June 10, 2026

INCABERITA

Jelajahi Kabar Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Gempa 7.7 Guncang Filipina Senin Pagi, Tsunami Minor Terjang Indonesia dan Warga Sangihe Berlarian Keluar Rumah

Bukan Sekadar Terasa, Gempa 7.7 Filipina Benar-benar Picu Tsunami Minor di Indonesia dan BMKG Keluarkan Peringatan 6 Provinsi

JAKARTA, incaberita.co.id – Gempa 7.7 guncang Filipina pada Senin 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB dan langsung mengguncang wilayah Indonesia bagian timur. Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 itu berpusat di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada kedalaman 47 kilometer di bawah dasar laut. Dampaknya sangat luas. Gelombang tsunami minor menjangkau beberapa wilayah pesisir Indonesia, warga Kepulauan Sangihe berlarian keluar rumah, dan video kepanikan siswa SD di Filipina langsung viral di media sosial.

Selain itu, gempa 7.7 guncang Filipina ini adalah yang terkuat yang pernah melanda negeri itu sepanjang tahun 2026. BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk enam provinsi di Indonesia segera setelah gempa terdeteksi. Namun demikian, peringatan dini tsunami itu kemudian dinyatakan berakhir setelah situasi mulai terkendali.

Gempa 7.7 Guncang Filipina, Ini Data Teknis Lengkapnya

Gempa 7.7 Guncang Filipina Senin Pagi, Tsunami Minor Terjang Indonesia dan Warga Sangihe Berlarian Keluar Rumah

Sumber gambar : publika.id

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengungkapkan data teknis gempa ini secara resmi kepada publik. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Titik itu berada di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer.

Wijayanto menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal. Penyebabnya adalah aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan patahan naik atau thrust fault sebagai pemicu utama guncangan yang sangat kuat ini.

Berbagai lembaga pemantau gempa internasional mencatat kekuatan yang sedikit berbeda. BMKG mencatat magnitudo 7,7. USGS dari Amerika Serikat mencatat 7,8. Sementara Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina atau PHIVOLCS melaporkan angka 7,0. Badan Meteorologi Malaysia bahkan mencatat 7,9. Perbedaan angka ini lazim terjadi karena perbedaan posisi sensor dan metode perhitungan masing-masing lembaga.

Dua Gempa Susulan Langsung Ikuti Gempa Utama

Gempa utama langsung diikuti oleh rentetan gempa susulan yang tidak kalah mengkhawatirkan. Hingga pukul 07.11 WIB, BMKG sudah mencatat dua kali aktivitas gempa susulan. Gempa susulan pertama berkekuatan magnitudo 6,7 dan gempa susulan kedua berkekuatan magnitudo 5,9.

Kedua gempa susulan itu cukup besar untuk kembali memicu guncangan yang terasa di wilayah-wilayah yang sudah lebih dulu terdampak gempa utama. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan berikutnya.

Warga Sulawesi Utara Merasakan Guncangan Keras

Gempa 7.7 guncang Filipina ini bukan sekadar terasa di negara tetangga. Dampak guncangan langsung dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Sulawesi Utara yang menjadi daerah terdekat dengan pusat gempa.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida mengungkapkan data intensitas guncangan di berbagai wilayah. Miangas dan Melonguane mengalami intensitas VI MMI. Pada skala itu, guncangan cukup kuat untuk mengejutkan penduduk dan mendorong mereka berlarian keluar rumah. Kerusakan ringan terjadi seperti plester dinding yang jatuh.

Wilayah Siau dan Tagulandang mengalami intensitas V MMI. Pada skala itu, seluruh penduduk merasakan guncangan dan banyak yang terbangun dari tidurnya. Gerabah bisa pecah, barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang besar tampak bergoyang. Guncangan juga terasa di Kota Morotai, Halmahera Utara, dengan intensitas IV MMI.

Warga Sangihe Berlarian, Peringatan Tsunami Enam Provinsi Dikeluarkan

Dampak paling dramatis dirasakan oleh warga di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Begitu guncangan kuat terasa, warga langsung panik dan berlarian meninggalkan rumah mereka menuju dataran yang lebih tinggi. Kepanikan itu mencerminkan trauma warga pesisir yang sudah memahami bahaya tsunami setelah guncangan besar.

