan Operasi Pencarian Pesawat MH370 di Dasar Laut
Pencarian bangkai pesawat di dasar Samudra Hindia menghadapi berbagai tantangan teknis yang sangat berat. Kedalaman laut di area pencarian mencapai ribuan meter dengan tekanan air yang ekstrem. Kondisi tersebut membuat operasi penyelaman konvensional mustahil dilakukan dan membutuhkan peralatan robotik khusus.
Berikut tantangan utama yang dihadapi tim pencarian:
- Kedalaman laut mencapai 4.000 hingga 6.000 meter
- Tekanan air ekstrem yang tidak dapat ditahan manusia
- Topografi dasar laut yang kompleks dengan pegunungan dan jurang
- Cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi dan angin kencang
- Jarak tempuh yang sangat jauh dari daratan terdekat
Pemilihan waktu pencarian pada akhir Desember hingga Februari diharapkan dapat memanfaatkan periode cuaca yang relatif lebih tenang di Samudra Hindia selatan.
Kondisi Kotak Hitam Pesawat MH370 Setelah 11 Tahun Pencarian
Salah satu pertanyaan penting adalah kondisi kotak hitam atau flight recorder pesawat setelah lebih dari satu dekade terendam di dasar laut. Pakar penerbangan Harridon menyebutkan bahwa perangkat tersebut memang dirancang untuk menahan tekanan ekstrem dan korosi dalam jangka waktu tertentu. Namun tidak ada jaminan bahwa data di dalamnya masih dapat dibaca setelah periode yang sangat lama.
Kotak hitam pesawat terdiri dari dua komponen utama:
- Flight Data Recorder (FDR): Merekam parameter teknis penerbangan seperti ketinggian, kecepatan, dan posisi kemudi
- Cockpit Voice Recorder (CVR): Merekam percakapan dan suara di dalam kokpit selama periode terakhir sebelum kecelakaan
Kedua perangkat ini menjadi kunci untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada MH370. Meski ada kekhawatiran tentang kondisi kotak hitam, para ahli tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian data masih dapat dipulihkan. Penemuan kotak hitam akan menjadi terobosan besar dalam mengungkap misteri MH370.
Perkembangan Terbaru Misi Pencarian PesawatMH370
Kapal Armada 86 05 milik Ocean Infinity resmi tiba di zona pencarian pada Rabu 1 Januari 2026. Pemerintah Malaysia melalui pernyataan resmi mengonfirmasi bahwa operasi pencarian telah dimulai sesuai jadwal. Dua unit AUV yang dibawa kapal tersebut mulai melakukan penjelajahan awal di dasar laut untuk memetakan kondisi medan.
Ocean Infinity menegaskan komitmennya untuk menjalankan misi dengan profesionalisme tertinggi. Perusahaan tersebut enggan memberikan detail teknis lebih lanjut dengan alasan sensitivitas dan urgensi dari operasi. Kerahasiaan ini juga dimaksudkan untuk menghindari spekulasi yang dapat mengganggu fokus tim pencarian.
Menteri Transportasi Malaysia menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan update berkala kepada publik mengenai perkembangan pencarian. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan keluarga korban dan masyarakat internasional. Seluruh pihak berharap bahwa dalam 55 hari ke depan misteri hilangnya MH370 akhirnya dapat terpecahkan.
Dampak Hilangnya Pesawat MH370 bagi Industri Penerbangan Global
Tragedi MH370 memberikan dampak signifikan terhadap standar keselamatan penerbangan global. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO merevisi berbagai regulasi terkait pelacakan pesawat setelah kejadian ini. Kini maskapai penerbangan diwajibkan untuk memiliki sistem pelacakan yang memungkinkan identifikasi posisi pesawat setiap saat.
Teknologi pelacakan pesawat mengalami kemajuan pesat pasca hilangnya MH370. Sistem baru memungkinkan pesawat mengirimkan sinyal posisi secara berkala melalui satelit. Beberapa maskapai juga mengadopsi teknologi streaming data penerbangan real-time sehingga kondisi pesawat dapat dipantau dari darat sepanjang waktu.
Malaysia Airlines sebagai operator pesawat mengalami dampak reputasi dan finansial yang sangat berat. Perusahaan terpaksa melakukan restrukturisasi besar-besaran dan pergantian manajemen. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama tanpa kompromi.
Pentingnya Penemuan Bangkai PesawatMH370 dalam Pencarian
Penemuan bangkai pesawat MH370 memiliki signifikansi yang melampaui sekadar penutupan kasus. Dari sisi ilmiah, data yang diperoleh akan memberikan pemahaman lebih baik tentang dinamika kecelakaan pesawat di laut dalam. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan desain pesawat dan prosedur keselamatan di masa depan.
Bagi keluarga korban, penemuan bangkai pesawat akan memberikan kepastian yang selama ini tidak mereka miliki. Proses berduka yang tertunda selama lebih dari satu dekade akhirnya dapat mencapai tahap penerimaan. Beberapa keluarga juga berharap dapat memperoleh jenazah orang tercinta untuk dimakamkan dengan layak.
Dari perspektif hukum, penemuan bukti fisik dapat membuka jalan bagi investigasi lebih lanjut dan kemungkinan tuntutan hukum. Pengadilan Beijing pada tahun 2025 telah memerintahkan Malaysia Airlines membayar kompensasi kepada beberapa keluarga korban. Bukti baru dari bangkai pesawat dapat memperkuat klaim kompensasi dari keluarga lainnya.
Kesimpulan
Pencarian pesawat MH370 dilanjutkan dengan harapan besar dari berbagai pihak setelah lebih dari satu dekade ketidakpastian. Pemerintah Malaysia dan Ocean Infinity berkomitmen untuk mengungkap salah satu misteri penerbangan terbesar dalam sejarah. Dengan teknologi canggih berupa kendaraan bawah laut otonom dan skema kontrak no find no fee senilai Rp 1,1 triliun, operasi pencarian selama 55 hari ini diharapkan dapat memberikan jawaban yang selama ini dinantikan.
Keluarga dari 239 penumpang dan awak pesawat terus berharap agar orang-orang tercinta mereka dapat ditemukan. Apapun hasil dari pencarian ini, upaya yang dilakukan menunjukkan bahwa dunia tidak melupakan tragedi MH370. Kemajuan teknologi dan dedikasi para pencari memberikan optimisme bahwa suatu saat nanti bangkai pesawat akan ditemukan dan misteri ini dapat terungkap sepenuhnya.
Baca juga artikel lainnya: Iran Meluncurkan Satelit dengan Roket Rusia, Barat Waspadai Konsekuensi Strategis
