Ledakan Truk Tangki Gas di Meksiko: 8 Tewas, 90 Terluka, Kronologi Lengkap
JAKARTA, incaberita.co.id – Rabu, 10 September 2025, arus lalu lintas di perbatasan Iztapalapa dan Chalco, Mexico City, berubah mencekam. Sebuah truk tangki bermuatan LPG terguling di area Puente de la Concordia. Dalam hitungan menit, kebocoran gas memantik Ledakan Truk Tangki Gas yang terdengar hingga permukiman sekitar. Api melonjak, asap menutup langit, dan suara keras membuat orang di sekitar serentak menunduk. Otoritas mengonfirmasi 8 orang meninggal dan sekitar 90 orang terluka, sebagian mengalami luka bakar berat. Ambulans datang bergelombang memecah kepadatan. Di sisi jalan, warga membuat barikade darurat agar kendaraan lain tidak menerobos. Keluarga mencari nama di daftar pasien yang terus diperbarui di beberapa rumah sakit rujukan. Data sempat berubah, lalu mengerucut pada angka 8 tewas dan 90 luka hingga petang hari berikutnya.

Sumber gambar : liputan6.com
Truk tangki LPG kehilangan stabilitas saat melintasi area padat kendaraan. Setelah terguling, terjadi kebocoran yang membentuk awan gas tak kasat mata. Uap mudah terbakar itu tersulut, memicu LedakanTrukTangkiGas yang menyambar puluhan kendaraan. Laporan lapangan menyebutkan kobaran api menjulang hingga sekitar 30 meter, sementara material plastik dan karet ikut memperbesar nyala. Petugas segera menutup akses, mengevakuasi warga dalam radius rawan, dan mengarahkan arus lalu lintas ke jalur alternatif agar proses pemadaman tidak terganggu.
Secara teknis, LPG disimpan dalam tekanan tinggi agar tetap berbentuk cair. Pada kasus terguling, benturan dapat merusak katup serta pipa sehingga kebocoran terjadi cepat. Gas yang lebih berat dari udara cenderung merayap ke titik rendah, terkumpul di selokan, kolong mobil, atau cekungan jalan. Ketika bertemu sumber nyala, terjadilah ledakan awan uap dengan daya hancur tinggi. Muatan dilaporkan lebih dari 13.000 galon (49.500 liter), membuat energi kebakaran sangat besar. Di lingkungan perkotaan padat, efek domino muncul: kendaraan saling berhimpit, panas radiasi tinggi, dan pendekatan tim pemadam harus ekstra hati-hati. Pemadaman dilakukan dengan kombinasi isolasi sumber, pendinginan progresif, serta pencegahan ledakan susulan.
Begitu api menyala, protokol kecelakaan bahan berbahaya diberlakukan. Jalur dievakuasi, perimeter keselamatan diperluas, dan pemadaman difokuskan pada zona inti. Korban luka mencapai puluhan dengan spektrum cedera dari inhalasi asap hingga luka bakar derajat tinggi. Rumah sakit rujukan mengaktifkan prosedur mass casualty, menambah tenaga di unit gawat darurat dan ruang luka bakar. Pemerintah kota menyiapkan dukungan pembiayaan awal perawatan serta pendampingan psikososial, mengingat dampak psikologis pada penyintas kerap muncul beberapa hari setelah kejadian.
Pascatragedi, fokus beralih pada kepatuhan operator dan pengawasan regulator. Temuan awal mengarah pada dugaan kecepatan berlebih sebagai pemicu truk terguling. Pemeriksaan mencakup kelaikan armada, catatan perawatan, data telematika, serta kepatuhan administratif seperti lisensi bahan berbahaya dan polis asuransi. Regulator tingkat kota dan federal menilai ulang rute hazmat, potensi pembatasan jam operasi di koridor padat, serta kebutuhan audit armada yang lebih ketat. Tujuan akhirnya bukan sekadar menunjuk pelaku, melainkan memperbaiki sistem agar risiko serupa menurun signifikan.
Beberapa langkah pencegahan yang relevan dapat diterapkan langsung:
Disiplin kecepatan untuk kendaraan hazmat pada jembatan, turunan panjang, dan tikungan sempit.
Rekayasa rute yang menghindari koridor super padat pada jam sibuk.
Pemeliharaan intensif: inspeksi katup pengaman, dudukan tangki, dan sistem pengereman sebelum berangkat.
Pemantauan telematika dan pembatas kecepatan untuk mendeteksi perilaku berkendara berisiko.
Komunikasi publik yang jelas tentang jarak aman, titik kumpul, dan larangan sumber nyala saat kebocoran.
Latihan gabungan pemadam, polisi, dinas kesehatan, dan operator jalan untuk meningkatkan kecepatan serta ketepatan respons.
Mekanisme kompensasi korban yang transparan agar keluarga tidak menanggung beban ganda.
Ledakan Truk Tangki Gas di Mexico City pada 10 September 2025 menjadi pengingat bahwa keselamatan publik bergantung pada banyak keputusan kecil setiap hari. Dari kemudi sopir, kontrol armada, desain jalan, hingga kedisiplinan warga saat darurat. Tidak ada solusi tunggal, namun kombinasi disiplin, teknologi, rekayasa lalu lintas, dan empati dapat memangkas risiko secara nyata. Dengan distribusi tanggung jawab yang jelas, investigasi yang tuntas, serta perbaikan kebijakan yang konsisten, peluang terulangnya tragedi serupa dapat ditekan.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Global
Baca juga artikel lainnya: Kerangka manusia ditemukan di pohon aren Serdang Bedagai