BMKG langsung bergerak cepat. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengumumkan peringatan dini tsunami untuk enam provinsi di Indonesia yang berada dalam jalur potensi terdampak. Keenam provinsi itu adalah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kalimantan Timur, dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia bagian timur.

Namun demikian, peringatan itu kemudian dicabut setelah pemantauan menunjukkan situasi sudah mulai terkendali. BMKG secara resmi menyatakan peringatan dini tsunami pascagempa bumi di Mindanao, Filipina telah berakhir. Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan hanya memercayai informasi resmi dari lembaga terpercaya.

Tsunami Minor Benar-benar Terjadi di Indonesia

Meski akhirnya dinyatakan berakhir, tsunami minor benar-benar terjadi di sebagian wilayah Indonesia. BMKG mengkonfirmasi bahwa gempa 7.7 guncang Filipina ini berdampak tsunami di sebagian wilayah Indonesia. Kenaikan tinggi muka air laut terpantau di sejumlah titik pemantauan di pesisir timur Indonesia.

Data kenaikan muka air laut ini menjadi bukti nyata bahwa gempa yang berpusat di perairan Mindanao mampu mengirimkan energi gelombang yang cukup jauh ke selatan hingga menjangkau wilayah Indonesia. Ini sekaligus menjadi pelajaran penting tentang betapa terhubungnya sistem kebencanaan di kawasan Pasifik Barat dan Laut Filipina dengan wilayah Indonesia bagian timur.

Video Viral: Siswa SD di Filipina Panik saat Gempa Terjadi

Di sisi Filipina, gempa 7.7 guncang Filipina ini meninggalkan rekaman yang sangat mengejutkan dan langsung viral di media sosial. Video dari SD Mahayahay di Davao Occidental memperlihatkan detik-detik mencekam saat gempa mengguncang kawasan sekolah tersebut tepat ketika upacara bendera sedang berlangsung.

Dalam rekaman itu, terlihat para siswa dan tenaga pengajar berusaha berpegangan dan jongkok menghadapi guncangan yang sangat keras. Mereka terhuyung-huyung dan saling berpeluk untuk melindungi satu sama lain. Kanopi atau atap bangunan sekolah roboh akibat kekuatan guncangan. Namun karena kejadian berlangsung di area terbuka, tidak ada laporan korban jiwa dari insiden di sekolah tersebut.

Pihak berwenang Filipina belum mengumumkan angka korban resmi hingga berita ini diturunkan. Data kerusakan dan korban di wilayah terdampak masih terus dikumpulkan.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG menutup pernyataan resminya dengan imbauan penting kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di wilayah pesisir timur Indonesia. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja setelah gempa utama sebesar ini.

Selain itu, BMKG menegaskan agar masyarakat hanya memercayai informasi yang bersumber dari lembaga resmi yang sudah terverifikasi. Di era media sosial, informasi yang salah tentang peringatan tsunami bisa memicu kepanikan massal yang tidak perlu dan justru berbahaya. Oleh karena itu, memastikan sumber informasi yang tepat adalah langkah pertama yang harus dilakukan saat bencana alam terjadi.

Penutup: Gempa 7.7 Guncang Filipina, Pengingat Keras untuk Kesiapsiagaan

Gempa 7.7 guncang Filipina pada 8 Juni 2026 adalah peringatan keras yang tidak bisa diabaikan. Indonesia dan Filipina adalah dua negara yang hidup di atas Cincin Api Pasifik yang sama. Setiap gempa besar yang mengguncang negara tetangga adalah potensi ancaman yang bisa dirasakan langsung di wilayah Indonesia.

Respons cepat BMKG dalam mengeluarkan dan kemudian mencabut peringatan dini tsunami menunjukkan bahwa sistem deteksi dini Indonesia sudah bekerja dengan baik. Namun demikian, kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir tetap menjadi kunci utama untuk meminimalisir korban jiwa ketika bencana serupa terjadi di masa depan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Global

Author

Copyright @ 2026 Incaberita. All right reserved