June 10, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Ledakan Bom di Biak: Operasi SAR Resmi Ditutup, Tiga Korban Masih Belum Ditemukan

Ledakan Bom di Biak

BIAK, incaberita.co.id — Peristiwa Ledakan Bom di Biak yang mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, memasuki babak baru setelah operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Keputusan tersebut diambil oleh tim SAR gabungan pada Senin malam, 8 Juni 2026.

Penutupan operasi dilakukan setelah proses pencarian berlangsung selama sembilan hari berturut-turut sejak insiden terjadi pada 31 Mei 2026. Selama periode tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai sumber daya untuk menemukan korban yang diduga masih berada di sekitar lokasi ledakan.

Berbagai metode pencarian dilakukan, mulai dari penyisiran area utama ledakan hingga pemeriksaan wilayah sekitar kompleks perikanan. Upaya tersebut melibatkan Basarnas, kepolisian, tim medis, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Meski pencarian dilakukan secara intensif, tiga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang hingga kini belum berhasil ditemukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting dilakukannya evaluasi menyeluruh sebelum operasi resmi ditutup.

Data Korban dan Temuan di Lokasi Kejadian

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun tim gabungan, jumlah korban meninggal dunia akibat Ledakan Bom di Biak mencapai enam orang. Angka tersebut menjadi data resmi yang digunakan dalam proses penanganan lanjutan.

Selain korban yang telah teridentifikasi, tim SAR juga menemukan puluhan serpihan tubuh manusia selama proses evakuasi berlangsung. Temuan tersebut kemudian dikumpulkan secara hati-hati untuk kepentingan identifikasi forensik.

Total sebanyak 94 serpihan tubuh berhasil diamankan dari lokasi kejadian. Seluruh temuan tersebut diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua guna menjalani proses pemeriksaan ilmiah.

Pada hari terakhir operasi pencarian, petugas tidak lagi menemukan serpihan tubuh maupun tanda-tanda keberadaan korban tambahan. Hasil tersebut menjadi salah satu dasar kuat bagi tim gabungan untuk mengakhiri operasi SAR secara resmi.

Pernyataan Basarnas Mengenai Penghentian Operasi

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik, menjelaskan bahwa seluruh prosedur pencarian telah dijalankan sesuai standar operasi yang berlaku. Evaluasi dilakukan bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, tim gabungan telah memaksimalkan penyisiran di area ledakan maupun lokasi yang dianggap berpotensi menyimpan petunjuk keberadaan korban. Hasil pencarian selama sembilan hari telah dianalisis secara menyeluruh.

Ledakan Bom di Biak

Sumber Gambar : Kompas.com

Setelah mempertimbangkan berbagai faktor lapangan, termasuk tidak adanya temuan baru pada hari terakhir, seluruh pihak sepakat menghentikan operasi pencarian. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama.

Meskipun operasi SAR telah berakhir, berbagai tahapan penanganan pasca-insiden tetap berjalan. Beberapa instansi masih memiliki tugas lanjutan terkait identifikasi korban dan penyelidikan penyebab ledakan.

Bom Aktif Peninggalan Perang Dunia II Berhasil Diamankan

Salah satu fokus utama selama operasi berlangsung adalah pengamanan material berbahaya yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Tim Jibom Gegana Polda Papua bersama sejumlah instansi terkait melakukan pemeriksaan mendalam terhadap area ledakan.

Dalam proses tersebut, petugas menemukan beberapa bom aktif yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut masih menyimpan material berbahaya yang belum terdeteksi sebelumnya.

Seluruh benda peledak yang ditemukan kemudian diamankan dengan prosedur khusus untuk mencegah risiko ledakan susulan. Pengamanan dilakukan secara ketat mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.

Setelah proses identifikasi selesai, bom aktif tersebut dijadwalkan untuk dimusnahkan oleh tim ahli. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan masyarakat serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Proses Identifikasi Korban Masih Berlangsung

Walaupun operasi pencarian telah ditutup, proses identifikasi korban Ledakan Bom di Biak masih terus berjalan. Tim DVI Polda Papua saat ini bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Seluruh serpihan tubuh yang ditemukan dikirim ke fasilitas pemeriksaan khusus milik Pusdokkes Polri. Di lokasi tersebut, para ahli melakukan serangkaian pemeriksaan forensik menggunakan metode ilmiah modern.

Proses identifikasi menjadi sangat penting karena beberapa korban mengalami kondisi yang menyulitkan pengenalan secara visual. Oleh sebab itu, pemeriksaan DNA dan metode forensik lainnya menjadi langkah utama yang digunakan.

Hasil identifikasi nantinya akan menjadi dasar resmi bagi pihak berwenang dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar mengenai anggota keluarganya.

Penyidikan Polisi Terus Mengungkap Fakta Baru

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menegaskan bahwa penyidikan kasus ini masih berlangsung secara intensif. Aparat kepolisian terus mengumpulkan berbagai informasi guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

Selain menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dari Puslabfor Mabes Polri, penyidik juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam. Setiap bukti yang ditemukan dianalisis untuk memperkuat konstruksi peristiwa.

Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan dalam proses penyidikan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 28 orang saksi telah menjalani pemeriksaan guna membantu mengungkap rangkaian kejadian sebelum ledakan terjadi.

Pihak kepolisian memastikan bahwa perkembangan terbaru akan diumumkan kepada masyarakat setelah seluruh proses investigasi dan identifikasi selesai dilakukan. Dengan demikian, publik dapat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan terkait Ledakan Bom di Biak.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  lokal

Simak ulasan mendalam lainnya mengenai Gempa Filipina Guncang Mindanao, Korban Jiwa Bertambah dan Warga Pesisir Mengungsi

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved